107 views | 0 Likes

Ngga Cuma Lumpur Lapindo, Sidoarjo Juga Punya Situs Candi Pari yang Bersejarah

5 star (from 1 people)
Sidoarjo, Jawa Timur, Indonesia
Category: Historical Places

Posted on 14 August 2019, 12:00:01

Candi Pari merupakan salah satu candi peninggalan Kerajaan Majapahit. Candi ini terdiri dari kaki candi, badan candi, bilik candi dan atap candi....

How to Get There

Berwisata ke Sidoarjo? Siapa bilang kalo di Sidoarjo cuma ada Lumpur Lapindo aja lho, tapi Sidoarjo yang dikenal dengan sebutan Kota Udang ini juga punya segudang wisata keren yang wajib kalian kunjungi. Sebut saja seperti Monumen Jayandaru di Alun-Alun Sidoarjo. Buat kalian yang suka berwisata sejarah, ngga ada salahnya kalo menjelajah wisata sejarah di Sidoarjo soalnya disini kalian bisa berkunjung ke salah satu situs sejarah bernama Candi Pari.

Pernah denger ngga soal candi ini? Emang sih wisata candi di Kabupaten Sidoarjo ini ngga sebeken wisata candi-candi lainnya yang ada di Indonesia, tapi Candi Pari ini adalah maskot pariwisata di Kabupaten Sidoarjo lho guys. Sebagai warga Sidoarjo, aku sendiri belum pernah dateng kesini sebelumnya dan kemaren itu adalah pertama kalinya kesana dan ternyata Candi Pari ini cukup menarik untuk diulas. Mengingat candi ini ngga setenar candi lainnya.

Well, Candi Pari ini lokasinya ada di Desa Candi Pari, Kecamatan Porong, Kabupaten Sidoarjo. Lokasinya emang cukup jauh dari pusat Kota Sidoarjo guys, tapi dengan bantuan Google Maps kalian pasti bisa menemukannya dengan mudah.

 

What to Do

Candi Pari merupakan salah satu candi peninggalan Kerajaan Majapahit. Candi ini terdiri dari kaki candi, badan candi, bilik candi dan atap candi. Secara keseluruhan, candi ini dibuat dari batu bata dan ada beberapa bagiannya yang menggunakan batu andesit. Luas tanah Candi Pari ini sekitar 1300 meter persegi. Untuk ukuran candinya sendiri punya tinggi 13,80 meter, lebar 13,40 meter dan panjang 13,55 meter.

Menilik dari sisi sejarahnya, Candi Pari bukanlah hanya sekedar tumpukan batu yang megah, tapi juga punya makna. Udah pasti sih, setiap candi yang ada di Indonesia punya sejarahnya masing-masing termasuk Candi Pari ini. So, menurut cerita yang aku dapet dari pihak pengelola candi ini dibuat sebagai tanda muksanya laki-laki bernama Jaka Pandelegan. 

Konon, Kerajaan Majapahit merasa berhutang jasa dengan desa ini (dulunya desa ini bernama Kedungras) karena saat Kerajaan Majapahit gagal panen mereka meminta bantuan pada desa ini. Mereka juga menganggap desa ini sebagai desa paling makmur di Kerajaan Majapahit. Pemilik padi tersebut adalah sepasang suami istri yang bernama Jaka Pandelegan dan Nyari Roro Walang Angin. 

Kemudian prajurit Majapahit mendapat perintah untuk membawa sepasang suami istri ini secara baik-baik hingga secara paksa untuk pindah ke kerajaan, namun mereka tetap menolak karena ingin mempertahankan desa tersebut. Hingga mereka pun tertangkap oleh prajurit Majapahit, namun sebelum mereka dibawa ke kerajaan, mereka memohon ijin. Sang suami meminta ijin untuk masuk ke lumbung padinya sedangkan istrinya mohon ijin untuk mengambil air di sumur. Lalu keduanya menghilang.

Nah, sebagai tanda menghilangnya sepasang suami istri itu, Raja Hayam Wuruk memerintahkan untuk membangun dua buah candi di tempat menghilangnya Jaka Pandelegan yang diberi nama Candi Pari. Sementara tempat menghilangnya Nyai Roro Walang Angin diberi nama Candi Sumur. Next, untuk cerita tentang Candi Sumurnya aku share di ulasan berikutnya ya guys!

Hingga saat ini Candi Pari ini masih berdiri kokoh di tengah pemukiman warga Desa Candi Pari. Candi ini pernah mengalami pemugaran selama lima tahun, mulai tahun 1994 hingga tahun 1999. Bentuknya sendiri sama sekali ngga berubah sejak tahun 1300 sebelum Masehi dan sekarang Candi Pari udah jadi ikon wisata Kabupaten Sidoarjo yang cukup menarik untuk dikunjungi. 

Nah, kalo kalian pengen berwisata sejarah ngga ada salahnya buat mampir ke Candi Pari ini!

Video by Gotravelly

Tips and Trick

  • Untuk menuju kesini, aku saranin untuk kalian bawa kendaraan pribadi soalnya disini susah kendaraan umum.
  • Ngga ada patokan tiket masuk untuk ke Candi Pari ini, kalian bisa ngasih seikhlasnya.
  • Candi ini bisa dikunjungi setiap hari mulai pagi hingga sore. 
  • Jangan lupa bawa kamera untuk mengabadikan momen.
  • Jangan buang sampah sembarangan.

Gallery (6)

Comments (2)