dodo | Sightseeing
Situbondo, Jawa Timur, Indonesia | Hiking & Trekking
09 Aug 2017


Fairy Tale- Fiery Blue
Kenapa Ijen? Kehausan dan dahaga akan adventure seakan-akan terus menghantui, kali ini pegunungan ijen yang dipilih. Mengapa ijen? Yang utama karena saya berdomisili di Surabaya, gunung ijen (S8° 03.787' E114° 14.770' -Puncak) tepatnya di sebelah

How to Get There

Traveling big group and Routing

Perjalanan menuju Ijen sebenarnya sudah direncanakan sejak April, hanya saja saya dan teman-teman menunggu saat musim penghujan benar-benar berhenti. Akhirnya tanggal 27 Juni 2015 pukul 15.00 ditetapkan wakti kita berangkat dari kota Surabaya. Rencana menuju ijen memang dibatasi hanya 5 orang pada waktu itu dengan alasan saya masih pemula dalam tanjak menanjak gunung. Hal ini karena selalu ada resiko yang muncul ketika anggota group bertambah, terutama terkait dengan keselamatan. Saya pribadi lebih suka traveling dengan group kecil 2 atau 3 orang karena risk lebih terkontrol dan manageable, selain itu group kecil lebih lincah dan mudah pengaturannya. Kali ini saya berkompromi, group mencapai 8 orang dan kita menggunakan 2 mobil masing-masing diisi dengan 4 orang. Rute yang dipilih adalah Surabaya-Porong-Probolinggo-Sitbondo-Bondowoso-Wonosari Bondowoso- Sukosari Bondowoso- Paltuding dengan jarak sekitar 256 Km (lihat gambar 1).

 


Gambar.1 (sampai Situbondo:belok kanan Jl. Arak-Arak)

 

Dinner at Bagas Jaya (S7° 44.702' E113° 27.103')

Setelah sekitar 4 jam dan 135km berlalu dan jam menunjukan pukul 19.00 kita memutuskan untuk berhenti istirahat atas saran Navigator untuk makan di Bagas Jaya. Konsep restoran Bagas Jaya adalah etnik dengan konsep lesehan (http://www.bagasjaya.id.tc/), tampak dari luar restoran sepi dan gelap remang-remang agak tidak meyakinkan tetapi keputusan sudah dibuat. Setelah melihat menu kami memutuskan untuk memesan paket sayang perut, Lele Gurami, dan Patin masing-masing 1 kg, nasi putih, sambal, lalapan, sayur, dan teh melengkapi makan malam dan porsi lebih dari cukup untuk 8 perut orang dewasa. Dengan total tagihan 235 ribu perut sangat kenyang dan rasa makanan yang enak saya dengan terpaksa merekomendasikan restoran ini.


 

Wonosari-Sukosari-SumberWringin-Paltuding

Berdasarkan trip komputer summary perjalanan ketika melewati rute wonosari-sukosari-sumberwringin-Paltuding adalah:


Jalan memang berkelok dan menanjak, kehati-hatian extra perlu ketika melewati rute ini, jalan berlubang, tidak ada lampu penerangan, dan ruas yang sempit membuat satu perpaduan yang membahayakan. Apabila dilihat dalam summary kita menempuh jarak 54 KM dalam waktu 2 jam!! Dan kecepatan rata-rata hanya 30km/h jika dilihat lagi total tanjakan yang dilahap adalah 2192m ini menjelaskan kenapa kecepatan rata-rata sangat rendah. Apalagi saya dan teman-teman melakukan perjalanan ini pada malam hari 22.30 hingga 00.30 tiba di paltuding, yang perlu diperhatikan adalah fisik supir dan kondisi kendaraan harus berada pada kondisi Top. Kita juga melewati 3 pos portal keamanan untuk mencapai Paltuding, uang yang harus disiapkan sekitar Rp10rb masing-masing portal karena 2 mobil sehingga kita menghabiskan Rp.30rb.

 

What to Do

 

Hiking: Ijen Peak- acclimatisation


Summary dari Paltuding (S8° 04.445' E114° 13.413') ke Puncak Ijen (S8° 03.787' E114° 14.770')


Sampai ke Paltuding  kelegaan tapi di sisi lain excitement meningkat, heart pumping rapidly mobil diparkir di tempat yang sudah disediakan. Hal pertama yang harus dilakukan acclimatisation, sebagai organisme hidup kita mesti memberi kesempatan kepada body system kita untuk menyesuikan dengan perubahan suhu dan kelembapan, pilihan untuk tinggal di mobil karena dingin adalah pilihan yang salah karena kita akan melakukan pendakian. Kita harus keluar membiarkan tubuh terexpose udara luar supaya terbiasa dengan suhu sebelum melakukan hiking, tentu saja kita harus memakai jacket pakaian lengkap penahan dingin. Hal-hal yang saya siapkan sebelum pendakian:

1.      Jacket windproof-jacket yang terbuat dari goretex atau sejenisnya yang menahan angin dan air.

2.      Inner Jacket Fleece-jacket lapisan dalam yang biasa terbuat dari bahan fleece atau wool untuk penahan dingin

3.      Head lamp-Pengusir gelap.

4.      Sepatu hiking atau Sepatu lari jika ada lengkap dengan kaos kaki

5.      Hiking Pole yang membantu untuk menanjak.

6.      Masker-ini keharusan karena gas mungkin beracun yang berada di kawah ijen jika memungkinkan bawa masker standard industrial.

7.      Air 2 liter per orang-mencegah dehidrasi karena cairan tubuh pasti hilang dalam proses pendakian.

8.      Kamera.

9.      Snack.

10.  First aid kit.

 

Saya sebisa mungkin pack se-ringan mungkin, dengan tidak membawa barang yang tidak akan dipakai di puncak, karena berat yang dipikul yang akan menghukum saya dalam perjalanan naik ke puncak jika mungkin pilih pakaian yang ringan cepat kering (dryfit). Jika dilihat elevation grade hanya mencapai 11% tapi ini merupakan perjalanan dari paltuding ke puncak masih ada perjalanan dari puncak menuju  ijen crater untuk melihat api biru. Adrenalin yang terpompa membuat kelelahan usai membawa kendaaraan sejauh 263KM pergi begitu saja, attitude mental yang positif, stretching kecil sebelum melakukan hiking naik juga menjadi modal penting-tidak lupa juga berikan waktu 1-2 jam kepada tubuh untuk menyesuaikan dengan suhu sebelum melakukan hiking ke puncak. Sebelum mendaki ada pos terakhir yang mewajibkan kita untuk membayar ticket masuk @ Rp 7.500 (lihat gambar ii).


Hiking: Ijen Peak-Two members down, Slamet Teguh

Pendakian dimulai pukul 00.30, kondisi gelap dan suhu mencapai dibawah 8°C membuat saya dan teman-teman terisolasi secara individual pertarungan antara fisik dan mental dimulai. Kita sempat meminta bantuan warga local yang membantu menjadi local setelah tariff disepakati yaitu Rp 100.000 yang bernama pak slamet. Tubuh otomatis shock ketika perjalanan menanjak dimulai, masing-masing member yang biasa banyak omong menjadi tidak ada suara- semua sibuk mengatur nafas. Ini bagian yang paling saya suka ketika kita bertarung menahan lelah dan sakit dengan kekuatan mental pikiran, setelah berjalan 10 min awal emang bagian terberat karena awal dan tubuh masih diproses menyesuaikan group memutuskan untuk istirahat. Pada saat itu dua dari anggota memutuskan untuk kembali karena tidak kuat, ketika pikiran untuk kembali muncul saya tidak bisa  berkata apa-apa, mereka yang paling tahu kondisi tubuh mereka masing-masing saya tidak menghalangi hanya menyayangkan. Resiko traveling dengan big group menjadi nyata, ketika teman-teman anggota yang tidak kuat melanjutkan harus kembali sementara sisanya ingin melanjutkan terpaksa group terpecah. Pak Slamet-Teguh (nama belakang merupakan pemberian saya karena suka memotivasi mirip Mario Teguh) membuat saya sedikit lega karena beliau tahu daerah sekitar dan apabila ada keadaaan krisis dan bahaya setidaknya kita tahu harus jalan ke arah mana ketika berjalan bersama lokal guide.

 

Hiking: Ijen crater- Blue Fire



Dari point (S8° 03.743' E114° 14.769') sudah terlihat Api Biru dan Pak Slamet menanyakan apakah kita mau turun atau cukup di sini, karena waktu masih ada kita memutuskan untuk turun, waktu itu pukul 3:15 WIB. Dari atas api biru terlihat kecil kebiruan dengan asap putih mengepul. Perjalanan turun dimulai jalan berkelok dan kita berjalan diatas permukaan batu, jauh berbeda ketik kita memulai perjalanan hiking dari paltuding. Di sini sepatu running mulai berperan dan hiking pole juga meringankan tugas lutut dan sepatu mencegah kita terpeleset pilihan jalur mesti dipertimbangkan dengan baik jalanan cukup terjal. Pemandangan api biru, asap, bintang, senter yang orang-orang dari pelosok dunia berduyun-duyun turun menapaki jalan untuk melihat fenomena api biru sesekali kita harus memberi jalan kepada penambang sulphur yang lewat dengan membawa beban. Pemandangan sungguh indah, saya berhenti di point S8° 03.684' E114° 14.686' sekedar untuk berhenti menikmati dan merekam semuanya di dalam kepala, dan tidak lupa saya mengambil gambar untuk berbagi. Saya memilih tidak sampai turun ke bawah karena kepulan asap yang luar biasa di sini manfaat industrial masker karena asap pergi ke mana angina membawa suatu saat angin membawa asap turun dengan sekejap situasi menjadi berkabut penuh dengan asap sulphur yang cukup menyesakkan nafas.


 


Hiking: Crater- Peak-Paltuding

Matahari mulai muncul di ufuk, pemandangan yang tadinya gelap gulita menjadi terang, langit yang menguning matahari yang muncul di sela-sela awan seakan mengiringi perjalanan hiking pagi hari itu. Kita mulai bisa melihat wajah satu per satu orang-orang yang disekitar, sebelumnya malam gelap gulita hanya dibantu dengan headlamp di atas wajah masing-masing orang sehingga ketika bertatap muka hampir tidak bisa melihat karena silau. Saya sempat terpisah dengan group karena saya memilih tidak turun hingga ke bawah akhirnya dipertemukan lagi, posisi saat itu di puncak S8° 03.787' E114° 14.770' jam menununjukan pukul 5.30, perut mulai lapar saatnya istirahat dan menikmati makanan kecil.

 

 



 

Pukul 5.47 kita memutuskan untuk turun dari puncak, saya dan teman saya bercerita bahwa selama perjalanan ternyata pak slamet selalu mengawasi kita, dia melihat kita dari kejauhan, walaupun kita terpencar dia tahu kira-kira posisi masing-masing kita berada di mana- karena itu apabila traveling dengan group besar saya menyarankan menggunakan local guide untuk membantu jika ada kesulitan. Sampai di Paltuding kita sarapan pagi dan melanjutkan perjalanan pulang 8.30 pagi, kita memutuskan untuk kembali.


 

 

Tips and Trick

Top Tip

1.      Bawa Peralatan yang sudah saya sebutkan di atas:

·         Jacket windproof-jacket yang terbuat dari goretex atau sejenisnya yang menahan angin dan air.

·         Inner Jacket Fleece-jacket lapisan dalam yang biasa terbuat dari bahan fleece atau wool untuk penahan dingin

·         Head lamp-Pengusir gelap.

·         Sepatu hiking atau Sepatu lari jika ada lengkap dengan kaos kaki

·         Hiking Pole yang membantu untuk menanjak.

·         Masker-ini keharusan karena gas mungkin beracun yang berada di kawah ijen jika memungkinkan bawa masker standard industrial.

·         Air 2 liter per orang-mencegah dehidrasi karena cairan tubuh pasti hilang dalam proses pendakian.

·         Kamera.

·         Snack.

·         First aid kit.

2.      Hormati Alam-bawa turun kembali sampah pribadi anda

3.      Sediakan waktu untuk acclimatisation di Paltuding 1-2 Jam

4.      Perhitungkan waktu sebaik-baiknya, blue fire terakhir sekitar pukul 4.30, pemula bisanya membutuhkan waktu 2-3 jam dari paltuding menuju kawah.

5.      Pastikan anda fit ketika naik ke puncak

 

6.      Hubungi: Pak Slamet : 0823 3744 2784 

Where to Stay
SUGGESTED PARADISE
SUGGESTED CULINARY