244 views | 1 Likes

Terbuai Indahnya Desa Paling bersih di dunia - Desa Penglipuran

4 star (from 1 people)
Bangli, Bali, Indonesia
Category: Meet Locals

Posted on 22 May 2018, 12:35:05
dino
Sightseeing

Di depan gerbang, saya dan teman-teman disambut petugas karcis. Karena kami wisatawan domestic, maka harga tiketnya cukup bayar 15.000 saja. Murah...

How to Get There

Bali is always a good idea! Maka dari itu, liburan kemarin saya mutusin buat pergi ke Bali lagi bareng temen-temen sekolah dulu. Banyak sekali tempat yang belum pernah saya kunjungi di Bali dan kali ini saya berencana akan pergi ke salah satu desa adat yang dikenal sebagai desa paling bersih di dunia. Desa itu bernama Desa Penglipuran. Perjalanan kami mulai dari Surabaya dengan menggunakan pesawat yang Cuma butuh waktu 1 jam perjalanan saja.

Sesampainya di Denpasar, kami sewa mobil untuk menuju ke Desa Penglipuran yang berada di kabupaten Bangli. Berbekal dengan GPS saja, akhirnya kami nekat berangkat ke desa yang indah itu. Perjalanan ini membutuhkan waktu sekitar 1 jam. Dari by pass Ida Bagus Mantra, lurus saja hingga perempatan Jalan Pantai Siyut kemudian belok kiri. Dari Jalan Pantai Siyut menuju jalan Raya Tulikup kemudian dilanjutkan ke Jalan Taman Bali dan menuju kota Bangli. Setelah memasuki kota Bangli, carilah Jalan Nusantara hingga menemukan simpang tiga, kemudian belok kiri mengikuti papan penunjuk arah menuju Objek Wisata Desa Panglipuran. Lalu, ikuti jalan tersebut sampai 300-meter hingga tiba di depan gerbang Desa.

What to Do

Di depan gerbang, saya dan teman-teman disambut petugas karcis. Karena kami wisatawan domestic, maka harga tiketnya cukup bayar 15.000 saja. Murah banget kan ya?

Udara sejuk pegunungan menyambut saya dan teman-teman saat tiba di Kawasan ini. Desa ini berada di ketinggian 700 mdpl, pantas saja hawa sejuk terasa disini. Selain itu, nuansa tradisi dan keramahan penduduknya juga menjadi pelengkap perjalanan kami ke desa ini.

Menurut cerita masyarakat sekitar, desa ini telah ada sejak 700 tahun yang lalu, yaitu pada masa Kerjaan Bangli. Desa ini dulunya menjadi tempat peristirahatan bagi para raja Bali yang ingin mendapat suasana tenang dan damai. Panglipuran sendiri memiliki arti penghibur. Jika dilihat dari asal muasal Namanya, yaitu Pengeling Pura yang merupakan tempat suci untuk mengenang para leluhur. Oleh karen itu, Desa Panglipuran menjadi salah satu dari desa adat di Pulau Bali yang masi memegang teguh adat dan budaya Bali.

Saat berjalan berkeliling, saya dapat melihatnya dari kehidupan sehari-hari para penduduknya yang hingga saat ini masih kuat menjaga tradisi, ritual adat dan berbagai kearifan lokal lainnya. Anyway, disini kita hanya diperbolehkan berjalan kaki saja, karena kendaraan bermotor tidak boleh memasuki area ini.

Berjalan-jalan di desa ini tidak akan membuat kami bosan karena selain dapat melihat rumah penduduk dengan gaya arsitektur khas Bali, tak jauh dari desa ini juga ada kompleks hutan bamboo yang rindang lho. Wisatawan diperbolehkan memasuki hutan tersebut namun dengan syarat dilarang keras menebang pohon tanpa izin dari tokoh adat setempat.

Oh iya, hal unik lain yang saya temukan di desa ini adalah rumah penduduk yang tampak seragam dan dilengkapi gapura. Di komplek rumahya selalu ada pura kecil sebagai tempat sembahyang, juga lumbung dan balai untuk menjamu tamu atau wisatawan yang singgah. Beberapa diantaranya juga telah beralih fungsi sebagai kedai atau warung untuk wisatawan yang ingin beristirahat sambal menikmati suasana desa yang asri. Rasanya, saya ingin berlama-lama ada disini dan ngga mau pulang deh! Hehehe..

Video by Official NET News

Tips and Trick

Buat kalian yang pengen mengunjungi Desa adat ini, baiknya kalian perhatikan hal-hal berikut:

  • Bawa kamera untuk mengabadikan moment kamu selama berada di desa ini, karena desa ini sangat indah di setiap sudutnya.
  • Desa wisata ini buka setiap hari mulai pukul 08.00 – 17.00 WITA. Kecuali pada perayaan hari besar keagamaan dan upacara adat seperti Galungan, Kuningan dan Nyepi.
  • Jangan khawatir jika merasa haus dan lapar karena kalian bisa menemukan warung kecil di desa ini.
  • Dilarang menggunakan kendaraan bermotor di area desa ini.
  • Dilarang merusak dan harap jaga kebersihan desa ini dengan cara membuang sampah pada tempatnya.

 

Gallery (10)

Comments (1)