271 views | 4 Likes

Wisata Rawa Pening, Eksotika Wisata Danau yang Melegenda

4 star (from 4 people)
Semarang, Jawa Tengah, Indonesia
Category: lake

Posted on 26 June 2018, 10:54:58
leon
Tourist

Rawa Pening berada di cekungan terendah lereng Gunung Merbabu, Gunung Telomoyo dan Gunung Ungaran yang menjadi bagian dari hulu Sungai Tuntang....

How to Get There

Siapa bilang Semarang hanya berisi bangunan tua? Waktu main ke Ambarawan kemarin, selain berkunjung ke Museum Kereta Api, saya juga sempet mampir ke salah satu danau yang cukup terkenal, yaitu Rawa Pening. Rawa Pening terletak di Jalan Lingkar Selatan Kilometer 3, Ambarawa, Kabupaten Semarang, Jawa Tengah. Lokasinya sih sekitar 34 km dari pusat Kota Semarang atau sekitar satu setengah jam dari pusat kota. 

Akses menuju kawasan ini pun cukup mudah. Jika Anda berangkat dari Semarang, ambil arah menuju Salatiga, lalu jika sudah tiba di Jembatan Tuntang, Anda cukup putar arah saja. Kemudian, disebelah kiri jalan, ada gang menuju Desa Sumurup lalu masuk gang tersebut. Setelah beberapa ratus meter, lokasi wisata danau ini dapat ditemukan di sebelah kiri jalan.

Sesampainya disana, pengunjung akan dikenakan tiket sebesar Rp 6000 per orang untuk weekday dan Rp 7500 per orang untuk weekend. Sementara, pengunjung juga bisa membeli tiket terusan di wahana permainan Kampoeng Rawa, harganya Rp 90.000 per orang untuk weekday dan Rp 100.000 per orang untuk weekend dan hari libur nasional.

What to Do

Rawa Pening berada di cekungan terendah lereng Gunung Merbabu, Gunung Telomoyo dan Gunung Ungaran yang menjadi bagian dari hulu Sungai Tuntang. Pesona yang disuguhkan oleh Rawa Pening adalah suasana alamnya yang masih asri ditambah dengan udara sejuk serta kesegaran air danau yang berwarna bening. Kata “Pening” sendiri berasal dari kata “Bening”, hal ini dikarenakan danau ini memiliki air yang sangat jernih.

Menurut mitos yang masih dipercaya masyarakat setempat hingga saat ini, Rawa Pening terbentuk dari muntahan air yang mengalir dari bekas cabutan lidi yang dilakukan oleh Baru Klinting. Baru Klinting adalah seorang anak kecil yang penuh luka dan berbau amis sehingga tidak diterima oleh masyarakat hingga ia ditolong oleh seorang janda tua.

Ketika Baru Klinting mendatangi ayahnya, ia diminta untuk melingkari Gunung Merbabu. Karena tidak sampai, maka ia memanjangkan lidahnya, namun ayahnya memotongnya. Saat ada sayembara mencabut lidi, hanya Baru Klinting yang bisa mencabut lidi tersebut dan muncullah sumber mata air yang sangat besar hingga menenggelamkan seluruh desa. Saat ini, luapan air tersebut dipercaya menjadi sebuah danau yang diberi nama Rawa Pening ini.

Danau ini memiliki luas sekitar 2.670 hektar dan banyak ditumbuhi enceng gondok yang dimanfaatkan sebagai tempat berlindung ikan dari sengatan matahari. Bagi sebagian masyarakat setempat, danau ini dimanfaatkan sebagai lahan mencari ikan. Maka tak heran kalo disekitar danau banyak sekali ditemukan perahu-perahu kecil.

Jika Anda ingin menjelajah keindahan Rawa Pening ini, Anda dapat berkeliling menggunakan perahu dengan biaya Rp 2000 per orang atau memancing disekitar sini. Biasanya, wisatawan terlebih dulu menuju Kampoeng Rawa yang merupakan kawasan desa wisata yang menyediakan fasilitas rumah makan terapung, pusat oleh-oleh dan beberapa wahana permainan. Kampoeng Rawa ini dibentuk dan dikelola oleh 12 kelompok tani dan nelayan disekitar Rawa Pening. Pemandangan di sekitar Kapoeng Rawa ini cukup indah dan udaranya cukup segar. Dari sini, Anda bisa melihat hijaunya persawahan dan pegunungan yang mengelilinginya.

Selain itu, Anda juga bisa menemukan spot-spot indah untuk berfoto ria, salah satunya adalah di Jembatan Biru. Jembatan ini berada tepat di dekat rel kereta jurusan Ambarawa-Tuntang dan dibangun pada tahun 2015. Jembatan Biru ini dibangun dengan tujuan untuk menanggulangi enceng gondok agar tidak masuk ke wilayah perkampungan.

Tips and Trick

Indah sekali kan? Nah, jika Anda berencana berkunjung ke Semarang, jangan lupa untuk sempatkan berkunjung ke Rawa Pening. Sebelum datang kesana, berikut ada tips yang perlu diperhatikan.

  • Kampoeng Wisata Rawa buka setiap hari mulai pukul 8 pagi hingga 9 malam.
  • Untuk menghemat waktu, gunakan transportasi pribadi atau sewa motor/mobil. Jika ingin pergi dengan kendaraan umum, gunakan Bus dari Semarang menuju Kampung Rawa dengan bus R13A dan R12C.
  • Bawa kamera.
  • Jaga kebersihan dengan membuang sampah pada tempatnya.

Video by mengejarasa

Gallery (8)

Comments (2)