21 Makanan Khas Jogja Sederhana Tapi Enaknya Kebangetan


Reni  April 6, 2018  0 Comments

Makanan khas Jogja sejak dulu selalu mampu menyisakan kerinduan bagi para warganya yang sedang merantau ke luar kota. Sebab, berbagai kulinernya memang menggugah selera, sehingga membuat mereka teringat kampung halaman.

Daerah Istimewa Yogyakarta memang kerap meninggalkan kesan tersendiri bagi tiap orang yang pernah mengunjunginya. Kekayaan budaya yang masih terjaga hingga kini, ditambah panorama alamnya sanggup membuat mereka terpesona dan ingin kembali lagi. Tidak hanya itu, sajian kuliner di kota tersebut pun selalu membuat mereka jatuh hati.

Rata-rata masyarakat Indonesia hanya mengenal gudeg sebagai santapan khas dari Jogja. Padahal, di samping hidangan itu masih banyak yang tidak kalah lezat, seperti:

Tiwul

Tiwul

inggitpra.wordpress.com

Makanan ini tidak hanya terkenal di Jogja, melainkan beberapa daerah lain di Indonesia, terutama Pulau Jawa. Meskipun tergolong jajanan pasar, tapi rasanya cocok di lidah masyarakat. Sehingga, tidak heran apabila tiwul mempunyai banyak penggemar dari berbagai kalangan. Di samping enak, alasan ia selalu diburu peminatnya adalah karena amat mengenyangkan.

Padahal, komposisinya sangat sederhana. Cuma singkong yang dijemur hingga kering atau biasa disebut gaplek, lalu ditumbuk dan dikukus sampai matang. Setelah itu, diberi taburan gula dan kelapa parut. Dulu, kudapan dari Gunungkidul tersebut pernah menjadi makanan pokok masyarakat sebagai ganti beras yang harganya terlampau mahal.

Seperti menyantap nasi pada umumnya, tiwul juga disajikan bersama sayuran dan lauk pauk. Saat ini, Anda bisa menjumpai penjual tiwul yang berdagang keliling di sekitar Jogja pada pagi hingga menjelang siang. Terkadang ada pula yang masih menjajakannya di sore hari.

review kuliner

Agrowisata Bhumi Merapi, Tempat Edukasi Hingga Swafoto. Ada Santorini Disini!

Museum Ullen Sentalu

Nasi Kucing

Nasi Kucing

gulalives.co

Orang Jawa lebih sering menyebutnya sego kucing. Kuliner yang berasal dari Jogja ini cukup fenomenal di Indonesia. Biasanya, diperdagangkan oleh para pemilik angkringan. Karena namanya nasi kucing, tentu porsinya menyesuaikan makanan hewan tersebut. Dengan nasi yang sedikit bersama lauk-lauk sederhana, seperti kering tempe, telur, ikan, ayam dan sambal.

Sehingga, terkadang pembeli tidak akan puas bila hanya menyantap satu bungkus saja. Walaupun tampak sederhana, namun rasanya mampu membikin ketagihan. Apalagi, harga dari sego kucing sendiri termasuk murah, yaitu Rp3.000-5.000,-.

Brongkos

Brongkos

kuliner.panduanwisata.id

Santapan ini berupa sayur yang terbuat dari kacang tolo, telur, tahu dan koyor dengan kuah berwarna hitam. Nuansa kaldunya diperoleh dari santan yang diberi kluwak. Rasa yang dihadirkan adalah gurih, tapi sedikit pedas karena selama dimasak bumbu cabai rawitnya dibiarkan utuh. Selain nasi hangat, biasanya brongkos didampingi lauk tambahan, seperti perkedel, tempe goreng, peyek dan kerupuk karak.

Di Jogja sendiri, terdapat banyak rumah makan yang menyediakan brongkos. Namun, yang pertama berdiri, yakni pada tahun 1973 ialah Warung Makan Bu Rini di Kampung Taman, Kelurahan Patehan, Kecamatan Kraton.

Sate Klatak

Sate Klatak

waktumakan.com

Hidangan ini kerap diburu oleh para wisatawan karena selain memiliki tampilan yang unik, rasanya pun bisa membuat ketagihan. Padahal, sebenarnya sate klatak hanyalah potongan daging kambing yang diberi bumbu rempah sederhana, seperti garam serta ketumbar dan ditusuk menggunakan jari-jari roda sepeda. Berbeda dengan sate biasa yang tusukkannya berupa lidi.

Benda tersebut dipilih karena mampu menghantarkan panas dengan baik. Sehingga, ketika proses pembakaran, bagian dalam daging dapat matang dengan sempurna. Makanan itu lebih enak disantap bersama nasi, kecap atau kuah gulai dan potongan cabai rawit. Kalau ingin mencicipinya, silakan datang ke Warung Sate Klatak Pak Pong yang terletak di Pasar Jejeran, Jalan Imogiri Timur.

Baca juga :  11 Makanan Khas Bukittinggi, Lezat dan Menggugah Selera!

Tempat makan tersebut buka setiap hari dari pukul 10.00-24.00.

Mangut Lele

Mangut Lele

Seperti namanya, sajian ini berbahan baku ikan lele yang diberi mangut, yaitu racikan bumbu dari berbagai rempah khas Jawa. Seperti, bawang putih, bawang merah, cabai, lengkuas, kunyit serta jahe. Lelenya sendiri tidak digoreng, melainkan dibakar dengan bilah-bilah bambu. Sehingga, akan mengeluarkan aroma yang sedap.

Warung Mangut Lele Mbah Marto adalah salah satu lokasi yang menyajikannya. Hidangan di sana memang terkenal sangat lezat. Apalagi, setiap pelanggan datang, Mbah Marto selalu menyambutnya dengan ramah dan akrab.

Jadah Tempe

Jadah Tempe

ksmtour.com

Makanan khas Jogja ini berasal dari Kabupaten Sleman atau tepatnya di daerah lereng Gunung Merapi, Kaliurang. Sesuai namanya, presentasi kuliner tersebut merupakan penggabungan antara jadah dan tempe. Sebagaimana yang telah disebutkan, jadah di sini merujuk pada penganan dari ketan. Sedangkan tempenya diberi bumbu bacem.

Santapan yang dulunya disukai oleh Sultan Hamengkubuwono IX itu dikemas dalam daun pisang. Jadi, setiap satu jadah, dilengkapi dengan satu tempe. Tapi, kini beberapa orang lebih suka memakan dua jadah dengan satu tempe dan dibuat saling menghimpit, sehingga menyerupai burger. Ketika dikunyah, keduanya menghadirkan rasa gurih dan lezat.

Menjadi ikon kuliner Kaliurang tidak membuat harga jadah tempe mahal. Justru sangat memahami isi dompet karena hanya berkisar antara Rp10.000-20.000,-.

Belalang Goreng

Belalang Goreng

belalanggorenghandayani.blogspot.co.id

Camilan tersebut sering dibawa pulang sebagai oleh-oleh, terutama bagi orang yang menyukainya atau penasaran dengan rasanya. makanan khas Jogja dari Gunungkidul, Yogyakarta ini menggunakan belalang kayu sebagai bahan utamanya. Sebab, sangat mudah ditemukan di daerah itu dan biasanya ada di semak-semak atau hinggap pada dahan pohon jati.

Menurut beberapa orang, setelah digoreng rasa dagingnya seperti udang. Memiliki tekstur yang gurih dan renyah, sehingga cocok dijadikan makanan ringan. Apalagi, telah dibumbui bawang putih, garam, ketumbar dan aneka rempah lain, semakin membuat kelezatan rasanya terasa. Sangat baik dikonsumsi karena serangga ini mengandung protein yang tinggi.

Anda bisa menemukan penjual belalang goreng di pinggir jalan, toko oleh-oleh atau langsung datang ke tempat produksinya di Gunungkidul.

Mie Lethek

Mie Lethek

shenindie.blogspot.co.id

Bagi penyuka olahan mie wajib mencoba hidangan yang satu ini apabila berkunjung ke Kota Pelajar. Namanya mie lethek, sajian yang diproduksi oleh masyarakat Bantul, tepatnya di daerah Srandakan. Mienya sendiri terbuat dari tepung tapioka dan gaplek. Bisa dimasak sebagai mie rebus ataupun mie goreng.

Dilihat dari tampilannya memang kurang menarik, apalagi memiliki warna yang kotor. Itu menjadi alasan kenapa dinamakan “lethek”. Tapi, dihasilkan secara alami, bukan melalui pewarna makanan atau bahan kimia. Meskipun demikian, dari segi rasa hidangan tersebut bisa dibilang juara. Telur bebek atau telur ayam kampung, aneka sayuran dan suwiran daging ayam juga turut menambah kelezatannya.

Sate Kere

Sate Kere

resepnusantara.id

Kuliner ini terbuat dari gajih sapi yang diberi rempah-rempah khusus, lalu dibakar hingga matang. Setelah itu, dihidangkan bersama sambal dan kecap manis. Aroma sajian yang bisa ditemui di selatan Pasar Beringharjo tersebut amat menggugah selera, begitu pula dengan rasanya. Sebenarnya, di Solo juga ada makanan dengan nama serupa.

Baca juga :  10 Angkringan Terkenal di Jogya Tempat Bernostalgia Bersama Teman

Tapi, bahan utama yang digunakan adalah tempe gembos serta menggunakan kuah santan.

Sego Abang Lombok Ijo

Sego Abang Lombok Ijo

anishidayah.com

Makanan tersebut berupa nasi merah yang dihidangkan dengan sayur lodeh cabai hijau. Lauk yang biasanya ikut meramaikan adalah gudeg daun pepaya, ayam goreng, tempe, tahu, botok, pepes dan empal goreng. Menghasilkan cita rasa yang pedas, tapi tetap gurih. Supaya lebih nikmat, kadang diberi sambal bawang.

Sego abang lombok ijo ini bisa dijumpai di warung Mbah Widji yang berlokasi di Jalan Pekam-Turi, Dusun Mangunan, Harjobinangun, Turi, Sleman.

Nasi Goreng Beringharjo

Nasi Goreng Beringharjo

sewamobildijogja.net

Masyarakat Jogja tidak asing dengan nama makanan ini. Pasalnya, kelezatan nasi goreng Beringharjo telah dibuktikan sejak tahun 1960. Kuliner hasil perpaduan Jawa dan Cina tersebut menggunakan bumbu yang didominasi oleh kecap dan bawang putih. Dalam satu porsi berisi banyak bahan, mulai dari irisan kol, potongan tomat, acar, daun seledri, telur dadar dan cabai sebagai pelengkap.

Anda bisa menemukan sajian itu di kawasan Pasar Beringharjo, Malioboro, Taman Sari serta Keraton Jogja.

Tengkleng Gajah

Tengkleng Gajah

nwgwow.blogspot.co.id

Kata “gajah” pada santapan ini bukan merujuk ke bahan yang digunakan, melainkan porsi penyajiannya yang cukup besar. Jadi, tengkleng gajah merupakan hidangan semacam sup dan gulai dengan isian daging, jeroan serta tulang kambing dalam porsi besar. Pada tulangnya, terdapat daging yang menempel dan sumsum yang tersembunyi.

Saat pertama kali masuk ke mulut mampu membuat Anda tidak berhenti mengunyah. Untuk menikmatinya, silakan datang ke Warung Tengkleng Gajah atau Warung Sari Roso Mulyo di Jalan Kaliurang.

Bakmi Jawa

Bakmi Jawa

masfebjalanjalan.blogspot.co.id

Merupakan sajian berupa bakmi yang diolah bersama bahan tambahan dan bumbu rempah khas Pulau Jawa. Ukuran mie pada hidangan tersebut lebih besar dibanding bakmi-bakmi lain. Dalam satu mangkuknya, terdapat irisan kembang kol dan daging ayam yang dipotong besar-besar. Untuk menghasilkan aroma yang sedap, ditambahkan pula bawang goreng di atasnya.

Proses pembuatan kuliner itu masih menggunakan metode tradisional, yaitu dengan arang. Pedagang bakmi Jawa bisa ditemukan dengan mudah, salah satunya Bakmi Pele yang bertempat di bagian tenggara alun-alun Jogja.

Soto Kadipiro

Soto Kadipiro

dito_sutarjadi yotagram

Kuliner yang telah ada sejak tahun 1921 ini memang tidak jauh berbeda dengan soto lainnya. Ada isian kol, tauge, seledri, suwiran ayam dan bawang goreng. Penyajiannya pun menggunakan nasi yang didampingi perkedel, tempe bacem, tahu dan sate. Tapi, yang membuatnya istimewa adalah bumbu penyedap soto tersebut diracik sendiri oleh Bapak Karto Wijoyo.

Selain menghasilkan cita rasa yang enak, menyantap hidangan di warung beliau bisa membawa Anda ke masa lalu Kota Jogja.

Bakmi Shibitsu

Bakmi Shibitsu

tanahnusantara.com

Berbeda dengan bakmi Jawa, hidangan ini memiliki tampilan yang lebih terang. Hal itu dikarenakan penggunaan kecapnya tidak terlalu banyak. Ada dua jenis mie yang digunakan, yaitu mie kuning dan bihun. Bakmi shibitsu biasa disajikan bersama potongan daging ayam dan taburan seledri. Kenikmatan rasanya bisa Anda temukan di Kedai Bakmi Shibitsu, Jalan Raya Bantul No. 106.

Rumah makan tersebut telah berdiri sejak 25 tahun lalu dan sampai saat ini selalu ramai dikunjungi pelanggan.

Oseng-oseng Mercon

Oseng-oseng Mercon

info-jogja.com

Kurang afdhol bagi penggemar kuliner pedas bila belum mencoba oseng-oseng mercon. Makanan ini pertama kali diperkenalkan pada tahun 1997 oleh Bu Narti. Sesuai namanya, tingkat kepedasannya sangat tinggi, seolah meledak dalam mulut seperti petasan. Pada dasarnya, hidangan tersebut berbahan utama tetelan daging sapi atau koyor yang dimasak dengan cara ditumis bersama cabai rawit.

Baca juga :  7 Jajanan Pedas Khas Garut Dengan Rasa Meledak di Mulut

Selain bahan itu, daging ayam, ati ampela, jeroan dan kikil juga sering digunakan. Untuk mengurangi rasa pedas di mulut, makanan khas Jogja ini bisa disantap dengan nasi putih dan aneka kerupuk.

Gatot

Gatot

yogyakarta.panduanwisata.id

Sama halnya dengan tiwul, camilan tradisional ini terbuat dari gaplek. Tapi, sebelum dikukus dan dihidangkan pada selembar daun pisang bersama toping parutan kelapa dan gula merah, gatot harus melewati proses fermentasi terlebih dulu. Sehingga menghasilkan jamur dan corak kehitaman yang unik di setiap bagiannya.

Makanan tersebut memiliki tekstur legit dan akan terasa manis begitu masuk ke mulut. Sebagian penduduk Jogja menyantap gatot jika bosan dengan nasi. Ia mudah ditemukan di sekitar objek wisata Gunungkidul. Biasanya, dijual dengan harga Rp10.000-20.000,-.

Geplak

Geplak

anvell_shop bukalapak

Salah satu oleh-oleh dari Jogja yang paling terkenal adalah geplak. Makanan khas Jogja berbahan dasar kelapa parut ini memiliki bentuk bulat dan warna-warnanya mencolok, seperti merah muda, kuning, hijau serta masih banyak lagi. Pada masa lalu, ia hanya tersedia dalam satu varian. Tapi, sekarang rasanya bermacam-macam, mulai dari coklat, vanila, nangka, durian dan lain-lain.

Teksturnya yang legit membuat masyarakat Jogja, khususnya Gunung Kidul kerap menjadikan geplak sebagai camilan. Untuk Anda yang ingin membawa jajanan tersebut pulang sebagai buah tangan bisa membelinya di hampir semua pusat oleh-oleh di sana.

Cenil

Cenil

dapur dina youtube

Kudapan yang bernama lain cethil itu sangat unik, baik dari bentuk maupun rasanya. Ada yang dibuat lonjong, bulat atau sekenanya. Seperti geplak, warna jajanan pasar tersebut juga bervariasi, namun yang paling umum adalah merah muda dan hijau. Cenil sendiri terbuat dari tepung saripati ketela yang diberi air hangat, kemudian dikukus.

Setelah masak, ia diberi taburan kelapa parut, sedikit garam, gula merah atau gula pasir. Itu membuatnya memiliki tekstur yang kenyal dan cita rasa manis. Apabila ingin mencobanya, Anda bisa pergi ke pasar-pasar tradisional di Jogja, seperti Pasar Kranggan atau 100 meter ke arah barat Tugu Jogja. Biasanya, penjual membuka lapak dari pukul 06.00-11.00 WIB.

Harga yang ditawarkan terbilang murah, cuma Rp2.000,-/bungkus atau sesuai permintaan pembeli.

Kipo

Kipo

carimasakankhas.blogspot.co.id

Mungkin nama makanan khas Jogja  masih asing di telinga Anda. Tapi, oleh masyarakat Jogja, terutama Kotagede, kipo biasa dijadikan camilan bersama secangkir kopi. Jajanan berbentuk lonjong itu terbuat dari tepung beras ketan yang diberi pewarna alami dari daun pandan. Lalu, ditaburi parutan kelapa dan gula jawa encer sebelum dibungkus.

Proses memasaknya masih menggunakan cara tradisional, yaitu di atas wajan dari tanah liat dan dipanaskan dengan arang. Tekstur yang dihadirkan begitu legit dengan cita rasa manis yang dominan.

Kicak

Kicak

tokodesaku.blogspot.co.id

makanan khas jogja ini hanya muncul setahun sekali, tepatnya pada bulan Ramadhan. Biasanya, kicak diburu oleh masyarakat sebagai takjil. Komposisinya sendiri, yaitu ketan yang ditumbuk halus atau dikenal dengan nama jadah, parutan kelapa, nangka, pandan, gula dan vanili. Proses pembuatannya dengan mencampur semua bahan, lalu dikukus.

Kudapan itu menghasilkan kombinasi rasa yang unik, yakni manis, asin dan gurih. Apalagi tekstur ketannya sangat lembut. Selain itu, aroma yang dihasilkan oleh pandan serta buah nangkanya pun mampu menggugah selera. Karena cukup mengenyangkan, kicak bisa menjadi pengganti energi Anda setelah menahan haus dan lapar selama seharian.

Ia cuma bisa dijumpai di kawasan Kauman, Kecamatan Gondomanan, Yogyakarta. Di mana setiap bulan puasa selalu ada pasar sore Ramadhan. Harganya mulai dari Rp2.000,-, cukup bersahabat dengan isi kantong, bukan?

Di antara kuliner dan oleh-oleh dari Kota Budaya di atas, adakah yang paling ingin Anda cicipi? Pasti bingung untuk memilihnya, sebab semua hidangan tersebut sangat lezat dan wajib dicoba ketika berburu makanan khas Jogja.



Leave a Reply

One Response
  1. candra says:

    lengkap banget min, saya sendiri lebih suka gudeg