275 views | 2 Likes

Pura Jagatkarta, Merasakan Nuansa Bali di Kaki Gunung Salak

4 star (from 2 people)
Bogor, Jawa Barat, Indonesia
Category: Meet Locals

Posted on 26 September 2018, 13:17:52
sandal
Tourist

Kawasan Pura Jagatkarta ini ternyata ngga langsung tampak dari jalanan besar. Kamipun tiba di parkiran yang ada di sisi kanan kiri jalan. Parkiran...

How to Get There

Jalan-jalan ke Bogor memang selalu identik dengan pergi ke air terjunnya. Wajar aja sih, karena Bogor dikenal dengan sebutan Kota dengan seribu air terjun. Beberapa waktu lalu, saat jalan-jalan ke Bogor, saya pergi ke beberapa air terjun atau yang biasa disebut dengan curug, antara lain Curug Luhur dan Curug Cilember. Menurut saya, curug di Bogor itu keren semua dan ngga ada yang ngga keren. So, kemarin saya mutusin buat jalan-jalan ke Bogor lagi sekalian visit saudara yang ada disana.

Saat udah di Bogor, saudara saya ngajakin jalan-jalan ke sebuah pura yang ada di kaki Gunung Salak. Saya pun excited karena saya bosen kalo harus jalan-jalan ke air terjun atau taman-taman yang ada di Bogor. Hehehe..

Pura itu bernama Pura Jagatkarta dan lokasinya di kaki Gunung Salak tepatnya di Ciapus. Kalo kata sodara saya sih pura ini selain digunakan sebagai tempat ibadah, juga punya pemandangan yang keren banget. Ngga perlu nunggu lama, kami pun segera berangkat kesana.

Meskipun lokaisnya ada di Kaki Gunung Salak, tapi akses untuk menuju kesana ngga susah lho. Kalian bisa menuju kesana dengan menggunakan kendaraan pribadi ataupun transportasi umum. Kalo kalian dari Jakarta, kalian bisa naik KRL menuju Stasiun Bogor. Lalu dari Stasiun Bogor, bisa dilanjutkan menuju BTM dengan angkot hijau. Dari BTM, tinggal nyebrang dan dilanjut dengan angkot biru BTM - Ciapus. Biasanya angkot ini berhenti di pertigaan Plang Pura Jagatkarta. Dari pertigaan ini, kalian bisa lanjut dengan menggunakan ojek menuju ke pura.




 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Tapi, saran aku kalo kalian ngga pengen ribet kalian bisa naik kendaraan pribadi aja kesananya. Karena kebetulan kemarin ada motornya sodaraku, jadi kita berdua naik motor deh. Hehehe..



What to Do

Kawasan Pura Jagatkarta ini ternyata ngga langsung tampak dari jalanan besar. Kamipun tiba di parkiran yang ada di sisi kanan kiri jalan. Parkiran ini merupakan titik pemberhentian terakhir pura dan perjalanan dilanjutkan dengan jalan kaki menaiki tangga. Sementara di kawasan luar pura, ada pondok yang memang disediakan untuk tamu wajib lapor untuk jemaat yang akan melakukan ibadah maupun berdoa. Saya melihat ada gerbang besar yang menyambut para tamu yang datang. Lalu ada petugas yang ngasih intruksi ke kita sesuai dengan kebutuhan kedatangan. 

Semua pengunjung yang datang, entah itu untuk beribadah ataupun hanya untuk berwisata, wajib menggunakan selendang di pinggang dan melepas alas kaki. Ohya, masuk ke Pura Jagatkarta ini tidak dikenakan biaya sama sekali alias gratis. Tapi kalo misalnya kalian mau bayar retribusi seikhlasnya juga bisa, disini udah disediakan kotak. Di dalam kawasan pura ini, ada 3 buah bangunan menyerupai candi. Pada bangunan candi yang paling tinggi terdapat 2 ornamen naga yang menggunakan mahkota yang konon katanya teman dari Prabu Siliwangi. Bangunan ini juga merupakan gapuran atau pintu masuk ke dalam area pura yang lainnya. Sayangnya, ngga semua orang boleh masuk ke area tersebut. Konon, pura ini menjadi tempat penyembahan terhadap Prabu Siliwangi yang merupakan seorang raja terkenal di Kerajaan Padjajaran. Disana juga ada patung Ganesha yang berukuran besar sebelum memasuki area pura.



Pura Jagatkarta ini diketahui dibangun pada tahun 1995 dan menyuguhkan keindahan yang luar biasa. Selain itu, nuansa Bali yang kental sungguh terasa di kawasan pura ini. Ditambah lagi dengan sejuknya udara dari Gunung Salak membuat siapapun yang datang kesini akan merasakan ketenangan yang luar biasa. Rasanya seperti segala kepenatan yang sebelumnya ada di kepala tiba-tiba sirna. Jadi betah banget berlama-lama disini.

Para pengunjung sebernya dilarang masuk ke pura utama karena tempat ini memang dikhususkan bagi pengunjung yang akan beribadah. Pada saat-saat tertentu atau saat hari raya umat Hindu dan peringatan hari upacara agama hindu, Pura ini selalu ramai dikunjungi para jemaat untuk melakukan ibadah. Sayangnya, saat hari-hari besar tersebut pura ini di tutup untuk kunjungan umum agar umat Hindu lebih khusyuk beribadah. Pada hari-hari biasa, pura ini dibuka untuk umum mulai pukul 11.00 - 15.00 WIB. Jadi, kalo kalian datang tidak pada jam-jam tersebut, jangan harap bisa masuk ya.






Tips and Trick

  • Bawa kendaraan pribadi untuk menghemat waktu.
  • Jangan lupa bawa kamera.
  • Pengunjung wajib menggunakan selendang dan melepas alas kaki.
  • Jaga kebersihan.
  • Jangan mengganggu aktivitas ibadah.

Video by Jakarta Hidup

Gallery (10)

Comments (2)