84 views | 1 Likes

Merinding Disco di Museum Kematian

4 star (from 1 people)
Surabaya, Jawa Timur, Indonesia
Category: Culture & Art

Posted on 16 August 2019, 10:58:33
Zulfa
Tourist

Jika biasanya museum identik dengan benda benda bersejarah atau barang barang antik, disini hal tersebut praktis tidak kita jumpai. Justru yang terasa adalah aura kematian

How to Get There

Jika menggunakan kendaraan pribadi arahakan kendaraan menuju kampus B Universitas Airlangga, Surabaya. Museum Etnografi atau museum kematian tepatnya berada di depan fakultas Ilmu Sosial dan Politik.

 

What to Do

Ingin menyaksikan berbagai ritual adat yang berhubungan dengan kematian? atau melihat jailangkung secara langsung? atau kalau mau nekat uji nyali? datang saja ke Museum Etnografi atau lebih akrab dikenal dengan Museum Kematian. Berada di kampus B Universitas Airlangga, Surabaya. Tepatnya berada di depan fakultas Ilmu Sosial dan Politik.

Ini adalah kedua kalinya saya datang kemari. Pertama kali datang kemari sukses membuat bulu kuduk berdiri. Tapi dibalik kengerian yang tersaji, ada sisi lain dalam diri  memandang kematian itu sendiri. Nggak melulu tentang ketakutan, hantu maupun setan tapi lebih tentang arti kematian itu sendiri.



Kedua kalinya datang kemari karena saya mendengar bahwa museum Etnografi diperluas. Semakin banyak benda yang ditampilkan dan lebih “horror” lagi, katanya sih. Mengetahui hal tersebut, nyali dalam diri yang sudah lama tak terasah ini bangkit. Dan saya nekat datang ke museum kematian … sendirian.

Karena sudah pernah datang kemari, dengan pede saya memasuki ruangan sendirian. Kalau kata orang “sudah kenal sama penunggunya”, staff museum maksudnya. hihihi Masuk kedalam museum, semerbak bau dupa menyapa. Sampai disini ketegangan belum terasa. Masih santai.

Untuk mempermudah pengunjung menggali informasi disini ada beberapa staff yang selalu siap membantu menjelaskan benda benda yang ada di museum. Atau kalau nyali kamu ciut, staf disini dengan baik hati menemani kamu menyusuri “kematian”,eh, museum kematian maksudnya.



Sebagai informasi, Jika biasanya museum identik dengan benda benda bersejarah atau barang barang antik, disini hal tersebut praktis tidak kita jumpai. Justru yang terasa adalah aura kematian. Di dalam museum kematian ini pengunjung disuguhi berbagai macam ritual adat kematian yang unik dari berbagai daerah di Indonesia lengkap dengan replikanya.

Seperti tradisi Mepasah yakni tradisi pemakaman di Desa Trunyan, Bali. Disini diperlihatkan tulang tengkorak asli yang dibalut dengan kain lengkap dengan penutup bambu berbentuk prisma yang biasa disebut ancak saji. Juga terdapat tradisi Ma nene dari tanah Toraja. Yakni ritual mengganti pakaian jenazah yang dilakukan tiga tahun sekali.





Selain tradisi, museum ini juga menyimpan koleksi berbagai macam benda yang berhubungan dengan kematian. Seperti Waruga, Jailangkung, dan masih banyak lagi.

Museum ini juga memiliki berbagai macam informasi mengenai mitos mitos yang  dianut nenek moyang. Yang paling menarik disini adalah keberadaan tengkorak manusia (mumi) dari zaman pra sejarah, sekitar tahun 1040 SM yang diperkirakan  berusia lebih dari 3040 tahun. Tak cukup disitu saja, disini juga terpampang informasi tentang demografi penyebaran manusia modern di dunia.

Saya kemudian masuk ke area baru, dimana bagian ini masuk kedalam. Dengan langkah pede saya memasuki ruangan. Susana gelap menyapa. Nuansa gua terasa. Deg, jantung berdetak cepat menatap sesosok mayat berbalut kain kafan terlentang disana. Nyali saya langsung ciut. Antara terus jalan sendirian atau minta ditemani. Sungguh urat pede langsung mengekret.

Kamu bisa dan kamu berani ucap saya dalam hati. Menguatkan diri sendiri. Bismilllah, saya masuk lebih dalam lagi. Sendirian.

Sesosok tengkorak tergeletak diatas tanah galian. Garis kuning polisi terpasang disana. Disini kita belajar ilmu forensik ketika sebuah kasus pembunuhan terjadi.



Selanjutnya, sebuah replika area pemakaman bergaya Eropa sering kita lihat dalam film film Hollywood. Lengkap dengan patung dengan gaya kematian yang berbeda. Keluar dari museum dari sisi samping disana terdapat benda benda bersejarah yang sangat menarik untuk diulik.




 Museum ini buka mulai hari Senin-Jumat mulai jam 09.00-15.00 dan pengunjung tidak dipungut biaya alias gratis.

 

Tips and Trick

  • Jika kamu penakut, datanglah bersama teman
  • Jika tidak ada teman staff museum siap menemani dan menjelaskan
  • Ruangan nyaman dengan pendingin ruangan
  • Jangan berbuat yang aneh aneh, sopan dan tenang

Where to Stay

Di sekitar kampus Universitas airlangga terdapat banyak hotel budget dan hotel berbintang yang bisa menjadi pilihan

Gallery (6)

Comments (1)