122 views | 1 Likes

Candi Sumur, Peninggalan Kerajaan Majapahit yang Tersembunyi

4 star (from 1 people)
Sidoarjo, Jawa Timur, Indonesia
Category: Historical Places

Posted on 16 August 2019, 11:00:18

Tak hanya Candi Pari, Candi Sumur di Sidoarjo juga tak kalah melegendanya bahkan keduanya saling berkaitan..

How to Get There

Lanjutan dari review aku sebelumnya tentang Candi Pari nih guys, ngga jauh dari situ sekitar 50 meteran ada sebuah candi yang bernama Candi Sumur. Lokasinya masih sama yaitu di Desa Candi Pari, Kecamatan Porong, Kabupaten Sidoarjo. 

Dari pusat kota menuju ke Desa Candi Pari ini emang cukup jauh dan jarang ada transportasi umum menuju desa ini. Kalian bisa naik kendaraan pribadi, bisa mobil ataupun motor. Jalanannya pun udah bagus kok guys plus kalian akan dimanjakan dengan pemandangan sawah yang hijau juga pegunungan yang terlihat dari kejauhan. Tapi karena aku dari Candi Pari, jadi aku parkir kendaraan di sekitar Candi Pari kemudian lanjut jalan kaki ke Candi Sumur.

What to Do

Candi Sumur ini punya bentuk yang lebih kecil dibandingkan Candi Pari. Pada bangunan Candi Sumur ini sama sekali ngga ditemukan ukiran ataupun relief-relief yang menghias dinding ataupun kaki candinya. Bentuknya cukup unik dan hanya terlihat dari susunan anak tangga yang berada di sisi selatan candi. Anak tangga di candi ini cukup curam guys dan ngga ada dinding tangga di bagian sisinya, jadi kalo kalian mau naik harus extra hati-hati.

pintu masuk candi sumur

Sama halnya dengan Candi Pari, Candi Sumur ini juga udah mengalami pemugaran. Meskipun begitu, bentuknya udah ngga utuh lagi hanya tersisa bagian kaki candi dan badan candi yang ngga semuanya utuh. Candi Sumur ini lokasinya juga sama-sama ada di tengah pemukiman warga.

candi sumur sidoarjo

Saat kemaren berkunjung kesana, aku disambut dengan juru kunci yang juga bertugas sebagai pemelihara candi ini bernama Mbah Karsono. Mbah Karsono ini udah bertugas sebagai pemelihara candi selama lebih dari 50 tahun, jadi beliau juga menjadi saksi saat candi ini di pugar.

Mbah Karsono ini juga yang menceritakan tentang sejarah dari candi yang udah dibangun sejak tahun 1300 sebelum Masehi ini. Aku udah nulisin sebelumnya gimana candi ini dibangun, tapi aku bakal bahas lagi sedikit disini.

candi sumur sidoarjo

Candi Sumur ini juga merupakan candi peninggalan Majapahit. Candi ini dibangun untuk menghormati Nyai Roro Walang Angin yang menghilang di sumur saat hendak dibawa secara paksa ke kerajaan. Jadi, saat Jaka Pandelegan meminta ijin untuk pergi ke lumbung padi, lalu kemudian menghilang, Nyai Roro Walang Angin juga meminta ijin untuk mengambil air di sumur untuk bekal perjalanan menuju kerajaan. Nah, di sumur inilah Nyai Roro Walang Angin kemudian menghilang. Untuk itu Prabu Hayam Wuruk membuatkan Candi Sumur dan Candi Pari untuk mengenang Jaka Pandelegan dan istrinya, Nyai Roro Walang Angin, mengingat sudah banyak sumbangsih yang diberikan oleh desa ini kepada kerajaan.

candi sumur sidoarjo

Menurut Mbah Karsono, Candi Sumur ini selain jadi tempat wisata juga kerap digunakan untuk kegiatan ritual ataupun kegiatan religi. Biasanya kegiatan ritual ini dilakukan saat malam hari guys.

candi sumur sidoarjo

Anyway, kalo kalian main ke Sidoarjo ngga ada salahnya buat mampir ke kawasan Candi Pari dan Candi Sumur ini. Disini kalian bisa belajar sejarah dan spot candi ini juga bisa jadi background foto yang cukup instagenic lho guys.

Tips and Trick

Nah, buat kalian yang pengen main ke Candi Sumur ini, ada beberapa hal yang mesti kalian perhatikan:

  • Jaraknya lumayan jauh dari pusat kota, kalian bisa sewa kendaraan dari pusat kota Sidoarjo soalnya masih jarang ada kendaraan umum menuju desa ini.
  • Masuk ke candi ini ngga ada tiket masuk, tapi kalian bisa kasih seikhlasnya ke pengelolanya untuk biaya pemeliharaan.
  • Waktu yang tepat untuk berkunjung adalah pagi dan sore hari, soalnya kalo siang panas banget guys.
  • Bawa kamera yang bagus buat foto-foto.
  • Ajak temen-temen dan keluarga kalian untuk kesini dan belajar sejarah.
  • Jaga kebersihan tempat ini.
  • Jangan rusak candi ini.

Gallery (5)

Comments (2)