ranisubagio | Tourist
Pariaman, Sumatera Barat, Indonesia | Beach Exploring
30 Aug 2016


Pantai Gandoriah Primadona bagi Wisatawan di Sumatra Barat
Nahh anda sedang berlibur di sumatera Barat...

How to Get There

Pantai Gandoriah berjarak sekitar 54,1 km dari pusat Kota Padang dan dapat di tempuh sekitar 1 jam 32 menit menggunakan motor maupun mobil, menunju Pantai Gandoriah bisa diakses dengan mudah menggunakan motor, mobil, bus atau pun transfotasi lainnya. Untuk bisa menikmati keindahan Pantai Gandoriah kamu diharuskan membayar tiket masuk sebesar Rp. 3.500.

Akses Menuju Pantai Gandoriah Sumatra Barat

 

Untuk akses ke Objek wisata Pantai Gandoriah ini sangat mudah, mobil, motor, bus dan kendaraan lainnya sangat mudah untuk menuju ke lokasi ini, dari kota padang jika anda menggunakan mobil sekitar 54,1 km bisa di tempuh sekitar 1 jam32 menit berkendaraan. 

Jika anda di luar pulau ingin berlibur ke Sumatra Barat, bisa naik pesawat dengan tujuan Bandara Internasional Minangkabau. Jarak Bandara ke kota pariman sekitar 28,6 km bisa di tempuh sekitar 46 menit, Jadi tidak perlu melewati kota Padang atau kota-kota di Sumatra Barat lainnya.

Semoga informasi ini berguna untuk anda yang sedang mencari referensi mengenai tempat wisata Pantai Gandoriah SumatraBarat.

What to Do

Mengunjungi Pantai Gandoriah di Propinsi Sumatra Barat. Ada beberapa obyek wisata yang bisa dikunjungi di Sumatra Barat yang harus anda kunjungi salah satunya adalah Pantai Gandoriah.

Pantai Gandoriah terletak di kota Pariaman, Provinsi Sumatra Barat. Selain keindahan alam pantai, pasir abu-abu dan halus, Ternyarta  Pantai ini memiliki sejarah beberapa orang pasti bertanya kenapa namanya Pantai Gandoriah? Singkat cerita.

Jaman dahulu di Pariaman hiduplah seorang pemuda yang bernama Anggun Nan Tongga atau bergelar Magek Durahman. Ibunya yang bernama Ganto Sani wafat setelah melahirkannya. Ayahnya pergi ke Gunung Ledang.  Lalu Ia diasuh oleh saudara perempuan ibunya yang bernama Suto Suri. Anggun Nan Tongga tumbuh menjadi pemuda yang tampan, cerdas , pandai mengaji, mahir bersilat dan berkuda serta pandai dalam ilmu agamanya. Dari kecil Anggun Nan Tongga sudah dijodohkan dengan Putri Gondan Gandoriah, anak dari mamaknya.

Pada suatu hari terdengar kabar bahwa Nangkodo Baha membuka gelanggang untuk mencarikan suami bagi adiknya, Intan Korong. Awalnya Suto suri tidak mengijinkan Anggun Nan Tongga untuk ikut serta, karena Anggun Nan Tongga sudah dijodohkan dengan Gondan Gandoriah. Tetapi akhinya suto suri pun mengalah. Digelanggang Angun Nan Tongga berhasil mengalahkan Nangkodo Baha pada setiap permainan menyabung ayam, menembak dan bermain catur. Tak terima dengan kekalahannya, Nangkodo Baha mengejek Anggun Nan Tongga karena membiarkan ketiga mamaknya ditawan oleh bajak laut di pulau Binuang Sati.

Nan Tongga bertekad untuk kembali menemukan ketiga mamaknya Mangkudun Sati, Nangkodo Rajo dan Katik Intan. Sebelum pergi Gandoriah meminta Nan Tongga untuk membawakannya benda dan hewan langka sebanyak 120 buah.

 

Nan Tongga pun berangkat dengan ditemani seorang sahabatnya Bujang Selamat. Setelah berlayar cukup lama, akhirnya mereka pun sampai di pulai Binuang Sati. Akan tetapi datang utusan Palimo Bajau , Raja pulau Binuang Sati untuk mengusir Nan Tongga dari pulau Binung Sati tetapi Nan Tongga menolak. Dan pertempuran pun pecah yang dimenangkan oleh Nan Tongga. Nan Tongga berhasil menemukan salah seorang mamaknya yaitu Nangkodo Rajo. Sedangkan dua mamaknya yang lain berhasil melarikan diri. Kemudian Nan Tongga mengutus Malin Cik Ameh untuk mengabarkan bahwa mamaknya telah selamat. Ketika sampai Malin Cik Ameh terpesona oleh tunangan Nan Tongga, Gondan Gandoriah. Ia pun mengarang cerita bahwa Nan Tongga telah ditawan oleh Palimo Bajau dan mengatakan bahwa Nan Tongga meminta ia untuk menjadi pemimpin dikampungnya.

Sementara di Koto Tanau, Nan Tongga menemukan mamaknya yang lain menjadi Raja disitu. Putri mamaknya memiliki seekor burung nuri yang pandai bicara. Nan Tongga mencoba memintanya, akan tetapi putri mamaknya mengisyaratkan bahwa Nan Tongga harus menikahi dirinya dahulu. Tak dapat menemukan cara lain akhirnya Nan Tongga menikahi putri mamaknya tersebut. Burung nuri tersebut lepas dari sangkarnya dan  terbang ke Pariaman untuk menemui Gandoriah memberi tahu bahwa Nan Tongga sudah menikah.

 

Akhirnya Nan Tongga tidak dapat menahan rindu akan kampung halaman dan tunangannya, Gandoriah. Ia meninggalkan istrinya yang sedang hamil. Mendengar kabar bahwa Nan Tongga sudah pulang, Gandoriah pun lari ke Gunung Ledang. Nan Tongga kemudian mengejar dan membujuknya untuk pulang, Gandoriah akhirnya luluh hatinya dan kembali bersama Nan Tongga. Ketika hendak menikah Nan Tongga mencari Tuanku Haji Mudo untuk meminta restu. Namun Tuanku Haji Mudo mengatakan bahwa Nan Tongga dan Gandoriah adalah saudara sepersusuan, karena Nan Tongga pernah menyusu pada ibunya Gandoriah. Dalam Islam berarti Nan Tongga dan Gandoriah tidak boleh menikah. Karena belum juga pulang keluarga mengutus orang untuk mencari Nan Tongga dan Gandoriah. Tetapi mereka hanya menemukan Bujang Selamat yang berkata bahwa Nan Tongga, Gandoriah dan Tuanku Haji Mudo  telah naik kelangit.

Menurut Bapak Murad Masri, kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Padang Pariaman periode 1983-1995, awalnya ada tiga opsi penamaan pantai Gandoriah sekarang ini yaitu, Pantai Piaman Indah, Pantai Angso Duo, dan Gandoriah. Dari ketiga opsi tersebut nama Gandoriah lah yang dipilih dan diresmikan sebagai nama pantai pada masa pemerintahan Bupati Zainal Bakar 1990-1994. Sebelum adanya nama “Pantai Gandoriah” di area pantai telah dahulu didirikan Hotel Nan Tongga pada tahun 1987.

Jadi, penamaan “Gandoriah” pada pantai ini bukanlah sesuatu yang asal akan tetapi melalui pertimbangan, dimana berdekatan dengan pantai yang telah didirikan Hotel Nan Tongga. Nama Nan Tongga sendiri diambil dari tokoh dari Kaba Minangkabau seperti yang telah diceritakan diatas. Nah, agar semakin menarik diberilah nama pantai tersebut “Gandoriah”.

Pantai Gandoriah merupakan pantai dengan panorama pulau-pulau kecil yang terletak di kota Pariaman, Pantai ini memiliki ke indahan pasir abu-abu dan kontur yang landai yang membuat pantai ini menjadi objek wisata popular di Pariaman.

Di area Pantai Gandoriah terdapat 6 pulau kecil-kecil yaitu Pulau Kasiak, Pulau Angso Duo, Pulau Tangah, Pulau Ujung, Pulau Gosong, dan Pulau Bando yang bisa anda singgahi dengan waktu tempuh sekitar 20 menit.

Pulau Kasiak

Pulau Angso Duo

Pulau Tangah

Pulau Ujung

Pulau Gosong

Pulau Bando

Selain Wisata Pantai Gandoriah, tempat ini sering di gunakan sebagai tempat acara maupun festival kebudayaan Masyarakat Minangkabau. Dan setiap tahun diadakan pembuangan Tabuik ke laut yang dilaksanakan saat matahari terbenam pada tanggal 10 muharram. Pada pesta ini terdapat dua komunitas Tabuik yaitu Tabuik Pada dan Tabuik Sumbarang yang di arak keliling kota dengan tujuan akhir di PantaI Gandoriah sebelum di buang ke laut.

Di Pantai Gandoriah ada berbagai macam aktifitas yang bisa anda lakukan saat anda berlibur dan berkunjung ke pantai dengan teman, keluarga, dan orang tersayang, di sini anda bisa melakukan surfing, diving, berenang, memancing, dan di tempat ini anda bisa menyewa perahu nelayan atau speed boat untuk menyusuri pulau-pulau di lautan lepas pantai. Pulau yang menjadi tujuan Wisatawan utama yaitu Pulau Anso Duo yang di bangun dengan kosep wisata keluarga dan religi.

Fasilitas

Di sini wisatawan bisa menikmati sepuasnya keindahan Pantai Gundoriah dengan berjalan kaki maupun dengan menggunakan kendaraan roda 2 dan roda 4. Hal itu di dukung karena fasilitas jalan yang menghubungkan Pantai Gundoriah dengan objek Wisata pantai yang ada di sekitar Pantai Gundoriah. Selain  itu di sini anda tidak perlu khawatir saat tidak membawa bekal makanan maupun minuman, karena di area Pantai Gundoriah terdapat banyak penjual minuman dan makanan khas kota Pariaman yang di tawarkan oleh penjual.

 

Pantai Gundoriah yang berpasir abu-abu sangat indah yang membuat anda merasa nyaman jika anda berada di Pantai ini karna pemandangannya yang eksotis. Dan di sekitar Pantai ini anda bisa duduk bersantai sembari menikmati pemandangan pantai dan menyeruput air kelapa muda. Seru bukan berkunjung ke Pantai Gundoriah nan eksotis ini ?

Ayo!!! Berkunjung ke Pantai Gandoriah dengan teman, keluarga, dan orang tersayang ke Pantai Gandoriah dan buat pengalaman baru berkunjung ke Pantai Gandoriah yang kaya akan keindahan Pantai, hamparan pasir abu-abu dan ombak yang cukup besar.

Tempat yang seru bukan? Untuk membuat moment kebersamaan anda dengan orang tersayang.

Keindahan Pantai Gandoriah akan sangat  terasa jika matahari mulai tenggelam di sisi barat. Secara perlahan matahari tenggelam di lautan, cahaya keemasan berpendar di horizon membuat anda kagum dan takjub akan ke indahan Pantai Gandoriah yang eksotis ini.

Itulah cerita tentang keindahan Pantai Gandoriah, yang membuat anda takjub akan kebesaran dari Bumi Pertiwi Indonesia.

 

 

 

Tips and Trick
  1. Anda suka bermain pasir di pantai, entah itu hanya berjalan-jalan, berjemur, atau membuat kastil dari pasir? Tapi, Anda tak ingin kan pasir-pasir yang melekat di kaki mengotori mobil Anda? Triknya, taburkan bedak bayi di kulit Anda dan semua pasir akan rontok.
  2. Ketika wisata keluarga dan anak-anak kecil ikut, mereka pasti juga akan tergoda bermain di air. Triknya, bawalah kolam khusus anak dan pompa kemudian tempatkan kolam ini di tempat yang aman dan dalam pengawasan.
  3. Pasti menyebalkan ketika sedang di pantai dan sandal jepit Anda rusak. Anda bisa membawa sandal 2 agar saat sandal anda putus bisa memakai sandal yg anda bawa tadi.
  4. Bawalah air mineral dalam botol isi ulang. Sebab, Anda mudah terkena dehidrasi di pantai terutama saat terik matahari.
  5. Benda lainnya yang wajib dibawa tentu saja kamera untuk mengabadikan momen liburan Anda. Lalu kacamata hitam, baju renang, baju ganti, dan sandal jepit. Tak ada salahnya Anda membekali diri dengan plester luka, juga obat-obatan pribadi.
  6.  

    Disini saya ada video mengenai “Pantai Gandoriah” yang membuat anda takjub karna suasana alam dan keindahannya yang harus anda coba dan anda ketahui.

    Anda penasaran???

    check this out -> 

                             

    *Picture that I use in Review is not mine , i take it from google , thank you.

Where to Stay
SUGGESTED PARADISE
SUGGESTED CULINARY