285 views | 1 Likes

Indahnya Desa Edensor bak Negeri Dongeng

5 star (from 1 people)
Derby, Derbyshire, England
Category: Meet Locals

Posted on 16 May 2018, 14:38:49
fauzi
Tourist

Kalau kalian udah baca novelnya Andrea Hirata, dia menjelaskan bahwa desa ini sangat mempesona dan dia benar. Sebagai penumpang, aku merasa sangat...

How to Get There

Hello guys! Kemaren abis jalan-jalan ke Irlandia, aku sekalian mampir ke Inggris buat ketemu salah satu temen yang lagi kuliah disana dan dia mengajakku untuk pergi ke salah satu desa terindah di dunia, yaitu Edensor. Mungkin sebagian dari kalian udah familiar sama nama ini, yups, Edensor terkenal karena menjadi judul salah satu novel Best Seller karya Andrea Hirata. Sesuai novel itu, desa ini berada di lereng bukit Derbyshire, Inggris.

Selama di Inggris, Aku menginap di apartemen temanku yang terletak di Cambridge dan dari sana kami mengendarai mobil. Butuh dua setengah jam saja untuk sampai di Desa Edensor dan selama perjalanan dijamin ngga akan bosen karena kalian akan disuguhi pemandangan hamparan rumput hijau muda yang sangat menyegarkan mata. Dan kebetulan, aku datang pas musim semi. Cocok banget lah!

What to Do

Kalau kalian udah baca novelnya Andrea Hirata, dia menjelaskan bahwa desa ini sangat mempesona dan dia benar. Sebagai penumpang, aku merasa sangat dimanjakan oleh pemandangan di sekitar. Bukit-bukit hijau terbentang bagaikan permadani.  

Tujuan utama kami adalah Chatworth House yang berada persis di depan Desa Edensor. Menurut informasi, pemilik Chatworth House merupakan pendiri Desa Edensor dimana dulunya didesain sebagai tempat tinggal para pekerja kebun, tukang asuh kuda serta pelayan rumah tangga bagi para bangsawan.

Tiket masuk ke area ini sekitar £25 per orang dewasa dan masuklah ke dalam Chatworth House. Bangunan ini merupakan rumah bangsawan Inggris pada masa lampau. Di dalamnya terdiri dari perabotan, lukisan dan peninggalan milik pribadi. Selain itu, bangunan ini juga memiliki halaman yang sangat luas. Sangat khas rumah bangsawan Inggris!

Dibelakangnya, terdapat bukit yang sangat indah dimana dari atas sini kita bisa melihat Gereja St Peter yang menjadi ikon Desa Edensor. Hijau dan segar dimana-mana. Tentu saja, Andrea Hirata tak berbohong tentang keindahan desa ini.

Menjelang sore hari, kami keluar dari Chatworth House dan melanjutkan untuk berjalan kaki sambal menikmati hijaunya pemandangan sekitar. Yang unik dari desa ini adalah adanya pintu gerbang untuk memasuki desa yang pintunya selalu dibuka dan tidak pernah dikunci namun seolah tempat ini adalah Kawasan tertutup.

Selain itu, konsep arsitektur rumah-rumah di desa ini sangat mirip dengan Chatworth House. Dan aku merasa seperti ada di negeri dongeng. Bangunan rumah – rumah disini sangat mungil dan terbuat dari batu alam ditambah Menara kecil disudut rumahnya serta bingkai jendela seperti rumah – rumah klasik yang ada di dalam buku cerita anak – anak.

Di desa ini tidak ditemukan rumah baru karena memang keasliannya sangat dijaga. Pelataran rumah – rumah di desa ini pun sangat rapi dan semua dihiasi bunga warna – warni.

Semakin jauh masuk ke Desa Edensor, jalanan terasa menanjak dan tak terasa kami tiba di ujung desa. Diatas bukit ini, kami duduk dan bersantai sambal menanti senja. Tentu saja sambal ditemani oleh seekor rusa jinak yang sedang merumput.

Siapapun yang memasuki desa ini akan merasa damai, teduh dan tenang…

Tips and Trick

Kamipun memilih untuk tinggal semalam di desa ini karena merasa sangat betah berlama – lama disini. Hehehe.. Ohya, untuk tempat tinggal, lebih baik booking jauh-jauh hari sebelum datang. Kalian juga bisa mengecek nya disini. Transportasi kesini dari pusat kota, aku sih nyaranin mending bawa kendaraan pribadi atau sewa karena di desa ini sangat jarang ada transportasi umum. Kalopun terpaksa harus pake kendaraan umum, kalian bisa naik kereta dari Stasiun London Euston atau Stasiun London Pancras Internasional ke Derby Station dengan harga Cuma £5 sekali jalan, trus lanjut naik bus. Waktu terbaik untuk datang ke desa ini adalah musim semi atau musim panas. Jangan lupa bawa kamera dan jaga kebersihan lingkungannya.

Video by Intan Farhana

 

Gallery (8)

Comments (1)