464 views | 6 Likes

Desa Sade : Destinasi Wisata yang Wajib Dikunjungi di Lombok Selain Pantai

4 star (from 6 people)
Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat, Indonesia
Category: Culture & Art

Posted on 23 August 2018, 11:14:25

Oke kita lanjut perjalanan di hari ke dua di Pulau Lombok ini, jadi rencananya saya akan pulang tanggal 7 Agustus jadi masih ada banyak waktu untuk explore pulau cantik ini.

How to Get There

Di hari kedua kami mengunjungu beberapa tempat yang memang terkenal di Lombok. Sebenarnya saya sudah planning jauh-jauh hari sih kalau mau kemana aja selama disini. Perjalanan wisata kali ini dimulai dari mengunjungi desa yang masih kental akan budayanya, namanya Desa Sade. Untuk menuju ke desa ini jalannya cukup mudah sih karena tidak jauh dari pusat kota. Kurang lebih saya menempuh waktu 45 menit dari Mataram. Selama perjalanan kami disuguhi pemandangan yang pasti bagusss, mulai pantai, bukit-bukit, dan ada semacam lahan yang luas mirip savana. Jadilah kami berhenti untuk foto di tepi jalan. Sumpah deh disini kalau kalian mau foto dimana aja dijamin fotonya bakalan bagusss! Nih kasih dikit deh foto-fotonya.




What to Do

Setelah sampai disana udah banyak wisatawan juga yang mau mengunjungi Desa Sade ini. Untuk masalah parkir nggak usah bingung deh nanti ada yang ngarahin parkirnya. Tapi yang menggunakan bis parkirnya agak jauh dikit ya dari pintu masuk, kalau mobil bisa parkir persis di depan pintu masuk. Disini sistemnya saat kita mau "tour" masuk kedalam desa bakal di dampingi sama satu guide yang asli dari desa tersebut, untuk ongkosnya kalian tinggal kasih seikhlasnya kok jadi gak ada patokan kamu harus bayar berapa gitu. Setelah dapat guidenya nanti kita diajak foto dulu di pintu masuk yang ada papan bertuliskan "Welcome  to Sasak Village SADE" oke berfotolah kami disana.



Selanjutnya kami mulai memasuki kawasan desa sade ini, pertama kita dikumpulkan di Balai Desa Sade untuk diberi penjelasan dan pengarahan serta sejarah dari Desa Sade ini. Jadi di dalam Desa Sade ini penduduknya masih asli Suku Sasak yang mana suku itu sendiri merupakan suku asli dari Pulau Lombok. Kalau ada yang bertanya apakah desa ini luas? Jawabannya tidak. Disni hanya dihuni oleh 152 kepala keluarga saja, jadi ya desanya nggak luas seperti desa pada umumnya. Sambil mendengarkan guidenya menjelaskan ada satu hal yang perlu kalian tau, jadi penduduk disini di anjurkan untuk menikah dengan saudara sendiri, jadi bisa dibilang satu desa ini semuanya bersaudara. Dan sistem untuk melamarnya pun agak unik, jadi si calon pria harus menculik wanita yang ingin dinikahi. Jika calon pria berhasil menculik sang wanita dan tidak ketahuan oleh orang tuanya, maka dianggap berhasil dan pasti mendapat restu dari pihak sang wanita. Selanjutnya barulah diadakan pernikahan.


Ini penampakan Balai Desanya

 

Sebenarnya penduduk disini boleh menikah dengan lelaki ataupun wanita dari desa lain tapi itu terlalu rumit dan membutuhkan biaya yang cukup besar karena "maharnya" harus menggunakan beberapa ekor kerbau. Pasti mulai muncul banyak pertanyaan kan, nah sama seperti saya kala itu langsung berfikir "emangnya anaknya nggak cacat ya kalau nikah sama saudara?" dan tidak perlu berfikir panjang, kita tinggal lihat sekitar saja buktinya semua penduduk disini sehat-sehat saja dan nggak ada yang cacat atau berkebutuhan khusus. Wahh jadi gimana nih kira-kira menikah dengan saudara sendiri bakalan cacat nggak ya anaknya merupakan mitos atau fakta? Silahkan berkomentar :D

 

Setelah kita diberi pembekalan di Balai Desa, selanjutnya kita diajak mengelilingi Desa Sade ini. Jadi rumah disini semuanya mulai atap hingga
lantai menggunakan bahan dari alam, masih seperti rumah nenek moyang dulu. Untuk atap dari rumah ini terbuat dari ilalang, dindingnya dari anyaman bambu, dan tanahnya terbuat dari tanah liat. Mereka menyebut rumah ini dengan sebutan Bale Tani. Ada yang unik dari rumah ini jadi sekitar sebulan sekali atau kalau merasa lantainya kotor maka mereka mebersihkannya (mengepel) dengan menggunakan kotoran sapi. Nah kebetulan saat saya berkunjung kemarin ada rumah yang barusan dibersihkan menggunakan kotoran sapi tersebut, tapi anehnya nggak bau kotoran sama sekali! Saya juga sedikit terheran sih padahal jelas-jelas itu bentuk kayak kotoran sapi tapi sama sekali tidak bau.



Lanjut jalan lagi kami melihat banyak perempuan yang sedang menenun, karena sebagian besar perempuan disini mata pencahariannya adalah membuat kerajinan tangan yang nantinya dijual seperti kain tenun khas Lombok, selendang, gelang, ikat kepala, hingga kopi. Untuk harga dari kerjainan tersebut cukup terjangkau kok karena boleh ditawar.  Disini kita bisa juga belajar menenun lho, ibunya baik banget dia sendiri yang menawari dan diajarin pelan-pelan. Pertama kita duduk dengan kaki yang lurus baru dipasangkan alat tenun, selanjutnya mulai deh kita membuat kain tenun. Seru!


Disini nggak cuma bisa belajar menenun kain aja, kita juga bisa langsung mencoba menumbuk kopi, dan memintal benang. Wahh sungguh ini yang namanya liburan dan belajar. Nggak jauh-jauh jalan kita tiba di Pohon Cinta, katanya pohon ini biasa digunakan untuk kekasih yang berpacaran. Pohonnya unik sih menurut aku karena semuanya dahan, dan tidak ada daunnya satupun. Oiya buat kalian yang muslim nggak usah bingung disini juga ada masjidnya kok jadi kalian bisa tetap melakukan ibadah meskipun sedang berwisata di Desa Sade ini.


Ini yang disebut Pohon Cinta

 

Selesai berkeliling dan menyapa penduduk sini tibalah kita di Balai Desa lagi, ini berarti "tour" yang kita lakukan sudah selesai. Kalau menurut
pandangan saya sih penduduk disini sangat bersahabat dan juga ramah, kan kadang kita pasti mikir biasanya orang suku galak-galak, ternyata sama sekali tidak. Jadi bisa mengubah cara pandang kita terhadap penduduk suku ya.

Oke sampai sini dulu cerita di Desa Sade, next kita bakal review tempat lain yang nggak kalah unik dan menarik!

Tonton dulu yuk ssedikit cuplikan video saya disana :)

Tips and Trick

- Bawa kamera, kalau nggak kamera hp yang resolusinya bagus

- Datang di siang hari karena bagus buat foto

- Beli salah satu kerajinan tangannya buat cindera mata atau buat properti foto

Gallery (9)

Comments (12)