57 views | 1 Likes

Telusuri Bangunan Tua Bersejarah di Malaka, Malaysia

4 star (from 1 people)
Malacca City, Malacca, Malaysia
Category: Historical Places

Posted on 06 October 2019, 16:00:00
Zulfa
Tourist

Menelusuri kota bersejarah Malaka mulai Kawasan Jonker walk, bangunan merah dan juga sederet bangunan tua peninggalan yang merupakan jejak peninggalan era kolonialisme di negeri Jiran, Malaysia

How to Get There

Dari bandara Kuala Lumpur baik KLIA atau KLIA 2 tersedia bus langsung menuju Malaka. Bus berada di lantai 1. Waktu tempuh dari Bandara menuju Malaka sekitar 2 jam.

Jika dari Kuala Lumpur, bisa naik bus langsung Malaka dari Terminal Bersepadu Selatan.

Dari Malaka Central atau terminal bus di Malaka menuju kawasan wisata Jonker walk atau bangunan merah bisa menggunakan  bus panorama nomer 17. Atau jika kamu datang berama teman teman bisa menggunakan grab. Untuk bus panorama tiket seharga 1.5 ringgit. Sedangkan untuk naik grab 7 ringgit, dari Malaka Central ke Kawasan Joker walk atau bisa turun langsung ke bangunan merah. Ketika memasuki bus panorama bilang saja ke kondektur untuk turun ke Bangunan Merah.

What to Do

 

Kota kecil dengan segala ketenangan yang ditawarkan ini memang tidak pernah bosan untuk dikunjungi. Sekali ke Malaka, pasti pingin balik lagi kesini. Berada di semenanjung Malaka, Kota Malaka menjadi kota bersejarah yang enak untuk ditelisik dengan berjalan kaki. Ada Kawasan Joker walk, bangunan merah atau staydust dan juga sederet bangunan tua peninggalan yang merupakan jejak peninggalan era kolonialisme di negeri Jiran.

Setelah mengunjungi bangunan merah atau Red Square, saya berjalan santai menuju ke belakang. Menaiki tangga yang sedikit basah karena semalaman hujan mengguyur Malaka. Tangga ini membawa saya menuju sebuah bukit.

Wisata di Malaka


Sebuah patung berlatar belakang menara tinggi dengan fasade warna putih menjulang diatas bukit seolah menyambut siapa saja yang datang kemari. Berjalan mendekat, Menara putih yang nampak diatas bukit ini adalah bagian depan sebuah gereja tua St. Paul. Merupakan Gereja katolik tertua di Malasysia dan juga Asia Tenggara. Dahulunya Gereja ini adalah sebuah chapel, kemudian pada tahun 1521 oleh seorang kapten bangsa Portugis beranam Duarto Coelho dialih fungsikan menjadi sebuah Gereja.

Memasuki Gereja tua tanpa atap ini ada rasa yang berbeda. Semriwing semriwing sedap gitu. Apalagi pagi itu saya terpisah dengan teman teman. Ditambah lagi saya datang pagi hari, masih belum ada turis.  Jadi saya sendirian masuk dalam gereja yang pernah menjadi tempat bersemayannya Padere francis Xavier sebelum disemayankan selamanya di Goa, India.

Wisata di Malaka

Wisata di Malaka



Beberapa kali saya sempat merasa  merinding menyusuri Gereja  ini sendiri, Tapi sebuah  batu batu prasasti yang menunjukkan kebesaran gereja ini pada waktunya ini membuat mata saya syik membaca dan menikmatinya. Tulisan besar khas bergaya eropa berderet cantik menjukkan usianya. Mambaca setiap kata yang terukit di Batu menjadi hal menarik jika anda pecinta sejarah.

Saya kemudian berjalan ke belakang Gereja disana terdapat sebuah rumah putih berukuran besra bergaya Eropa. Pada zamanya rumah ini pasti sangatlah mewah. Rumah ini diketahui adalah rumah gubernur yang memerintah Malak apada saat itu. Yang menarik lagi dari dari atas sini kita  bisa melihat kota Malaka dari ketinggian.

 

Wisata di Malaka


Dari bukit St. Paul saya berjalan kebawah. Melewati beberapa kuburan belanda. Berwarna putih dengan ukuran yang besar. Diantara rindang pepohonan terdengar ciutan burung. Terasa teduh. Saya yang tadinya sempat merasakan merinding disko, entah mengapa justru saya merasa damai dengan kesejukan yang ditawarkan.

kota tua di malaka


Berjalan santai saya menuju tangga yang membawa menuju salah satu bekas benteng peninggalan Portugis. Dikenal dengan A Famousa. Benteng yang dibangun pada tahun 1511 ini merupakan peninggalan arsitektur tertua di Asia tenggara. Yang nampak menonjol yang tersisa dari benteng ini adalah gerbang yang dikenal dengan Porta De Santiago.

Benteng Famosa sendiri merupakan benteng yang dibangun oleh Afonso de Albuquerque, salah seorang komando pasukan portugis yang menyerang dan mengalahkan kesultanan Malaka.

kota tua di malaka


kota tua di malaka


Disebelah sayap bagian kiri benteng a Fomusa, juga terdapat replika Istana kesultanan Malaka. Luas dan besar. Hanya saja waktu itu masih pagi jadi belum buka dan saya nggak masuk kedalam Istana. Justru saya lebih menikmati duduk santai di depan A fomusa karena disini terdapat tanah lapang dengan bangku bangku kayu yang pas untuk duduk santai. Bersapa dengan penduduk setempat yang sedang melakukan olah raga. Atau menyaksikan turis yang mulai datang satu persatu.

wisata keren di malaka

 

wisata keren di malaka



wisata keren di malaka


wisata di malaka

wisata di malaka


Diantara rimbun pepohonan yang mengayomi jalan di Kawasan E Famosa saya juga mengunjungi beberapa tempat bersejarah yang saat ini kebanyakan dijadikan Museum. Saya juga mengunjungi Museum Samudra yang merupakan replika kapal Portugis atau juga dikenal dengan Flo De almar. Juga explore kawasan peranakan Jonker walk.

wisata di malaka

 

 

Tips and Trick

  • Berkunjunglah dipagi hari, karena dipagi hari suasa sejuk dan belum ada turis yang datang. Sehingga lebih puas menikmati bangunan bersejarah. Selain itu juga, jika tidak banyak turis, hasil foto juga lebih bagus alias tidak bocor.
  • Gunakan sandal atau sepatu yang nyaman karena menjelajahi Malaka paling enak dilakukan dengan berjalan kaki.
  • Jika masih pertama kali ke Malaka, jangan lupa meminta peta wisata di Malaka untuk menjelajah. Karena di Malaka banyak banget sederat bangunan bersejarah yang sayang untuk dilewati. Dan kebanyakan untuk mengunjungi tempat bersejarah tidak dipungut biaya alias gratis. 

Where to Stay

Sydney Bacpacker di kawasan herrigate Jonker Walk

Gallery (13)

Comments (1)