Wana Wisata Coban Rais Di Malang

coban rais malang

sugengcool | Traveler
Malang, Jawa Timur, Indonesia | Waterfall
19 Jun 2017


Wana Wisata Coban Rais Di Malang
Hi Guys !!, Kali ini saya akan liburan singkat mengeksplorasi keindahan alam Coban Rais, Salah satu tujuan wisata di kota malang yang sedang naik daun dan masih belum banyak dikunjungi traveler.

How to Get There

Liburan singkat saya ini tersusun dengan cukup rapi karena sudah direncanakan jauh-jauh hari, akhirnya saya bersama  lima teman saya berangkat dihari minggu tgl 18 juni 2017 kemarin, Kita sepakat menggunakan jasa rental mobil + sopirnya supaya tidak terlalu kecapekan tongue-out

Kita berenam dijemput jm 5 pagi oleh sang sopir, penjemputan pertama hingga terakhir cukup memakan waktu, akhirnya sampai jm 9an baru kita meninggalkan surabaya dan menuju malang, untuk sampai ke coban rais yang belokasi di oro-oro ombo, malang ini kita harus menempuh jarak sekitar 100 km dengan waktu tempuh sekitar 3 jam, untung saja keadaan jalan tidak terlalu macet, akan tetapi karena diantara kita belum ada yang pernah kesana kita harus menggunakan google maps dan beberapa kali bertanya sampai akhirnya tiba juga di lokasi wisata Coban Rais, untuk memasuki tempat wisata ini kita diharuskan membayar tiket masuk 10rb per orang dan tiket parkir mobil 10rb, tiket ini tidak termasuk dengan tiket wahana yang akan saya jelaskan dibawah.

 

What to Do

Setelah memarkir kendaraan dan melewati pintu masuk kita langsung disuguhi pemandangan alam yang luar biasa indah apalagi di suhu udaranya juga sejuk mendukung banget deh untuk betah berlama-lamaan disini, eh tapi sebelum kita menuju ke air terjun yang menjadi tujuan wisata utama, terlebih dulu kita bersenang-senang sambil berfoto ria di bukit bulu.

Memang setelah diolah menjadi daerah wisata, Coban Rais dulunya bernama coban sabrangan ini dikelola secara apik dengan menambahkan banyak wahana yang menarik untuk dikunjungi, nah daerah bukit bulu inilah tempat wahana-wahana yang mempunyai spot yang indah dan istimewa, walaupun kalian harus merogoh kocek lebih untuk menikmatinya, tapi memang spotnya istimewa dan bisa dibilang instagramable yang pasti kece dan ngehits banget !.

Seakan mengejar waktu kita langsung aja ke loket membeli tiket wahana flower garden dan love seharga 25 rb, tapi sebelum menuju wahana itu  kita menikmati wahana lainnya dulu seperti spider hammock, panggung i love you dan panggung pinus, sayangnya kita tidak bisa mencoba hammock tower karena sedang maintenance.

   

   

   

Wahana pertama yang kita coba adalah spider hammock, tidak seperti hammock tower yang kelihatan ekstrim karena berada dipinggiran jurang, spider hammock ini berada ditengah hutan pinus, spier hammock ini terdiri dari enam hammock yang dipasang tidak terlalu tinggi namun di tata rapi seperti sarang laba-laba, cukup menarik untuk bersantai dan berfoto-foto kece disini, untuk menikmati spider hammock ini kita di kenakan biaya 20rb perorang.

   

Selanjutnya kita menuju ke panggung i love you dan panggung pinus, panggung-panggung ini memiliki background pemandangan yang indah banget, untuk menikmatinya kita harus membayar 10rb per orang, namun untuk berfoto di panggung - panggung ini kalian harus memiliki mental yang cukup kuat karena panggungnya memang cukup tinggi dan juga berada di pinggiran jurang, kalau takut ketinggian mendingan jangan coba-coba deh daripada terjadi hal yang tidak diinginkan, pengelola juga melarang anak kecil untuk menaiki wahana panggung ini, diantara kita pun hanya 2 orang yang berani menaiki panggung pinus yang mana panggung ini adalah yang paling tinggi, setelah mendapatkan foto-foto yang bagus kita lanjut ke wahana love dan flower garden untuk sekedar bersantai dan berfoto-foto lagi, selain wahana yang indah untuk berfoto tersedia juga camping ground buat kalian yang mau berkemah.

   

   

   

   

Puas menikmati berbagai macam wahana dan mendapatkan foto-foto kece, kita langsung lanjut ke air terjun yang menjadi tujuan utama, tapi sebelum itu kita menuju loket terlebih dahulu untuk mengambil foto-foto yang didapatkan secara gratis di tiap-tiap wahana (1 foto per wahana), nah guys untuk menuju ke air terjun ini kita harus trekking menempuh jarak sekitar 10 km (wow surprised) dengan rute yang cukup ekstrim dan melelahkan.

   

   

Awalnya jalanan cukup datar namun tidak lama kemudian jalanan mulai berubah menjadi bebatuan dan dari yang awalnya agak lebar menjadi lebih sempit, menanjak dan tidak jarang ada juga yang licin, bahkan ada yang menanjak hampir 45 derajat *fiuhh tongue-out, tidak jarang kita berhenti untuk beristirahat dulu untuk meminum air dan memakan bekal, rute yang seharusnya bisa ditempuh hanya dengan 40mnt, kita menempuhnya hampir 1,5 jam, yah karena kita kebanyakan isritahat laughing, cukup melelahkan namun tidak terasa lama karena kita berjalan sambil bersenda gurau dan tidak memaksakan diri kalau capek ya istirahat dulu tongue-out, jujur selama pengalaman saya ke air terjun ini termasuk yang lumayan ekstrim, di jalur trekking ini kita juga melewati beberapa beberapa sungai yang bersumber dari aliran air terjun, memang sebelum berganti nama menjadi coban rais, air terjun ini dinamakan coban sabarangan karena untuk menuju kesana kita harus menyebrangi beberapa sungai.  

   

perjalanan yang melelahkan akhirnya terbayar sudah ketika sampai di air terjun, kita berenam benar-benar terpesona melihat keindahan alam air terjun ini, sejenak kita beristirahat sambil berfoto-foto didekat air terjun yang memiliki tinggi sekitar 20mtr ini, memang tidak ada papan larangan untuk berenang ataupun berdiri dibawah air terjun, namun melihat derasnya debit air yang turun rasanya cukup berbahaya untuk berada tepat ditengah air terjun apalagi kolam dibawah air terjun juga rasanya cukup dalam, meskipun begitu kita cukup puas dengan melihat dan mengabadikan foto dengan background keindahan alam air terjun coban rais.

   

   

Setelah dirasa cukup beristirahat kita langsung memutuskan untuk pulang, kenapa harus beristirahat dulu ?, yah karena untuk pulang kita harus trekking lagi dijalur yang kita lewati tadi untuk ke air terjun, karena lapar melanda sebelum pulang kita mampir dulu ke warung yang ada di sekitaran pintu masuk, di wana wisata ini warung yang berjualan bisa dibilang cukup sedikit, kami akhirnya mampir ke warung sate saja dan memesan sate ayam yang dengan lahapnya kita santap dan ditutup dengan segelas teh hangat, hmm lengkap sudah rasanya liburan kali ini langsung aja kita pulang kesurabaya karena pekerjaan sudah menanti kita di keesokan harinya. 

Tips and Trick

1. Siapkan dana lebih untuk menikmati berbagai wahana.

2. Untuk anak kecil disarankan untuk selalu didampingi orang tuanya.

3. Siapkan alas kaki yang cocok digunakan untuk jalanan terjal  seperti sepatu trekking atau sandal gunung.

4. Bawalah bekal yang cukup saat trekking menuju ke air terjun karena tidak ada yang berjualan disana.  

5. Bawalah kamera yang cukup bagus, kalian pasti tidak mau kelewatan untuk mengabadikan keindahan alamnya kan ?.

 

Where to Stay
SUGGESTED PARADISE
SUGGESTED CULINARY