Mulai Takjil Hingga Makanan Berat, Berikut 7 Kuliner Khas Ramadhan di Aceh


prita  May 11, 2020  0 Comment

Mendapat julukan Serambi Mekah, Ramadhan memang menjadi momen yang paling dinantikan di Aceh, Banyak sekali keunikan selama bulan Ramadhan di Aceh, salah satunya adalah pilihan kuliner yang beragam. Mulai dari takjil hingga makanan berat akan mudah dijumpai saat bulan suci Ramadhan. Kuliner khas Ramadhan di Aceh ini tentunya sangat unik dan tak selalu bisa Anda temukan di kota lain.

Sudah sejak lama Aceh dikenal menjadi salah satu surganya wisata kuliner di Indonesia, apalagi jika Anda bertandang kesana saat bulan Ramadhan, maka Anda akan disuguhi oleh ragam kuliner khas Ramadhan di Aceh yang biasa dinikmati oleh masyarakat setempat. Kuliner-kuliner ini pun bisa Anda temukan di banyak pasar takjil yang tersebar di kota ini.

Nah, berikut ini adalah 7 kuliner khas Ramadhan di Aceh yang rasanya menggugah selera.

1. Boh Rom-Rom

Kuliner Khas Ramadhan di Aceh
idntimes.com

Diawali dengan menyantap makanan ringan, Boh Rom-Rom ini bisa menjadi pilihan saat berbuka puasa. Boh Rom-Rom menjadi salah satu kuliner khas Ramadhan di Aceh yang sering diburu warga di pasar takjil.

Sekilas sajian ini tampat terlihat seperti kue klepon. Boh Rom-Rom terbuat dari tepung ketan yang dicampur dengan garam dan sari daun pandan. Untuk isiannya, Boh Rpm-Rom mengggunakan gula pasir atau potongan gula aren. Sehingga, pada gigitan pertama Anda langsung bisa merasakan manisnya gula aren memenuhi mulut. Rasa manisnya sangat pas sebagai awal pembuka puasa.

Gotravelly

Nostalgia Kuliner Tradisional Jawa Yang Lezat Di Sar Londho, Milenial Wajib Coba!

Hunting Streetfood Di Pasar Pagi Tugu Pahlawan Surabaya

2. Leumang

leumang
lifestyle.okezone.com

Kuliner khas Ramadhan di Aceh selanjutnya adalah Leumang. Leumang merupakan hidangan yang terbuat dari beras ketan berbalur daun pisang yang diolah dengan cara dibakar dalam potongan bambu. Leumang biasanya dibakar hingga berjam-jam agar menghasilkan rasa yang lezat, gurih dan renyah.

Leumang biasa dijumpai data menjelang buka puasa atau saat hari raya. Biasanya, Leumang disantap saat berbuka puasa dengan tambahan gula aren, gula pasir atau jika Anda ingin lebih nikmati, Anda bisa menyantapnya dengan durian.

3. Lepat Gayo

lepat gayo
kayarasaa.blogspot.com

Kuliner khas Ramadhan di Aceh yang juga kerap menjadi incaran adalah Lepat Gayo. Sesuai dengan namanya, sajian ini berasal dari tanah Gayo yang mana menjadi sebuah tradisi untuk saling bertukar lepat dengan tetangga saat menjelang Ramadhan. Tradisi ini bernama Meugang, dimana setiap rumah membuat lepat Gayo untuk kemudian ditukarkan dengan lepat Gayo milik tetangga.

Lepat Gayo terbuat dari labu, ketan ataupun singkong yang kemudian diaduk menjadi satu bersamaan dengan air dan gula aren. Adukan tepung ini kemudian akan berubah warna menjadi cokelat lalu dibungkus dengan daun pisang. Setelah matang, lepat biasanya diasapi agar bisa disimpan hingga berhari-hari.

4. Kanji Rumbi

makanan Khas Ramadhan di Aceh
tripzilla.id

Kanji Rumbi juga menjadi salah satu kuliner khas Ramadhan di Aceh yang sangat dinantikan. Kanji Rumbi memiliki tampilan seperti bubur ayam. Sajian ini dibuat dengan beras yang dicampur dengan beragam rempah-rempah seperti pala, serai cengkeh dan masih banyak lagi lainnya. Sebagai tambahannya, Kanji Rumbi juga diberi sayur-sayuran yang berupa wortel dan kentang yang dipotong dadu kemudian dimasak bersamaan dengan beras yang direbus.

Kanji Rumbi biasa disajikan dengan tambahan potongan daging ayam dan udang. Menu ini sangat cocok dinikmati saat berbuka puasa. Biasanya, Kanji Rumbi ini disajikan secara gratis di masjid sebagai menu berbuka puasa bersama.

Selain memiliki rasa yang enak, Kanji Rumbi dipercaya sangat ampuh sebagai obat maag dan masuk angin. Tak hanya itu, Kanji Rumbi juga dipercaya bisa meningkatkan kekebalan tubuh karena mengandung beragam rempah di dalamnya.

5. Ie Bu Peudah

ie bu peudah
snowflakesmoon.blogspot.com

Kuliner khas Ramadhan di Aceh ini memang memiliki nama yang cukup unik. Ie Bu Peudah adalah bubur kanji yang resepnya turun temurun di Desa Beung Bak Jok, Kuta Baro, Aceh Besar. Hidangan ini biasa diolah oleh masyarakat sekitar secara gotong royong mulai dari setelah sholat Dhuhur hingga tiba waktu sholat Ashar.

Ie bu peudah ini membutuhkan setidaknya 44 jenis dedaunan atau rempah sebagai bahan utamanya. Misalnya seperti daun peugaga, daun muling, oen tahe, cape dan masih banyak lagi lainnya. Bahan-bahan tersebut menghasilkan cita rasa yang pedas sehingga makanan ini diberi nama Ie bu peudah yang berarti air nasi pedas.

Namun sayangnya, seiring perkembangan zaman, daun-daunan yang digunakan untuk membuat sajian ini semakin sulit untuk ditemukan. Sehingga beberapa penjual Ie bu peudah ini hanya bisa menggunakan beberapa rempah yang ada saja. Tapi jangan khawatir, karena rasa tidak terlalu jauh berbeda.

6. Lambai

Kuliner Khas Ramadhan di Aceh
m.medcom.id

Lambai juga menjadi salah satu kuliner khas Ramadhan di Aceh yang sangat banyak diicar. Sajian ini menggunakan bahan dasar daun peugaga yang mana memang tidak tumbuh sepanjang tahun.

Lambai juga dikenal sebagai urap khas Aceh, namun komposisinya sayurannya jelas berbeda. Selain daun peugaga, Lambai juga menggunakan bayam, terong, selada, kemangi, pohpohan, kenikir dan masih banyak lagi sayuran lainnya. Sayuran hijau ini kemudian dipotong-potong dan diaduk bersamaan dengan kelapa sangrai yang sudah diberi bumbu. Kemudian diberi perasa jeruk nipis.

7. Mie Caluek

Kuliner Khas Ramadhan di Aceh
reservasiku.com

Kuliner khas Ramadhan di Aceh yang terakhir ini adalah makanan berat bernama Mie Caluek. Mie Caluek ini sangat difavoritkan oleh masyarakat lokal terutama saat bulan Ramadhan. Mie ini terbuat dari mie tepung atau mie lidi yang kemudian dicampur dengan bihun lalu dibubuhi dengan kacang merah rebus, kerupuk mera, jengkol, tempe yang kemudian ditambahkan sambal kacang.

Beda halnya dengan Mie Aceh, Mie Caluek ini dihidangkan dengan cara yang unik yaitu dengan porsi yang kecil seperti nasi kucing dan pengunjung tidak bisa makan ditempat. Jadi, Anda yang ingin menikmati sajian ini, bisa langsung take away untuk dibawa pulang. Karena porsinya yang mungil, maka harga yang dipatok untuk seporsi Mie Caluek ini cukup terjangkau, yaitu Rp 1.000 hingga Rp 5.000 saja.

Nah, bagaimana nih GoTraveller? Pasti tertarik kan untuk mencoba langsung kuliner khas Ramadhan di Aceh ini. Jika Ramadhan ini Anda masih belum bisa pergi kesana untuk mencicipinya langsung, maka Anda pun bisa untuk mencoba membuatnya sendiri di rumah. Selamat mencoba.



Leave a Reply