1,607 views | 1 Likes

Menjelajahi Pantai Kuta Lombok

3 star (from 2 people)
Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat, Indonesia
Category: Beach Exploring

Posted on 04 November 2016, 15:08:41
sendi
Sightseeing

Mumpung weekend, kami berempat bergegas untuk menjelajahi Pantai Kuta yang letaknya di Desa Kuta, Kecamatan Pujut, Kabupaten Lombok Tengah.

How to Get There

Pantai Kuta ini dari Mataram berjarak sekitar 72 km ke arah Tenggara.

Kami memilih menggunakan taksi yang dapat disewa harian (bisa juga menyewa mobil atau ikut tour) karena angkutan umum jarang ada serta harganya pun relatif mahal.

Petunjuk jalan ke lokasi Pantai Kuta ini sudah cukup jelas, sehingga memudahkan perjalanan kami.

 

 

 

 

What to Do

Di pantai ini terlihat ada deretan bukit yang menjorok ke laut. Pantai ini masih sepi pengunjung sehingga perpaduan antara bukit, laut, butiran halus pasir putih serta suasananya yang tenang merupakan daya tarik tersendiri dari pantai ini.

 

Sampai di jalan masuk lokasi Pantai Kuta ini, kami langsung disuguhi dengan area yang dipenuhi dengan batu karang. Setelah kami berjalan sekitar 50 meter, baru terlihat hamparan pasir putih dari Pantai Kuta ini. Acara kami hari ini hanya berkeliling pantai sambil bersantai-santai.

 

   

 

Dari kejauhan, kami melihat ada beberapa pengunjung yang bermain jetsky, banana boat, windsurfer serta berselancar. Berdasar info dari ibu yang berjualan di warung, fasilitas tersebut disediakan oleh hotel berbintang yang berada di bibir Pantai Kuta ini.

 

Oh iya, ibu penjual di warung juga berkata bahwa sekitar bulan Februari atau Maret, di pantai ini ada festival tahunan yang diadakan masyarakat Sasak, namanya tradisi Bau Nyale. Beliau menjelaskan bahwa Bau Nyale merupakan tradisi menangkap cacing laut yang memiliki nama latin eunice fucata.

 

Hujan deras di malam hari, kilat, petir serta angin kencang merupakan pertanda bahwa akan diadakan tradisi Bau Nyale. Menjelang nyale keluar, pada malam hari hujan deras serta angin kencang akan reda, berganti hujan rintik. Nyale bisa muncul pada dini hari hingga menjelang subuh.

 

Biasanya cacing laut ini muncul di 16 titik di sepanjang pantai selatan Kabupaten Lombok Tengah, namun Pantai Kuta Lombok dan Pantai Seger ini yang paling sering di datangi pengunjung yang ingin melihat festival ini.

Berdasar kepercayaan masyarakan Sasak, cacing yang ditangkap ini berhubungan dengan kesejahteraan dan keselamatan karena semakin banyak cacing yang ditangkap, semakin subur tanah sawahnya sehingga hasil panennya pun memuaskan. Ada juga yang menggunakan cacing ini sebagai lauk bahkan sebagai obat kuat juga.

 

   

 

Tradisi Bau Nyale ini didasarkan juga pada legenda Putri Mandalika yang khususnya berkembang pada masyarakat Sasak di Kecamatan Pujut. Dahulu kala ada sebuah kerajaan di Lombok, putri kerajaan itu sangat cantik dan arif, namanya Putri Mandalika. Karena kecantikannya itu, banyak pangeran kerajaan lain yang meminangnya sebagai istri. Putri Mandalika tidak pernah menolak satupun pinangan pangeran-pangeran itu agar tidak terjadi pertumpahan darah. Akhirnya Putri Mandalika memilih untuk menenggelamkan dirinya ke dalam laut, kemudian ia muncul kembali dengan wujud nyale.

 

Mendengar cerita ibu tersebut, kami jadi ingin mengikuti tradisi Bau Nyale juga, sayangnya kami perginya di bulan Oktober kemarin.

Semoga lain hari bisa ikut tradisi Bau Nyale ini.

Tips and Trick

  • Lebih nyaman menggunakan kendaraan pribadi karena waktunya bisa lebih flexible
  • Bila mengajak anak kecil, pastikan bahwa mereka diawasi secara ketat, agar tidak ada kecelakaan/musibah.
  • Tidak perlu khawatir kalau lapar karena di sekitar pantai ada warung dan penjaja makanan. Bisa juga bawa perbekalan dari rumah
  •  

Gallery (0)

Comments (1)