159 views | 0 Likes

Menyusuri Kampung Kemasan Salah Satu Destinasi Wisata di Kota Gresik

0 star (from 0 people)
Gresik, Jawa Timur, Indonesia
Category: Historical Places

Posted on 15 August 2019, 09:55:55
Zulfa
Tourist

Deretan rumah berarsitektur Eropa, China dan Arab mengajak ingatan terbang melewati ruang waktu pada abad keemasan

How to Get There

Jika menggunakan kendaraan pribadi, arahkan kendaraan menuju alun alun Gresik. Dari alun alun, kawasan kampung kemasan berjarak sekitar 300 meter.

Menggunakan kendaraan umum, dari arah Surabaya, bisa menuju kemari dengan menggunakan mikrolet dari Pasar Turi – Gresik. Langsung turun di Jl. Fakih Usman - Gresik

Jika turun di terminal pasar Gresik, gunakan becak atau jalan kaki menyusuri pasar kota Gresik. 

What to Do

Diantara lebatnya pabrik di kota Gresik yang dijuluki kota Industri, pemerintah kota Gresik berbenah untuk menyajikan spot wisata untuk menarik kunjungan wisatawan. Salah satunya menghidupkan kembali kawasan kota lama Gresik yang letaknya tak jauh dari alun alun kota Gresik.

Saya sendiri lahir dan besar di kota Gresik. Sekolah saya berada dekat dengan alun alun Gresik yang juga berada dalam Kawasan kota tua di Gresik.  Di kawasan kota lama ini terdapat kampung kemasan memiliki sederet bangunan yang masuk dalam cagar budaya.







Mengetahui kampung kemasan bersolek dan menjadi kawasan wisata saya gegas menjelajahinya. Pagi itu ketika matahari mulai merangkak naik, dengan menggunakan kendaraan pribadi saya menuju kampung kemasan. Motor saya parkir didepan salah satu rumah penduduk disini.

Menebar pandang deretan rumah tua yang didominasi warna merah dan putih, saya seolah terbawa dalam mesin waktu menuju abad keemasan. Dahulunya, pada abad ke 12 dan 13 Gresik dikenal sebagai kota bandar yang melayani perdagangan kerajaan Majapahit. Hal ini membuat pedagang mancanegara singgah dan kemudian mendirikan pemukiman disekitar pelabuhan Gresik, hal ini bisa dilihat dari bangunan yang rata rata berarsitektur Eropa, China dan Arab.

 







Diantara banyaknya bangunan berarsitekur kuno di kawasan kota lama Gresik, kampung kemasan menjadi tujuan utama wisatawan. Dinamakan demikian karena pada abad ke 18 dikampung ini berdiri sebuah rumah yang dibangun oleh seorang keturunan Cina yang bernama Bak Liong yang mempunyai ketrampilan membuat kerajinan emas. Kerajinan emas ini membuat dia terkenal dan banyak penduduk yang datang dan bekerja dengannya. 

Pada tahun 1855, H. Oemar bin Ahmad yang dikenal sebagai pedagang kulit mendirikan rumah di kawasan ini. Selain kulit beliau juga memiliki usaha penangkaran burung walet.




Seiring dengan kesuksesannya beliau kemudian mendirikan beberapa rumah lagi disekitarnya. Dikampung kemasan terdapat puluhan bangunan kuno yang masuk dalam daftar cagar budaya. Bangunan rata rata terdiri atas dua lantai dan didominasi warna merah.

Lantai bawah dibuat tempat tinggal, sedangkan lantai dua untuk penangkaran burung wallet. Lampu dan kursi  kuno turut menghiasi bagian depan rumah. Uniknya, rumah disini memiliki jendela dan pintu palsu, hal ini dimaksudkan untuk mengelabuhi pencuri.

Lokasi yang bersih, Instagramable, penduduk yang ramah dan suara cuitan burung kesana kemari mengajak ingatan wisatawan terbang melewati ruang waktu ke masa lampau. Tak hanya wisatawan lokal, lokasi ini pun mulai dilirik wisatawan asing.







Beranjak dari kampung kemasan, saya berjalan kaki menyusuri Jl. Fakih usman menuju rumah gajah mungkur. Dibandingkan dengan kampung kemasan, rumah gajah mungkur ini tampak lebih besar dan megah. Arsitekturnya sedikit berbeda.

Jika bangunan kawasan kemasan didominasi warna merah. Rumah gajah mungkur didominasi warna coklat muda dan tua. Rumah yang didirikan  pada tahun 1896 bergaya kolonial. Rumah dibangun juga oleh H.Oemar yang mendirikan kampung kemasan. Rumah berdesign unik dan rumit ini menjadi ikon kota tua.

Setelah berkunjung ke kampung kemasan, saya menggerakkan roda kendaraan menuju alun alun kota Gresik untuk menikmati kuliner khas kota Gresik.

 

 

Tips and Trick

- Untuk menikmati arsitektur bangunan sebaiknya menjelajahi kampung kemasan dengan berjalan kaki

- Berfoto tentu saja, karena rumah dengan gaya arsitektur lama ini instagramable banget

- Kawasan kampung kemasan berdekatan dengan alun laun kota Gresik dan Juga masjid jamik yang menjadi salah satu wisata religi di Gresik. untuk menuju kesini kita bisa berjalan kaki

- kawasan ini juga berdekatan dengan pasar kota Gresik, disana banyak dijual kuliner khas kota Gresik

- Gunakan sandal atau sepatu yang nyaman untuk berjalan kaki

- Cuaca kota Gresik panas, gunakan bahan yang nyaman dan mneyerap keringat dengan baik

 

Where to Stay

Ada banyak hotel budget dan juga hotel berbintang di kawasan ini dengan jarak tidak lebih dari 1 KM.
Hotel Pesona Gresik menjadi rekomendasi.

Gallery (7)

Comments (0)