Menyusuri Jejak Keraton Surabaya: Bukti Tangguhnya Surabaya di Masa Lampau

Keraton Surabaya

gizeline | Traveler
Surabaya, Jawa Timur, Indonesia | Historical Places
06 Mar 2020


Menyusuri Jejak Keraton Surabaya: Bukti Tangguhnya Surabaya di Masa Lampau
Tahukah kalian kalo kota se-modern Surabaya ternyata memiliki Keraton? Salah satu kawasan bersejarah ini hampir ngga terdengar keberadaannya. Untuk itu, simak cerita sejarah Keraton Surabaya ini yuk..

How to Get There

Kalo ngomongin soal keraton, yang ada dalam benak kalian pasti Keraton Yogyakarta atau Keraton Hadiningrat yang ada di kota Solo. Tapi, siapa sangka ternyata kota semetropolis Surabaya ternyata juga pernah mempunyai keraton? Well, sebelum aku cerita lebih lanjut soal Keraton Surabaya ini, aku akan kasih tahu dulu dimana lokasinya. 

Keraton Surabaya atau Kadipaten Surabaya ini berlokasi di Jalan Penghela, Alun-alun Contong, Surabaya. Lokasinya ngga jauh dari Kampung Lawas Maspati dan Tugu Pahlawan Surabaya

 

What to Do

Ngga banyak orang tahu soal keberadaan Keraton Surabaya ini guys. Aku pun baru tahu soal keberadaannya setelah mengunjungi Kampung Lawas Maspati, karena lokasinya berada ngga jauh dari sana. Keraton ini memang cukup asing bahkan selama aku sekolah pun belum pernah denger soal nama Keraton Surabaya ini.

Akhirnya, setelah beberapa hari sempet research, aku bisa menceritakan secara singkat mengenai Keraton Surabaya yang perlahan mulai terlupakan.

Keraton SurabayaGapura Keraton Surabaya diantara pertokoan

Cerita ini berawal dari pertempuran dengan tentara Mongol yang kemudian dimenangkan oleh Raden Wijaya. Pada tahun 1293, Hujung Galuh kemudian berubah menjadi Curabhaya yang memiliki arti keberanian menghadapi bahaya. Tak hanya berganti nama, sistem pemerintahannya pun menjadi kerajaan atau kekeratonan. 

Bertahun-tahun berlalu, Curabhaya ini menadi sebuah kawasan yang sangat tangguh. Lokasinya yang berada dekat dengan laut dan pusat kota yang berada di tepi sungai membuat daerah yang di pimpin oleh Pangeran Jayalengkara ini menjadi incaran Kerajaan Mataram. 

Kerajaan Mataram yang saat itu dipimpin oleh Sultan Agung berusaha menaklukan Surabaya karena saat itu Surabaya menjadi satu-satunya kawasan yang pertahanannya sangat kuat dan tak bisa ditaklukan. Serangkaian penyerbuan pun ia lakukan mulai tahun 1620 hingga tahun 1625, namun tak pernah berhasil.

Meskipun berulangkali gagal, Sultan Agung tak pernah kehabisan cara untuk menaklukan Surabaya. Pasukan Mataram kemudian membendung Kali Mas yang merupakan anak Kali Brantas, saat itu sungai ini menjadi sumber utama kehidupan masyarakat Surabaya. Mereka pun menenggelamkan ratusan pohon kelapa yang ditopang oleh bambu dimana di setiap pohon kelapanya diberi bangkai binatang. 

Akibat dari pembendungan Kali Mas tersebut, Surabaya jadi kekurangan air bersih dan krisis pangan. Air yang mengalir sangat sedikit dan sangat tercemar. Hal itulah yang membuat banyak penduduk yang terkena wabah penyakit hingga mati kelaparan. 

Karena ngga tega, Pangeran Jayalengkara pergi menemui Tumenngung Mangunoneng yang merupakan seorang Panglima Mataram untuk membongkar bendungan tersebut dibongkar. Saat itulah Pangeran Jayalengkara menyerah dan saat itu pula Surabaya menjadi milik Kerajaan Mataram.

Setelah Kerajaan Mataram berhasil menguasai Surabaya, sisa-sisa dari kejayaan Keraton Surabaya pun semakin memudar saat Belanda mulai masuk ke Surabaya. Surabaya akhirnya dijajah oleh Belanda di tahun 1755 sehingga pusat pemerintahan yang awalnya keraton pun diganti. Keraton Surabaya pun akhirnya dirubah oleh Belanda.

Keraton Surabaya

Meskipun belum ada bukti yang kuat tentang Kawasan Keraton Surabaya ini, namun diperkirakan Kawasan Keraton Surabaya ini dulunya meliputi kawasan Kebonrojo sebagai Taman Keraton, kawasan Tugu Pahlawan sebagai Alun-alun Utara dan Alun-alun Contong atau kawasan Baliwerti - Bubutan menjadi bagian dari Alun-alun Selatan.

Keraton Surabaya

Sekarang, udah hampir ngga ada lagi yang tersisa dari Keraton Surabaya ini. Kalian kalo berkunjung kesini, hanya bisa melihat gapura yang berada di depan gang. Sementara disekitarnya sudah berubah menjadi area pertokoan yang padat. Di area gang ini pun terdapat bangunan-bangunan tua yang terbengkalai dan beberapa bangunan tua yang berubah menjadi gudang. Kalo kalian suka fotografi, bangunan-bangunan tua ini bisa jadi spot foto yang menarik lho.

Keraton Surabaya
Keraton Surabaya
Keraton SurabayaBangunan-bangunan tua yang terbengkalai

Keraton Surabaya

So, segitu aja cerita soal Keraton Surabaya ini ya guys. Kalo kalian pengen berkunjung, bisa langsung dateng aja ke kawasan Kramat Gantung. Happy traveling!

Tips and Trick
  • Pengunjung sama sekali ngga dikenakan biaya tiket masuk.
  • Keraton Surabaya ini bisa dikunjungi setiap hari.
  • Jangan lupa bawa kamera untuk mengabadikan moment.
Where to Stay
SUGGESTED PARADISE
SUGGESTED CULINARY