4 star (from 5 people)
170 views | 5 Likes
Pantai Tanjung Aan yang berpasir Merica dan Tepung
Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat, Indonesia
Category: Beach Exploring


Posted on 12 July 2018, 12:34:40
Location on Google Maps
Pantai Aan
Desa Pengembur, Sengkol, Pujut, Kabupaten Lombok Tengah, Nusa Tenggara Bar. 83573, Indonesia
How to Get There

Hai guys, gue udah lama banget nih ngga sharing review jalan-jalan gue karena gue kemarennya sibuk banget jalan-jalan dan baru sempet bikin reviewnya sekarang. Mungkin nanti deh gue share semua cerita jalan-jalan gue ke kalian. Tapi, kali ini yang mau gue share adalah perjalanan gue ke Pulau Lombok. Perjalanan kali ini gue pergi ke salah satu pantai unik di Lombok, yaitu Pantai Tanjung Aan.

Pantai Tanjung Aan ini terletak sekitar 75 Kilometer dari Kota Mataram atau sekitar 3 Kilometer dari Pantai Kuta Lombok. Kemarin sih gue naik kendaraan pribadi yang gue sewa di Kota Mataram dan perjalanannya akan ditempuhselama kurang lebih 1,5 jam. Rutenya Mataram - Cakranegara - Kediri - Praya - Batunyale - Sengkol - Rambitan - Sade - Kuta dan terakhir Tanjung Aan. Gue sih saranin buat pake kendaraan pribadi aja, soalnya kalo pake angkutan umum bakal lebih lama dan buang waktu. Kalian bisa sewa motor atau mobil di pusat kota Mataram.

What to Do

Sesampainya disana, kita ternyata ngga perlu bayar tiket masuk, cukup bayar parkir mobil aja sebesar Rp 10.000 per mobil. Setelah itu, gue pun langsung berlari ke arah pantai. Keunikan dari pantai ini adalah pasirnya. Tanjung Aan dikenal memiliki 2 jenis pasir yang berbeda namun tidak dapat menyatu, seolah-olah ada pembatasnya. Sekilas, pasir tersebut sama-sama berwarna putih, namun bila dicermati wilayah di tepi pantai pasirnya berwarna agak kekuningan. 

Setelah menginjakkan kaki diatasnya, kedua pasir tersebut terasa beda. Pasir yang berwarna putih terasa lembut di kaki seperti tepung sedangkan pasir yang kekuningan terasa menggelincir di telapak kaki. Maka dari itu, pantai ini diberi julukan Pantai Merica dan tepung karena perbedaan mencolok kedua pasirnya.

Suasana pantainya sendiri tidak terlalu ramai serta kebersihannya tetap terjaga, membuat pantai ini menjadi tempat yang cocok untuk bersantai karena tenang dan nyaman. Terlebih, mendengarkan alunan suara ombak yang berbaur dengan hembusan ringan angin pantai dapat menyejukkan hati yang sedang galau.

Ohya, pantai ini dikelilingi oleh bukit barisan yang melengkapi keindahan alamnya. Kalian bisa menikmati keindahan pantai ini dari ketinggian dengan mendaki bukit Merese. Dari sini kalian bisa menikmati pemandangan yang sangat menakjubkan. Apalagi, buat kalian yang suka banget foto-foto. Tempat ini cocok banget buat background foto kalian.

Pantai Tanjung Aan ini berhubungan langsung dengan samudera Hindia, namun meskipun begitu ombaknya tergolong cukup tenang. Mungkin karena terhalang oleh tanjung disekitarnya sehingga sangat aman jika ingin berenang disini. Meskipun begitu, kalian harus tetap berhati-hati dan jangan sampai ketengah karena kedalamannya makin curam.

Buat kalian yang suka snorkeling dan diving, kalian juga bisa melakukannya disini. Ngga usah khawatir kalo kalian ngga punya alatnya karena kalian bisa sewa disini. Karena kemaren gue lagi ngga pengen renang, gue pun cuma santai-santai aja di pinggir pantai setelah lelah mendaki bukit Merese. 

Kalo kalian datang kesini pada bulan Februari - Maret, pantai ini akan dipenuhi oleh wisatawan lokal hingga mancanegara karena pada bulan tersebut penduduk setempat melakukan upacara adat Nyale, yaitu berburu cacing Nyale.

Sedikit cerita nih tentang upacara adat Nyale. Menurut cerita, terdapat legenda yang menyebar dan terkenal di masyarakat setempat yaitu legenda Putri Mandalika. Putri Madalika adalah seorang putri Raja yang sangat cantik dan ia menjadi rebutan para pangeran. Karena banyaknya pangeran yang melamar, sang Putri pun mengundang semua pangeran yang melamarnya untuk datang ke pantai. Namun, tanpa disangka, ia pun melompat ke laut dan tidak pernah kembali. Bahkan jasadnya tidak pernah ditemukan. Namun, sebelumnya ia telah berjanji akan kembali lagi setiap tahunnya.

Konon katanya, cacing Nyale ini merupakan jelmaan Putri Mandalika yang melarikan diri dari para pangeran yang melamarnya. Sehingga warga berebut untuk mencari dan mendapatkan cacing Nyale yang dipercaya membawa keberuntungan. Nah, mungkin kalian yang pas ikutan upacara adat tersebut, bisa ikutan berburu cacing pembawa keberuntungan tersebut.

Setelah cukup bersantai di pantai ini, gue pun memutuskan buat kembali ke hotel. Sebelumnya, gue sempetin buat beli beberapa souvenir di pantai ini. Disini juga ada beberapa pedagang yang menawarkan aneka cinderamata khas Lombok. Saran gue nih, kalian harus berani nawar hingga 50% dari harga yang ditawarkan.

So, tertarik buat mengunjungi Pantai Tanjung Aan ini? 

Video by Dave on Arrival

Tips and Trick

Buat kalian yang pengen banget dateng kesini, gue punya saran yang harus diperhatikan:

  • Gunakan sunblock dan kacamata hitam
  • Bawa kamera
  • Berangkat pada pagi hari agar memiliki cukup waktu.
  • Pastikan membawa uang tunai yang banyak karena disini tidak ada ATM.
  • Gunakan alas kaki yang nyaman jika ingin mendaki bukit.
  • Bawalah baju ganti jika ingin melakukan aktivitas air.
Gallery (9)
Comments (10)