102 views | 0 Likes

Nasi Padang Pariaman Jaya Tak Pernah Gagal Bikin Perut Bahagia.

0 star (from 0 people)
Gresik, Jawa Timur, Indonesia
Category: halal

Posted on 22 February 2020, 11:00:00
Zulfa
Tourist

Di Gresik banyak penjual nasi padang tapi ada satu yang terenak dan nggak gagal perut bahagia, apalagi kalau buka Nasi Padang RM Pariaman Jaya.

Culinary Detail

Kalau biasanya weekend ngikutin kuliner kesukaan anak, kali ini saya ngikutin kuliner kesukaan suami, masakan padang. Sebagai emak emak solehah, saya nurut saja ya, kalau nggak nurut suami ya  nurutsi kecil. Tapi tak jarang pula, saya yang nentukan. Me time lah.

Di Gresik sendiri banyak sekali penjual nasi padang, mulai dari yang terkenal sampai yang rumahan. Tapi diantara banyaknya nasi padang di Gresik, ada satu rumah makan padang terenak yang nggak gagal perut bahagia, apalagi kalau buka Nasi Padang RM Pariaman Jaya.

Meski letaknya yang sedikit jauh dari rumah,sekitar 8 KM,  kami rela panas panasan datang kemari hanya untuk menikmati sepiring nasi padang. Nasi padang RM Pariaman Jaya berada di Jalan Raya Permata Suci (PPS). Berada di seberang toko Mida kids.




Seperti biasa, ketika datang kemari rumah makan ini nggak pernah sepi. Meski rumah makannya tidak terlalu besar, tapi lumayan pelanggan datang terus menerus. Ada yang datang bersama teman kantor, keluarga atau datang sendiri.

Seelah sampai, saya pesan dua piring. Untuk saya dan suami. Nasi diguyur dengan bumbu rendang, bumbu kare kemudian ditambahkan daun singkong, sayur tewel atau gori. Kemudian ditambahkan 3 macam sambal, ada sambal hijau, sambal merah dan sambal campuran. Campuran bumbu dan aneka sambal ini menjadi hal yang standar disini.













Untuk lauk, saya mengambil menu seafood yakni kare cumi cumi dan udang goreng. Sedangkan untuk suami, tentu saja mengambil menu kegemarannya rendang daging dan perkedel. Untuk minum saya memesan es teh dan es jeruk.










Untuk nasi teksturnya pas, tidak pulen juga tidak terlalu perah. Rasa bumbu dan rempahnya terasa tapi tidak terlalu kuat. Pedas & sangat gurih tentu saja. Pernah sih, makan nasi padang, yang rempahnya terlalu kuat sampai terasa pahit di lidah. Kalau di RM Pariaman Jaya rasanya pas di lidah, nggak bikin bosen, meski sering sering datang kemari. Untuk urusan aroma, jangan ditanya bikin nggak berhenti ngunyah. 

Sebenarnya makan nasi dengan aneka bumbu serta sambal, dimakan sama krupuk saja dah enak banget. Tapi nggak lengkap juga tanpa menikmati lauk pauknya yang juga menggoda lidah. Untuk cumi cuminya, enak dan nggak alot. Enak dikunyah. Cumi cuminya diisi dengan tahu yang dihancurkan dan rasa kare cumi merasuk hingga kedalam tahu. Untuk udangnya, pas gorengnya nggak terlalu kering. Jadi masih ada rasa juicy gurih dalam udang goreng.







Saya juga mencicipi rendang dalam piring suami. Enaknyo. Bumbunya meresap kedalam daging. Tektur daging juga pas, nggak terlalu keras dan juga nggak terlalu prul. Ngunyahnya terasa enak.

Untuk sambalnya pedasnya berteman dengan lidah. Nggak pedes banget yang sampai nangis nangis gitu. Meski tercampur dengan berbagai bumbu, mulai bumbu rendang, bumbu kare dan juga sambal, rasanya tetap enak. Nggak aneh. Semua bumbu dan rempah mixed menjadi rasa yang selalu bikin balik lagi. Nggak salah jika rumah makan padang Pariaman Jaya memiliki banyak pelanggan. Saya datang jam 12, pas makan siang, beberapa menu sudah habis. Kalau datang kemari dan ingin menikmati menu lengkapnya, sebaiknya datang jam 10 siang.

 Nah, untuk seporsi nasi padang milik saya dengan lauk cumi dan udang hanya Rp. 28.000. Begitu pula dengan pesanan suami, dengan lauk rendang daging dan perkedal hanya Rp. 28.000. Untuk es teh dan es jeruk berukuran Jumbo, cukup murah keduanya saya hanya membayar Rp. 12.000

Asyik berbincang dengan ibu yang asli Padang, dia minta saya cobain telur dadar. Memang setiap kali ke masakan padang, bisa dibilang saya tidak pernah mengambil telur dadar. Bagi saya tidak ada yang spesial dengan telur dadar.




Nah, sih ibu ini baik. Setelah bayar total Rp. 68.000, dia langsung ambil telur dadar, minta saya untuk mencobanya. Saya pun tak bisa menolaknya. Oh my God, rasanya enak banget, nggak seperti telur dadar yang saya kira selama ini. Jadi telurnya ini dikasih bumbu juga,  ada rasa bumbu yang kuat di dalamnya. Gurih.  Next time kalau kesini lagi bakalan ambil telur dadar.

Opening Hours

Jam 10 - Habis

Gallery (11)

Comments (0)