228 views | 2 Likes

Eksotisme Pantai Sari Ringgung yang Indahnya Bikin Enggan Pulang. Mirip Maldives?

4 star (from 2 people)
Bandar Lampung, Lampung, Indonesia
Category: Beach Exploring

Posted on 30 August 2018, 11:24:51

Untuk masuk ke Pantai Sari Ringgung ini pengunjung wajib membayar tiket sebesar Rp 5000,- untuk sepeda motor dan Rp 10.000,- untuk kendaraan roda...

How to Get There

Halo teman-teman. Senang akhirnya bisa nulis review lagi. Masih seputaran tentang perjalanan saya di kota Bandar Lampung beberapa waktu lalu bersama teman-teman guru. Di hari terakhir, kami punya sedikit waktu luang untuk jalan-jalan dan berbelanja oleh-oleh untuk keluarga di rumah sebelum besok bagi kami kembali ke Balikpapan dengan flight pagi banget. 

Setelah kemarin kami mengunjungi Puncak Mas yang super romantis, di hari terakhir ini kami kembali menyewa mobil untuk jalan-jalan dan hanya dengan bermodal GPS, saya pun memberanikan diri untuk menyetir. Tujuan pertama kami adalah Pantai Sari Ringgung. Sebenernya, ada pantai yang lebih keren lagi di Lampung, yaitu Pahawang. Tapi karena saya sudah pernah kesana, saya pun memutuskan untuk ke Pantai Sari Ringgung saja karena belum pernah. 

Pantai Sari Ringgung terletak di Desa Sidodadi Kecamatan Padang Cermin Kabupaten Pesawaran. Dari pusat kota Bandar Lampung tempat hotel kami butuh waktu sekitar 60 menit perjalanan. Rutenya pun cukup mudah dan lumayan deket. Perjalan kami mulai dari Kota Bandar Lampung menuju ke arah kecamatan Padang Cermin. Dari Padang Cermin ini terlihat banyak sekali papan patunjuk arah menuju ke Pantai Sari Ringung. Tinggal ikuti saja petunjuk jalan dan GPS. Sayangnya, jalan menuju ke pantai ini agak rusak dan banyak lubang. Jadi pastikan kendaraan yang kalian gunakan dalam kondisi baik ya.

What to Do

Untuk masuk ke Pantai Sari Ringgung ini pengunjung wajib membayar tiket sebesar Rp 5000,- untuk sepeda motor dan Rp 10.000,- untuk kendaraan roda empat. Sesampainya sana, kami disambut dengan air laut yang biru bening dan gazebo-gazebo yang berjajar rapi disepanjang pantai. Kami pun langsung menyewa pondokan atau gazebo yang dikenai harga sewa sebesar Rp 50.000,-. Disinilah kami akan duduk-duduk santai sambil menikmati semilir angin pantai yang menyejukkan.

Pantai Sari Ringgung ini sebenernya sudah ada sejak lama namun baru dibuka pada tahun 2014 dan mengalami renovasi dan pengembangan. Pantai ini memiliki hamparan pasir yang memanjang sepanjang pantai dan banyak pohon kelapa tumbuh di tanjung kecil di ujung selatan pataninya. Disini ada juga bukit yang ada persis di barat tanjung tersebut dan bisa kalian daki untuk menikmati pemandangan pantai secara utuh. 

Pantai Sari Ringgung memiliki air yang berwarna biru bening. Tak heran kalo ada banyak sekali kegiatan air yang bisa dilakukan, seperti snorkeling, banana boat dan speedboat. Pastinya bakal bikin pengunjung merasa betah berlama-lama disini. Selain itu, hal unik lainnya yang bisa dinikmati dari pantai ini adalah adanya masjid terapung dan pasir timbul. Kami pun tentu saja tidak melewatkan untuk pergi kesana. Dengan menyewa perahu, kami pun berangkat kesana. Harga sewa perahunya juga bisa dibilang cukup terjangkau, yaitu sekitar Rp 20.000 - Rp 25.000 per orangnya. 

Masjid terapung ini berada sekitar 300 meter dari bibir pantai dan diberi nama Masjid Al-Aminah. Masjid Al-Aminah dibangun oleh para nelayan pada tahun 2012 yang difungsikan sebagai tempat beribadat nelayan yang melaut di lepas pantai Sari Ringgung. Namun saat ini, masjid ini menjadi salah satu onjek wisata religi yang banyak diminati. Masjid ini benar-benar terapung di lautan lho, terletak diantara deretan keramba ikan yang tersebar di kawasan pantai. Masjid terapung ini menggunakan sistem keramba dengan ditopang oleh beberapa pelampung dan dipasangi jangkar agar tidak hanyut. Pantes saja, terkadang masjid ini akan bergerak seiring arah gelombang air laut.

Masjid ini terbuat dari kayu papan yang sangat sederhana, namun dapat menampung kurang lebih 60 orang dewasa. Uniknya, masjid ini memiliki halaman depan yang merupakan keramba yang berisi ikan hidup. Sementara di pojok bagian kanannya, terdapat semacam pondokan yang bisa digunakan sebagai tempat untuk bersantai, lalu di bagian sampingnya ada selasar yang bisa dijadikan sebagai tempat istirahat. Hingga saat ini, masjid ini masih digunakan untuk kegiatan keagamaan seperti sholat berjamaah lima waktu hingga pengajian rutin.

Dari Masjid Terapung kami pindah menuju ke Pasir Timbul. Ongkos sewa perahu menuju pasir timbul ini sekitar Rp 15.000 per orangnya. Harga ini sih tergantung bagaimana kita bernegosisasi dengan pemilik perahu ya teman-teman, karena satu perahu muat 10-15 orang. Waktu yang dibutuhkan untuk menuju ke Pasir Timbul ini sekitar 15-25 menit. 

Pasir Timbul ini sering disebut mirip dengan Maldives, sangat indah karena membentuk daratan yang timbul keatas, bahkan terlihat ketika air sedang pasang. Katanya sih, pasir ini terbentuk secara alami di tengah lautan dan pasir ini bukanlah pasir hidup. Kalian bisa berenang di Pasir Timbul ini karena airnya juga berwarna biru jernih, bersih dan banyak ikan laut yang bisa kalian lihat. Pasirnya juga berwarna putih bersih, ombaknya juga tidak ada dan dangkal. Jadi children friendly banget.

Secara keseluruhan, pantai ini memang menjadi objek wisata yang cukup mengasyikkan untuk dikunjungi saat jalan-jalan ke Lampung. Fasilitas yang ditawarkan pun cukup lengkap, seperti hotel, penginapan, toilet, camping ground dan warung-warung makan yang menyajikan menu seafood yang super lezat khas daerah Sari Ringgung.

Jika kalian berkunjung ke Lampung, jangan lupa untuk mengunjungi Pantai Sari Ringgung ya :)

Video by Mlaku Mlaku Jajan

Tips and Trick

  • Datanglah agak pagi agar lebih memaksimalkan waktu disana.
  • Bawa baju ganti
  • Bawa perlengkapan mandi
  • Bawa kamera.
  • Gunakan alas kaki yang nyaman.
  • Gunakan topi, kacamata hitam dan sunscreen.

Gallery (9)

Comments (2)