Berlibur dengan Sensasi Raja Ampat di Pantai Teluk Asmara

pantai teluk asmara

serlievidia | Sightseeing
Malang, Jawa Timur, Indonesia | Beach Exploring
13 Jan 2019


Berlibur dengan Sensasi Raja Ampat di Pantai Teluk Asmara

How to Get There

Salah satu destinasi wisata Kota Malang yang menarik perhatian adalah pantainya, tak terkecuali Pantai Teluk Asmara. Pantai yang terbilang baru resmi menjadi tempat wisata sejak 2017 ini tak kalah dengan pantai-pantai yang ada di kawasan Malang Selatan. Putihnya pasir yang sangat kontras dengan birunya laut serta jajaran pulau-pulau kecil inilah yang menjadi khas pantai ini sehingga banyak orang yang menyamakannya dengan Raja Ampat. 

Pantai ini terletak di Desa Tambakrejo, Kecamatan Sumbermanjing Wetan, Kabupaten Malang, Jawa Timur. Lokasinya sekitar 70 km dari Alun-alun Kota Malang. Untuk menuju ke pantai ini, terdapat dua rute yang bisa ditempuh, yaitu rute Malang-Kepanjen dan rute Malang-Turen.

Rute yang pertama adalah rute Malang-Kepanjen. Rute ini sedikit lebih jauh daripada rute kedua. Jika Anda memilih rute ini, Anda akan melewati Gondanglegi-Pagelaran-Bantur-Srigonco. Kemudian ketika sampai di perempatan Balekambang, belok kiri ke arah Goa Cina. Sekitar 1 km setelahnya maka Anda akan mendapati gerbang yang menandakan Anda telah sampai di Pantai Teluk Asmara. Meski jalanan yang diambil sedikit lebih jauh, namun Anda dapat menikmati beberapa pantai sebagai referensi destinasi wisata selanjutnya.

Sedangkan untuk rute kedua adalah Malang-Turen. Jika Anda mengambil rute ini, maka ketika menemukan persimpangan arah Pantai Sendang Biru, ambil arah menuju Pantai Goa Cina dan Pantai Teluk Asmara terletak di kiri jalan sebelum Pantai Goa Cina.

Bulan lalu, saya dan teman-teman kuliah mengunjungi pantai ini. Kami berangkat dengan menggunakan 3 mobil. Dua mobil berangkat melewati rute pertama dan mobil ketiga melewati rute kedua. Benar saja, mobil ketiga, yang saya tumpangi tiba terlebih dahulu. Ketika sudah sampai di gerbang masuk pantai, kita akan disambut tulisan selamat datang seperti berikut.

Tulisan selamat datang di gerbang masuk Pantai Teluk Asmara
sumber foto : google

Dari gerbang masuk ke arah parkir tidak jauh, mungkin sekitar 500 m. Akses jalannya sudah dapat dilewati oleh mobil, namun jika musim hujan, jalanan sangat becek. Sehingga perlu kemampuan memarkir kendaraan yang baik karena peluang ban selip sangat besar. Selain itu, penataan mobil yang parkir juga menyesuaikan kondisi tanah.

Tempat Parkir Kendaraan Beroda Empat

Untuk harga tiket masuk sangat terjangkau yaitu Rp.10.000 per orang. Sedangkan tarif parkir adalah Rp. 5.000 untuk kendaraan roda dua dan Rp.10.000 untuk kendaraan roda empat, sangat terjangkau  jika dibandingkan dengan keindahan pantainya. 

 

What to Do

Dari parkiran, kami perlu berjalan melewati tangga menuruni bukit menuju pantai. Pada saat di tangga inilah, kami disuguhi oleh pemandangan yang begitu indah karena melihat laut Teluk Asmara dari atas sehingga terlihat hamparan laut biru dan pulau kecil yang jadi spot foto khas pantai ini. Kami pun menyempatkan diri berfoto dengan latar pemandangan tersebut. Berikut adalah foto-foto yang kami ambil dari atas bukit.

 

Foto-foto yang kami ambil dari atas bukit

Untuk tangga akses menuju pantai sudah bagus sehingga tidak licin ketika musim hujan. Namun karena jumlah anak tangga cukup banyak, perlu tenaga yang cukup agar tetap bisa berhati-hati. Apalagi jika teman-teman membawa orang tua, harap dibimbing karena cukup curam. 

Foto tangga akses penghubung parkiran dan  pantai 

Sesampainya di bawah, kami pun langsung mencari tempat teduh untuk menggelar tikar dan memilih tempat di bawah pepohonan. Meski teduh, tempat tersebut berbatasan langsung dengan pantai sehingga pemandangan apik pantai dan laut tetap bisa kami nikmati. Terlihat cukup banyak orang yang sudah memadati tepi-tepi pantai. Namun karena baru menginjak tahun kedua dibuka, pengunjung masih tidak terlalu padat sehingga pantai ini bersih dan nyaman.

Tempat  kami menggelar tikar

Karena matahari semakin terik, saya dan teman-teman cewek pun segera menggelar tikar dan menyiapkan makan siang. Sementara teman-teman cowok sedang mendengarkan Bapak Penjaga Pantai bercerita. Kebetulan saat kami tiba di tempat, beliau sedang duduk-duduk seorang diri. Ohya, sebenarnya di pantai ini sudah ada orang berjualan, namun jumlahnya juga tidak terlalu banyak. Kami lebih memilih bekal makanan dari rumah karena menunya sudah disepakati. Selain itu, kalau memasak sendiri untuk jumlah banyak pun jadi lebih hemat ketimbang beli. Kertas minyak pun mulai ditata di atas tikar dan nasi dan lauk pun dibagikan. Walau menu sederhana, kesan kebersamaannya sangat terasa. Setelah makan semua sampah jangan lupa dikumpulkan untuk dibuang di tempat sampah,ya!


Teman-teman sedang mendengarkan cerita Bapak Penjaga Pantai




Foto kami makan siang!

Setelah kenyang, kami pun mulai mengeksplor pantai. Beberapa dari kami memilih bermain air, duduk-duduk di atas pasir, dan mengambil objek foto. Bagi kalian yang ingin bermain air, ombak laut pantai ini cukup tenang karena posisi pantai yang dikelilingi oleh gugusan-gugusan pulau kecil sehingga arus ombak tidak terlalu besar. Sayang sekali kami sampai sana terlalu siang sehingga matahari sedang tepat di atas kami. Meski sedang sangat panas-panasnya kami tetap berfoto di sekitaran pantai. Suasana di sana cukup menyenangkan, terlihat beberapa anak bermain sepak bola di dekat kami yang duduk di atas tikar. Pengunjung yang tepat di sebelah kami sepertinya sedang mengadakan pertemuan keluarga besar. Beberapa kali terlihat mereka sedang bermain game dan diberlakukan hukuman juga bagi yang kalah. Sedangkan dari kejauhan terdengar suara sound system dan beberapa orang berjoget mengikuti irama. Berikut foto-foto yang sempat saya ambil.Seru sekali melihatnya. Saya sendiri lebih tertarik untuk mengabadikan pemandangan. Jadi saya berjalan menyusuri pantai sambil membidik yang menurut saya menarik. Berikut foto-foto yang saya ambil.

 







 


Kami berfoto saat laut mulai surut

Ketika laut mulai surut, terumbu karang dan biota laut terlihat. Tempat ini ideal bagi kalian yang senang dengan alam karena kondisi alamnya yang masih alami. Tak sedikit pengunjung yang memilih pantai ini sebagai tempat camping. Namun, karena masih dalam proses pengembangan, belum tersedia tempat penginapan atau vila, sehingga bagi kalian yang tertarik dapat bermalam di tenda. Karena di pantai ini masih belum ada listrik, maka untuk berkemah di sini harus menyiapkan berbagai perlengkapan yang lengkap. Tenang saja, pantai ini sudah menyediakan beberapa fasilitas pokok, seperti: kamar mandi, warung, dan tempat ibadah. 


Fasilitas Musala

Meski tempatnya tidak terlalu luas, namun dapat dimanfaatkan untuk menunaikan ibadah wajib bagi kaum muslim. Yang unik dari musala ini adalah tempatnya tidak sejajar dengan pantai sehingga kita harus menaiki anak tangga. Sayangnya, karena tempatnya yang tidak terlalu luas, tempat wudlu pun seadanya, yaitu di depan musala dan tempatnya terbuka. Hanya terdapat dua kran di sana sehingga bagi teman-teman rombongan dapat shalat secara bergantian karena kapasitas musala kurang lebih cukup untuk 8 orang saja.  

Fasilitas Toilet

Toilet di pantai ini terbilang cukup banyak dan bersih. Sehingga dapat dimanfaatkan untuk bersih diri setelah bermain air. Selain itu, mengingat tempat wudlu yang terbuka, bagi beberapa orang yang tidak nyaman dengan kondisi tersebut, dapat mengambil wudlu di toilet karena jaraknya tidak jauh. Harap berhati-hati karena tangga untuk menuju ke musala cukup licin karena belum ada pegangan. 

Sekitar 10 meter dari toilet, terdapat warung yang menjual nasi, makanan ringan dan lain-lain, sehingga jika kalian tidak membawa bekal, kalian dapat membeli di warung ini.


Warung yang menjual makanan

Bagaimana, tertarik ke sini guys? banyak pantai yang berjajar sepanjang jalan menuju pantai ini, sehingga kalian yang meluangkan waktu lebih ke sini dapat mampir juga ke pantai malang selatan lainnya, seperti Pantai Goa Cina, Pantai Clungup, dll. 

 

Tips and Trick

1.Bawa bekal makanan dari rumah, karena jumlah warung belum begitu banyak. 

2. Jika ke sini ramai-ramai, kalian bisa membawa tikar/hammock dan permainan seperti uno, kartu bridge, agar dapat dimainkan bersama sambil menikmati keindahan pantai.

3. Bawa kantong plastik untuk wadah pengumpulan sampah sebelum dibuang ke tong sampah. 

4. Bawa baju ganti secukupnya.

5. Jika musim hujan, jangan lupa untuk membawa payung atau jas hujan karena jarak parkir dengan pantai tidak terlalu dekat.

6. Jika berniat untuk bermalam, jangan lupa membawa perlengkapan camping lengkap, seperti tenda, lampu, dan kompor.

7. Bagi kalian yang berniat mengajak kerabat atau keluarga yang sudah berumur harap dipertimbangkan lagi mengingat medan menuju pantai dari tempat parkir harus jalan kaki dan naik turun tangga yang cukup curam.

8. Siapkan tongsis dan peralatan foto untuk mengabadikan keindahan tempat ini.

9. Berangkat pagi agar tidak terlalu terik ketika di sana.

10. Kalau lagi main-main di pantai, sunblock is a must!

 

Where to Stay
Karena belum tersedia penginapan di sekitar sana dan juga jauh dari pemukiman penduduk, kalian bisa bermalam dengan mendirikan tenda.
SUGGESTED PARADISE
SUGGESTED CULINARY