3,033 views | 1 Likes

Uniknya Museum Ullen Sentalu

2 star (from 1 people)
Sleman, Yogyakarta, Indonesia
Category: Culture & Art

Posted on 21 November 2016, 12:06:17
olive
Sightseeing

Berlibur ke Yogyakarta? Ingin menikmati wisata unik di daerah Kaliurang?
Cobalah berkunjung ke Museum Ullen Sentalu yang menampilkan koleksi kesenian dan kebudayaan Jawa serta koleksi batik.

Museum ini terletak di daerah Pakem tepatnya di jalan Boyon

How to Get There

Berangkat dari Malioboro Yogyakarta, melewati jalan Suryatmajan, jalan Yos Sudarso, jalan Suroto, jalan Cik Di Tiro, 

lalu belok kiri ke jalan Terban kemudian ambil arah ke kanan (jalan Persatuan), lewati jalan Kaliurang hingga menemukan Warung Jadah Tempe Bu Watik di sebelah kanan jalan.

Dari Warung Jadah Tempe Bu Watik ini perjalanan sudah tidak terlalu jauh, tinggal lurus saja ambil Gang Petruk (jangan masuk jalan Kaliurang lagi) hingga menemukan jalan Wara dan jalan Boyong. 

Bila ke Museum Ullen Sentalu kita akan melewati Museum Seni Budaya Jawa terlebih dulu.

 

Agar lebih aman, bisa menggunakan GPS dari HP.

 

What to Do

Karena museum ini ternyata milik perorangan bukan pemerintah (nama pemiliknya Bapak Hartono), tak heran museum ini dikelola secara profesional. Ditambah dengan desain dan bangunan yang bergaya Eropa serta penjelasan yang sangat detail dari sang guide, museum ini sungguh mempesona dan wajib dikunjungi.

 

Untuk masuk ke dalam Ullen Sentalu ini, kita harus mengantri. Tiap rombongan berisi 10 orang dijadikan 1 grup. Giliran masuk tiap grup dengan grup berikutnya diberi jeda waktu 5 menit. Lama tour di Ullen Sentalu ini sekitar 50 menit.

 

 

Di dalam museum banyak spot bagus, jadi sesekali kami curi kesempatan foto. Jangan ditiru yah, daripada ditegur di depan umum. Hehehe..

 

      

 

Setelah keluar dari museum, kami disuguhi jamu ratu mas, minuman khas tempat ini, yang katanya bisa bikin awet muda.

Tak ada salahnya di coba, rasanya enak kok.

 

 

Di bagian samping museum juga terdapat butik  (di lantai 1) serta restaurant (di lantai 2).

 

 

Sebelum beranjak pulang, kami pun sempat disuru guide kami untuk foto dengan latar belakang replika artefak candi Borobudur yang miring lho. Menurut penjelasan dari guide kami, replika ini memang sengaja dibuat miring sebagai bentuk keprihatinan karena pemuda-pemudi zaman sekarang jarang yang ingin mengetahui sejarah Yogyakarta.

 

Tips and Trick

  • Selama berada di dalam museum, tidak diperbolehkan foto atau membuat video, makan, minum, merokok serta menyentuh koleksi yang ada.
  • Bawa payung karena museum ini semi indoor
  • Bila berkunjung dengan rombongan (yang lebih dari 10 orang), tentukan dahulu isi per kelompoknya
  • Saat guide memberi penjelasan, jangan berbicara sendiri, hormatilah guide yang bertugas

Gallery (5)

Comments (0)