5 star (from 3 people)
439 views | 3 Likes
Berwisata Sejarah di Candi Tikus
Mojokerto, Jawa Timur, Indonesia
Category: Culture & Art

Siapa yang tak kenal kerajaan Majapahit? Yap, kali ini saya bakal review tentang salah satu peninggalan uniknya yaitu 'Candi Tikus'.

Posted on 25 October 2017, 09:48:52
Effida
Tourist
Location on Google Maps
Candi Tikus
Jalan Raya Trowulan, Jatirejo, Temon, Trowulan, Mojokerto, Jawa Timur 61362, Indonesia
How to Get There

Hallooo, perjalananku kali ini dimulai dari rumahku yang berlokasi di Jombang, Jawa Timur. Dari Jombang ke Mojokerto kita hanya membutuhkan waktu sekitar 90 menit saja. Namun, kebetulan lokasi Candi Tikus ini berada di dekat perbatasan Jombang dan Mojokerto. Jadi kalau dari Jombang tidak perlu jauh-jauh ke Mojokerto Kota yaa hehe. Dari arah Jombang, kita hanya perlu mengikuti jalan utama menuju Surabaya yaitu melewati Kec.Peterongan dan Kec.Mojoagung. Hanya membutuhkan waktu sekitar 30 menit saja, kita akan melewati gapura perbatasan Jombang dan Mojokerto. Gapura yang ada juga khas menyerupai bangunan candi dengan bata merah dan berdiri megah di kanan kiri jalan raya. 

Tak butuh waktu lama dari perbatasan Jombang - Mojokerto, kita akan menemui perempatan besar atau yang biasa disebut perempatan trowulan. Dari situ, kita belok ke kanan dan akan memasuki wilayah rentetan candi-candi peninggalan Majapahit. Di sepanjang jalan, candi yang saya lihat masih sangat bagus dan sangat terawat. Tak hanya itu, dari jalan juga terlihat hijaunya rerumputan yang ada di sekitar candi. Selain candi, di wilayah kawasan Majapahit juga terdapat bekas pemandian atau biasa disebut Kolam Segara yang luas yang sangat dijaga kebersihannya. Serta terdapat museum Majapahit yang masih beroprasi hingga saat ini. 

Dari rentetan candi- candi tersebut, kita hanya perlu mengikuti plang atau rambu penunjuk arah untuk menuju ke Candi Tikus. Candi ini terletak di Jalan Raya Trowulan, Jatirejo, Temon, Trowulan, Mojokerto.

 

What to Do

Setelah mencari lokasi candi dengan mengikuti plang atau rambu penunjuk jalan yang ada, tibalah kami di Candi Tikus yang konon katanya menjadi peninggalan paling unik di kerajaan Majapahit. Dari jalan sudah terlihat hijaunya rerumputan yang ada di candi ini, serta terlihat taman yang akan memanjakan mata para pengunjung yang ada. Oh iya fyi, kebetulan jalan yang ada di depan candi ini termasuk kecil untuk parkir mobil, jadi mau nggak mau bagi yang membawa kendaraan mobil harus izin untuk parkir di depan-depan rumah warga yaa. Tenang, warga disana sangat ramah dan welcome kok sama tiap pengunjung yang datang jadi jangan takut ga diizinin ya hehehe. 

Setelah memasuki pintu masuk, kita akan dimintai untuk mengisi form pengunjung. Untuk tiket masuk, kita hanya perlu mengeluarkan biaya seikhlasnya untuk dimasukkan ke dalam kotak yang ada di pintu masuk Candi Tikus ini. Setelah mengisi form dan membayar tiket masuk seikhlasnya, kamipun bergegas masuk ke dalam wilayah candi. Pertama masuk, kita akan disuguhkan dengan pemandangan indah berupa taman dan candi yang ada. Candi tikus juga memiliki wilayah yang cukup luas dibanding candi-candi Majapahit yang lain. 

Lokasi candi tikus yang bersih dan terawat membuat pengunjung banyak berdatangan ke tempat ini, khususnya pada saat weekend. Bentuk candinya yang unik juga menarik wisatawan. Bangunan candi ini menyerupai sebuah petirtaan atau pemandian, yaitu sebuah kolam dengan beberapa bangunan di dalamnya. Yang menarik lagi adalah letaknya yang lebih rendah sekitar 3,5 m dari permukaan tanah. Pintu masuk menuju candi ini terdapat di sisi utara, berupa tangga selebar 3,5 m menuju ke dasar kolam. Rasain deh sensasi turun dan berfoto di area candi ini, lucu jadinya wkwkwk

Selain bentuk candinya yang unik dan menarik, di area ini juga terdapat tanaman yang diukir menjadi bentuk huruf-huruf dan disusun menjadi rangkaian kata "MAJAPAHIT" dan "CANDI TIKUS". 

Menurut info yang saya dapat dari pakar peneliti disini, Candi Tikus semula telah terkubur dalam tanah dan ditemukan kembali pada tahun 1914. Penggalian ini dilakukan berdasarkan laporan bupati Mojokerto tentang ditemukannya miniatur candi di sebuah pekuburan rakyat. Nama ‘Tikus’ sendiri ternyata hanya merupakan sebutan yang digunakan masyarakat setempat. Konon, pada saat ditemukan, candi ini berupa sarang tikus. Unik ya sejarahnya hehehe.

Tempat ini sangat cocok bagi kalian yang hobi berfoto, karena emang banyak spot yang unik dan aesthetic disini. Bagi kalian yang pengen kesini untuk mengorek sejarahnya, jangan khawatir karena disini akan ada orang khusus yang akan menjelaskan ke kalian tentang sejarah candi ini, dan itu gratis tanpa dipungut biaya yaa. Asik kan, yuk kesini selain dapet spot foto bagus, dapet ilmu juga deh!

Tips and Trick
  1. Bawalah alat dokumentasi untuk mengabadikan momenmu disini
Gallery (4)
Comments (4)