255 views | 2 Likes

Mengenal Sejarah Kota Makassar di Fort Rotterdam

4 star (from 2 people)
Makassar, Sulawesi Selatan, Indonesia
Category: Historical Places

Posted on 30 May 2018, 12:51:51
Oliver
Tourist

Setibanya disana, pengunjung akan disambut dengan pintu masuk banteng setinggi 3 meter dan diharuskan mengisi buku tamu sebelum masuk ke dalam...

How to Get There

Main ke Makassar rasanya belum lengkap kalau belum berkunjung ke Benteng Rotterdam. Sambil berwisata, disini pengunjung juga bisa belajar banyak tentang sejarah kota Makassar. Apalagi, khusus pengunjung yang sangat suka sejarah, banteng ini merupakan pilihan wisata yang tepat saat berkunjung ke Kota Daeng. Lokasi banteng ini berlokasi di Jalan Ujung Pandang, hanya berjarak sekitar 1 km dari Pantai Losari atau jika pengunjung datang dari luar kota Makassar, Benteng ini hanya sekitar 30 menit dari Bandara Sultan Hasanuddin dan 15 menit saja dari pelabuhan Sukarno Hatta.

What to Do

Setibanya disana, pengunjung akan disambut dengan pintu masuk banteng setinggi 3 meter dan diharuskan mengisi buku tamu sebelum masuk ke dalam banteng. Setelah mengisi bagian dalam banteng, pengunjung akan disambut oleh taman hijau yang asri. Taman itu berada di tengah-tengah dan dikelilingi oleh bangunan tua bertingkat 2, sementara itu ada tembok setinggi 3 meter yang juga mengelilingi Kawasan Fort Rotterdam ini.

Tujuan pertama saya adalah mengunjungi Museum La Galigo yang terdapat di dalam banteng ini. Di dalam museum ini suasananya sangat hening dan terdpat koleksi benda-benda bersejarah, mulai dari zaman prasejarah yang menampilkan fosil bebatuan dan senjata-senjata kuno masyarakat Sulawesi Selatan hingga perkembangan budaya pada masa modern.

Seperti museum pada umumnya, benda-benda bersejarah tersebut ditampilkan dalam kotak kaca yang besar dan juga etalase-etalase. Disini, saya melihat barang-barang seperti kapak, mata panah, perhiasan, patung dan masih banyak lagi.

Selain benda bersejarah, museum ini juga menampilkan sejarah hidup masyarakat Sulawesi Selatan yang ditampilkan dalam model rumah adat. Juga, kehidupan mata pencaharian masyarakat setempat yang mayoritas pelaut. Kalian bisa lihat ada miniature kapal Phinisi terpanjang di salah satu sudut museum, miniatur ini menggambarkan bagaimana masyarakat Sulawesi Selatan memang telah menjadi pelaut handal sejak dulu kala.

Saya takjub sekali karena bangunan-bangunan yang berada di dalam Kawasan Benteng ini kondisinya utuh dan sangat terawatt. Bahkan, di tengah banteng tepatnya di area taman, terdapat sebuah bangunan yang didepannya dibangun sebuah panggung dam biasa digunakan untuk pagelaran seni. Benteng ini merupakan satu-satunya banteng yang paling megah dan masih terawat keasliannya.

Sedikit ceita tentang benteng ini, Fort Rotterdam dibangun oleh Raja Gowa ke X pada tahun 1545. Benteng ini pernah hancur pada masa penjajahan Belanda saat menyerang Kesultanan Gowa yang saat itu dipimpin oleh Sultan Hasanudin diantara tahun 1655 hingga tahun 1669. Tujuan dari Belanda menyerbu banteng ini adalah untuk menguasai jalur perdagangan rempah-rempah dan memperluas sayap kekuasaan untuk memudahkan mereka membuka jalur ke Banda dan Maluku.

Asal muasal nama Fort Rotterdam sendiri diambil dari tempat kelahiran Gubernur Jendral Admiral Cornelis Janszoon Speelman, yang merupakan pemimpin armada perang dalam penyerangan Kesultanan Gowa.

Setelah berkunjung ke Museum La Galigo, saya juga berkunjung ke ruang tahanan sempit Pangeran Diponegoro saat dibuang oleh Belanda sejak tertangkap ditanah Jawa. Perang Diponegoro yang terjadi pada tahun 1825 hingga 1830 berakhir dengan dijebaknya Pangeran Diponegoro oleh Belanda saat mengikuti perundingan damai. Pangeran Diponegoro kemudian ditangkap dan dibuang ke Manado, lalu pada tahun 1834 beliau dipindahkan ke Fort Rotterdam dan berada disini hingga 26 tahun dan beliau wafat. Seram sekali ya!

Orang Makassar jazam dulu sering menyebut banteng ini Benteng Payyua atau Benteng Penyu karena bentuknya yang menyerupai penyu dan filosofinya sih karena Penyu bisa hidup didarat maupun dilaut. Menarik sekali ya?

Video by TopKidsTVOfficial

Tips and Trick

Tertarik menjelajah wisata sejarah di Benteng ini? Yuk ketahui dulu tipsnya:

  • Untuk menuju kesini, pengunjung bisa menggunakan transportasi umum yang tersedia di bandara atau pelabuhan.
  • Fort Rotterdam buka setiap hari mulai pukul 08.00 – 18.00
  • Harga tiket masuk gratis, tapi ada sumbangan sukarela sebesar Rp 10.000
  • Jika ingin masuk ke Museum La Galigo, pengunjung harus membayar tiket lagi sebesar Rp 7.500
  • Museum La Galigo dibuka setial hari Selasa – Minggu mulai pukul 08.00 – 12.30. So, harus dateng pagi-pagi ya kalua mau masuk ke museum ini.
  • Bawa kamera untuk mengabadikan setiap sudut benteng ini.
  • Jangan mencorat-coret atau merusak benda-benda bersejarah disini.
  • Jagalah kebersihan.

Gallery (14)

Comments (2)