biosel | Sightseeing
Bangli, Bali, Indonesia | Historical Places
20 Sep 2018


Liburan Anti Mainstream Bali: Menengok Pemakaman Unik Desa Trunyan Kintamani
Mau tau bagaimana Pemakaman yang ada di Desa Trunyan Kintamani di Bali ini? Berikut liburan Anti maintream saya di Bali!!! Menjadi pengalaman dan pengetahuan yang susah di lupakan!

How to Get There

Kalo bahas soal Pulau Bali memang yang terlintas dipikiran adalah pantai-pantainya yang keren dan kulinernya yang super lezat. Tapi, gimana kalo wisata pemakamannya? Pastinya kalian langsung membayangkan hal-hal yang menyeramkan karena memang pemakaman identik dengan kematian bahkan hantu. Namun ternyata, wisata pemakaman ngga melulu berkaitan dengan hal-hal yang mistis aja lho guys. Hal ini dibuktikan dengan mencoba salah satu wisata pemakaman yang ada di Pulau Bali tepatnya di daerah Trunyan Kintamani.

Desa Trunyan ini memang sudah tidak asing lagi di kalangan wisatawan lokal hingga mancanegara. Pasalnya desa ini terkenal dengan tradisi pemakamannya yang unik dan berbeda dengan tempat lain. Seperti apa ya kira? Yuk kita langsung berangkat kesana.

Desa Trunyan ini berada di kawasan Kintamani dan untuk menuju kesana bisa melalui dua jalur, yaitu jalur darat dan jalur danau. Kalo lewat jalur darat, butuh waktu sekitar 45 menit dengan melewati Desa Penelokan. Atau kalian juga bisa lewat jalur danau yang punya dua cara penyebrangan, yaitu lewat Desa Trunyan yang butuh waktu sekitar 15 menit dan lewat Pelabuhan Kedisan yang butuh waktu lebih lama yaitu 45 menit. Saran aku sih mending lewat jalur danau aja, karena kemaren aku juga lewat jalur ini. Dengan menyewa kapal boat yang berisi sekitar 5 orang dan biaya sekitar 50 ribu sampai 100 per orang, kalian sudah bisa sampe disana plus seorang pemandu wisata. 

wisata di bali

What to Do

Tak sampai 45 menit, kami pun tiba disana. Kebetulan di perjalanan kali ini aku ditemani beberapa teman yang berprofesi sebagai fotografer yang emang pengen lagi hunting foto. Sesampainya disana, kami melihat sebuah tempat berbentuk cekungan dan berundangan dimana di dalamnya kami disambut dengan dua candi yang berisi jejeran tengkorang dan tempat meletakkan kepingan uang bagi para wisatawan.

wisata di bali
desa trunyan bali

Disini ada sebuah pohon besar yang menjulang tinggi bernama Taru Menyan. Taru memiliki arti pohon dan Menyan berarti wangi, jadi pohon ini bisa menetralisir bau busuk yang disebabkan oleh mayat disekitarnya. Jadi, kalian nggga perlu khawatir dengan bau busuk yang ditimbulkan oleh mayat-mayat di sekitar sini.

desa trunyan bali

Ada legenda yang berkembang di daerah sini terkait dengan pohon Taru Menyan ini. Konon, zaman dahulu wangi pohon Taru Menyan ini bisa menghipnotis empat bersaudara yang berasal dari Keraton Surakarta yang sedang melakukan perjalanan melintasi lautan dan mereka pun tiba di Desa Trunyan ini. Kemudian, sulung dari empat bersaudara tersebut jatuh cinta pada seorang Dewi penunggu pohon Taru Menyan. 

desa trunyan bali

Akhirnya, keduanya pun menikan dan mendirikan sebuah kerajaan kecil di Desa Trunyan, lalu pangeran sulung tersebut menjadi raja kecil bergelar Ratu Sakti Pancering Jagat. Dalam kepemimpinannya, dia merasa jika bau harum dari pohon Taru Menyan bisa membahayakan Desa Trunyan. Hingga dia memerintahkan agar mayat orang yang meninggal tidak lagi dikubur tapi dibiarkan saja didekat pohon Taru Menyan. Sejak saat itu, bau wangi pohon Taru Menyan tidak lagi menyebar dan di waktu yang bersamaan mayat yang diletakkan diatas tanam tidak membusuk.

Nah, berdasarkan cerita tersebut hingga saat ini tubuh orang yang sudah meninggal di desa tersebut tidak dimakamkan, melaikan hanya diletakkan diatas tanah. Selain itu, kalian juga harus berhati-hati karena bisa saja kalian menginjak sisa-sisa tulang dari mayat yang diletakkan disana. Malahan, ada juga beberapa mayat yang masih utuh disana, jadi kalo kalian ngga kuat melihat pemandangan seperti itu, siap-siap saja kaget. Kayak aku kemaren. Hahaha..

desa trunyan bali
desa trunyan balidesa trunyan bali

Desa Trunyan ini punya tiga lokasi pemakaman, yaitu Sema Wayah, Sema Bantas dan Sema Nguda dan untuk menghindari binatang buas yang bisa merusak mayat, mayat yang baru dimakamkan diberi penghalang dari ulatan bambu yang dibentuk seperti segitiga dan memanjang sesuai dengan ukuran tubuh mayatnya. Di Sema Wayah, hanya mayat yang meninggalnya secara wajar saja yang bisa dimakamkan disana, selain itu juga mayat anak kecil yang gigi susunya telah tanggal. Mitosnya, jika mayat tersebut dulunya sering berbuat dosa semasa hidupnya, mayat tersebut akan mengalami pembusukan yang cukup lama. Tapi jika semasa hidupnya selalu berbuat baik, mayat tersebut akan lebih cepat mengalami pembusukan. Sementara untuk Sema Bantas digunakan untuk pemakaman khusus untuk mayat yang dikubur dan Sema Nguda digunakan untuk pemakaman yang bisa untuk keduanya.

desa trunyan bali
desa trunyan bali

Mayat-mayat disini memang dibiarkan hancur secara alami. Jadi, kalo sudah tinggal tulang belulang, mayat akan dipindahkan. Tulang badan, tangan da kaki ditumpuk di samping pintu gerbang dan tengkorak kepala diletakkan disebuah batu dan disusun berjejer dengan yang lain. Jika prosesi ini sudah dilakukan, brati boleh ada jasad lagi yang dimakamkan di tempat ini.

wisata di bali

Wisata ini memang terdengar sedikit menyeramkan bagi orang awam seperti kami, tapi dibalik itu semua wisata ini juga sangat kental unsur budaya lokal dari masyarakat Trunyan itu sendiri. Maka dari itu, wisata ini juga bisa memperkenalkan dan melestarikan warisan leluhur. Tertarik untuk berwisata kesini guys?

Tips and Trick

Jika kalian berencana untuk berwisata ke Desa Trunyan, kalian ngga boleh melakukannya dengan sembarangan. Untuk itu, disarankan buat pakai guide agar bisa membantu kalian mengenal budaya lokal di Desa Trunyan ini. Jangan merusak apapun yang ada disini dan jangan mengotori sekitar pemakaman. 

Video by Fearless & Far

Where to Stay
SUGGESTED PARADISE
SUGGESTED CULINARY