146 views | 0 Likes

Pagupon Camp dan Taman Bunga : Spot Instagrammable di Coban Talun

5 star (from 2 people)
Batu, Jawa Timur, Indonesia

Category: Photography
Posted on 28 June 2019, 08:48:01
vidya94
Sightseeing

Kawasan Coban Talun ini dikelola langsung oleh pihak Perhutani. Dulunya Coban Talun hanya berupa wisata air terjun saja. Namun seiring berjalannya...

How to Get There

Liburan kali ini saya mengajak ibu untuk refreshing sejenak dan menikmati alam. Akhirnya kami memutuskan untuk pergi ke Coban Talun yang terletak di Desa Talangrejo, Kec. Bumiaji, Kota Batu dan berjarak 3 km dari Wisata Selecta, Batu. Ohya, sebutan coban di Jawa Timur ini berarti air terjun. Mungkin di daerah lain bisa disebut curug. Destinasi wisata Kota Batu dan Malang yang wajib dikunjungi selain pantai, juga terdapat banyak coban. Dari pusat Kota Malang, Coban Talun berjarak 28 km sehingga memerlukan waktu 1 jam lebih sedikit untuk perjalanan. Dari arah Kota Malang, rute yang ditempuh adalah keluar Kota Malang dan menuju Kota Batu dengan melewati Jl. Sengkaling lurus ke arah barat menuju Jl.Raya Beji. Kemudian belok kiri ke Jl. Dewi Sartika lurus dan menuju ke arah Alun-alun Kota Batu. Sesampainya di Alun-alun Batu, tinggal lurus belok kanan menuju daerah Selecta lurus saja sampai memasuki Jl. Raya Junggo. Jika kalian sudah melihat Hopetown Store yang berada di kiri jalan, maka perempatan selanjutnya belok kiri menuju Jl. Coban Talun dengan melewati perkampungan biasa. Dari jalan raya tidak terlalu jauh.  Seperti yang kita tahu, biasanya untuk menuju kawasan coban ini jalannya naik turun, sempit dan terjal. Tapi tenang saja, jalanan menuju parkiran Coban Talun sudah beraspal sehingga aman-aman saja jika berkendara ke sana. 

Sesampainya di pintu masuk, saya langsung memarkir motor saya di parkiran yang sudah disediakan. Di depan parkiran, merupakan bumi perkemahan sehingga saat saya ke sana, banyak rombongan siswa berpakaian pramuka yang sedang mendirikan tenda. Di sebelah kiri parkiran, banyak warung yang berjualan makanan, minuman, bahkan oleh-oleh. Keberadaan warung ini juga memudahkan urusan perut bagi orang-orang yang berkemah di sana. Jadi tidak perlu takut kelaparan ya!


Jajaran Warung di dekat parkiran 

Kawasan coban ini didominasi oleh pohon pinus yang rimbun. Ditambah udara Kota Batu di pertengahan tahun sedang dingin-dinginnya sehingga pemandangan di sana terlihat asri. Karena musim liburan, pengunjung yang datang juga cukup banyak. Terlihat dari keandaraan baik motor, mobil atau bus memadati tempat parkir. Tempat parkirnya sangat luas sehingga kalian tidak perlu khawatir tidak kebagian tempat ya. Untuk biaya parkir motor sebesar Rp.5.000 sedangkan untuk tiket masuk coban ini adalah Rp.10.000 saja.  

Tempat Parkir Coban Talun

What to Do

Kawasan Coban Talun ini dikelola langsung oleh pihak Perhutani. Dulunya Coban Talun hanya berupa wisata air terjun saja. Namun seiring berjalannya waktu, pihak pengelola terus berusaha melakukan pembangunan sehingga tak hanya terdiri dari objek wisata alam, kini juga terdapat objek wisata buatan.  Untuk wisata alamnya sendiri, ada air terjun. Untuk menuju air terjun, dari parkiran perlu berjalan kaki selama 30 menit melewati rimbunan hutan. Karena akses menuju air terjun cukup terjal sehingga membutuhkan kondisi badan yang fit. Namun tentu perjalanan yang melelahkan itu akan terbayar dengan pemadangan air terjun yang memiliki ketinggian kurang lebih 75 m di atas ketinggian 950 meter dpl.

Sekitar 800 meter dari parkiran, terdapat wisata sejarah yaitu Goa Djepang. Dulunya, goa ini sudah ditemukan berpuluh tahun oleh warga sekitar namun belum mendapat perhatian, sampai akhirnya kini sudah dijadikan salah satu destinasi di kawasan Coban Talun. Sampai saat ini masih dilakukan pembangunan. Selain itu, Coban Talun terkenal sebagai tempat yang instagrammable karena dibangun beberapa spot berfoto seperti Apache Camp, Taman Bunga, Rumah Terbalik, serta Pagupon Camp. Tak heran, tempat ini sering dijadikan sebagai tempat photoshoot atau prewedding juga. Akhirnya saya dan Ibu memutuskan untuk masuk ke Pagupon Camp dan Taman Bunga saja. Untuk masuk ke spot ini, dikenakan biaya lagi sebesar Rp.10.000/ orang. Tiket ini dapat ditukarkan sebagai voucher teh hangat. Lumayan kan?


Pintu masuk Pagupon Camp dan Tiket Masuk

Kalau mendengar kata Pagupon pasti kalian ingat dengan merpati. Yap, kenapa disebut Pagupon Camp karena ini adalah kawasan penginapan unik yang berbentuk seperti sangkar merpati. Namun, tentu ukurannya diperbesar. Dindingnya terbuat dari kayu sehingga kesan alamnya sangat terasa. Selain dijadikan sebagai penginapan, juga dijadikan tempat untuk spot berfoto. Jadi, kalau kalian berencana menginap di sini dengan sensasi alam yang masih sangat asri sangat bisa. Biayanya sekitar Rp.350.000-500.000/malam sesuai fasilitas. Untuk cara memesannya, sudah tersedia di aplikasi untuk booking penginapan atau langsung menghubungi pihak pengelola.

Setelah memasuki pintu masuk Pagupon Camp, kami disuguhi rumah-rumah coklat yang atapnya melengkung. Ukurannya tidak terlalu besar tapi desainnya yang unik seperti sangkar burung sehingga cocok dijadikan spot foto. Apalagi area ini memang didesain untuk menikmati bunga dan tumbuhan. Ada banyak bunga yang ditanam di depan pagupon. Selain itu, ada properti permanen seperti sepeda yang dapat menunjang hasil foto. Ketika ramai pengunjung, kami harus bersabar mengantre untuk berfoto di spot yang diinginkan. Jumlah rumah yang disediakan memang ada beberapa, namun ketika musim liburan tetap perlu mengantre. adi harus sabar, ya. 

Setelah melewati perkampungan rumah berdinding coklat, kami masuk ke spot dengan suasana seperti di Belanda. Ada 5 rumah berbentuk segitiga dengan dinding kayu. Berbeda dengan desain sebelumnya, rumah-rumah ini dicat putih dan merah bata. Di depannya menghampar taman yang ditanami berbagai jenis bunga berwarna-warni. Di depan setiap rumah juga dipasangi pagar kecil berwarna putih sehingga semakin mempercantik. Pihak pengelola juga menyediakan kursi-kursi di sekeliling taman dengan desain klasik berwarna putih menambah suasana seperti di luar negeri. Rumah-rumah ini juga disewakan lho. Jadi bagi teman-teman yang ingin merasakan sensasi menginap di rumah unik di tengah pepohonan bisa dicoba.





Di kawasan Pagupon Camp ini banyak tersedia gazebo yang dapat dimanfaatkan pengunjung untuk duduk-duduk sembari memandangi sekitar. Kita juga dapat membawa bekal yang dapat dimakan di gazebo. Jangan lupa sampah dibuang di tempatnya untuk menjaga kebersihan kawasan ini. Di sini juga terdapat warung kecil yang menyediakan makanan dan minuman. Di tempat itulah kami menukarkan tiket masuk dengan segelas teh hangat. Kami duduk di salah satu gazebo sambil makan camilan yang sengaja kami bawa dari rumah. Di sini juga ada kolam ikan dan taman dengan bunga yang ditata sedemikian rupa. Saya melihat ada banyak rombongan lansia yang mengadakan reuni. Menurut saya tempat ini ramah lansia dan cocok dijadikan tempat gathering bersama keluarga atau orang terkasih karena tempatnya yang luas. 

Masih di area Pagupon Camp, terdapat lapangan yang dikelilingi hutan pinus. Lapangan ini digunakan sebagai tempat kegiatan siswa atau mahasiswa yang berkemah melakukan permainan dsb. Di sisi lapangan terdapat musala. Ukurannya kecil dan tempat wudlu berada di ruangan terbuka tanpa dipisah antara tempat perempuan dan laki-laki. Namun dapat dimanfaatkan pengunjung untuk shalat. Ke depannya semoga pihak pengelola dapat meningkatkan fasilitas tersebut. 

Setelah merasa puas di area Pagupon Camp, kami memutuskan untuk ke Taman Bunga. Untuk masuk spot ini, dikenakan biaya Rp.10.000/ orang. Letaknya tidak jauh dari area Pagupon. Dari pintu keluar, cukup berjalan ke arah kiri sekitar 50 meter. Letak Taman Bunga ini berhadapan dengan area Apache Camp. Mirip dengan Pagupon Camp, Apache Camp ini juga merupakan area penginapan unik karena berbentuk rumah indian. Selain itu, juga dimanfaatkan untuk spot foto yang bagus karena bangunan rumahnya unik.  Kita dapat menyewa topi khas orang indian untuk menunjang hasil foto kita. Namun karena suasana akan turun hujan, kami tidak masuk ke Apache Camp dan memilih untuk masuk ke Taman Bunga saja. Di pintu masuknya tertulis "Welcome to Taman Bunga & Flowers Cafe". Yap selain ada taman berbagai jenis bunga, juga ada cafe. Bentuk cafe ini cukup unik karena perabotan meja dan kursinya terbuat dari tong. 



Area Taman Bunga ini dibedakan dari jenis bunganya. Jadi terdapat beberapa petak lahan luas yang ditanami berbagai jenis bunga. Ada bunga hortensia, bunga matahari, alyssum, aster dll. Di jalanan yang kami lewati, terdapat payung-payung hias menggantung. Pengunjung biasanya menjadikannya tempat untuk berfoto. Taman Bunga inilah yang sering dijadikan sebagai tempat untuk prewedding atau photoshoot. Ketika kami kesana juga kebetulan ada calon pengantin yang sedang melakukan foto prewedding.

Dari pintu masuk, taman pertama yang kami temui adalah taman aster yang berwarna ungu. Bunga-bunga tersebut ditanam dengan sangat rapi sehingga warna ungu mendominasi kawasan itu. Selain itu, sudah disediakan kursi juga sehingga dapat dimanfaatkan sebagai properti foto. Pihak pengelola juga sudah memikirkan segala sesuatu yang memudahkan para pengunjung ketika mengambil foto, yakni disediakan kayu pijakan yang dapat digunakan bagi pengambil foto/ tripod kamera agar dapat mengambil foto dengan hasil maksimal tanpa tertutupi oleh bunga-bunga. 





Setelah taman Aster, ada taman bunga hortensia yang berwarna-warni. Jenis bunga ini cukup tinggi sehingga untuk mengambil foto, harus menaiki pijakan. Bunga Hortensia ini berwarna ungu, putih, kuning, dan merah. Di area ini juga disediakan ayunan dan banyak kursi yang berada di tengah taman. Sambil naik ayunan, menikmati hamparan bunga-bunga membuat kami betah berlama-lama di tempat ini. Meski bunganya cantik, tempat ini tidak diperkenankan untuk memetik bunga, ya. Jadi ketika foto pun harus tetap berhati-hati agar tidak merusak tanaman. 






Jika kalian tertarik dengan objek wisata yang menawarkan paket lengkap, saya rasa Coban Talun dapat dijadikan referensi destinasi. Karena berbeda dengan coban-coban lainnya, Coban Talun menghadirkan inovasi dalam hal konsep penginapan dan spot foto yang menarik perhatian pengunjung. Ditambah lagi dengan suasana alam dan hawa sejuk Kota Batu yang mendukung sehingga cocok dituju sebagai tempat melepas penat dari hiruk pikuk kota. Apa kalian tertarik kesini? 

Tips and Trick

1. Jika memutuskan untuk menginap baik di Pagupon Camp atau Apache Camp, bawa perlengkapan tidur yang cukup seperti selimut, jaket, dll karena suhu daerah Batu rendah sehingga ketika malam hari udara sangat dingin.

2. Bagi kalian yang tertarik dengan segala hal berbau tantangan, dapat berjalan kaki menuju air terjun. Siapkan air minum agar ketika perjalanan tidak kehausan dan pastikan kondisi tubuh sedang prima untuk menghindari hal-hal yang tidak diharapkan.

3. Siapkan kamera atau tripod/ tongsis yang mumpuni agar dapat menunjang proses pengambilan foto sehingga hasil foto dapat maksimal. 

4. Jaga keasrian lingkungan wisata dengan tidak membuang sampah sembarangan dan tidak merusak fasilitas/ memetik tanaman apapun.

5. Jika kalian ingin menjajal semua spot yang ada di Coban Talun, dapat berangkat lebih pagi. 

6. Objek wisata Coban Talun ini dekat dengan objek wisata lain karena cukup dekat dengan pusat kota sehingga jika kalian berasal dari daerah yang jauh, dapat menyusun itinerary perjalanan mengunjungi objek wisata sekitar seperti Selecta, Alun-alun Batu, paralayang, dll. 

7. Jika berkunjung di pertengahan tahun, bawalah jaket meski siang hari karena suhunya sangat dingin. 

Where to Stay

Objek wisata ini menyediakan penginapan dengan konsep unik, seperti Apache Camp yaitu rumah berdesain indian dan Pagupon Camp seperti sangkar burung raksasa. Jika ingin menginap di luar tempat wisata juga bisa, ada banyak villa hotel atau di sepanjang Jl. Selecta dan Jl,.Raya Junggo, seperti : De View Hotel, Griya Wukir, dll yang dapat kalian pilih sesuai budget dan failitas yang tersedia.

Gallery (16)

Comments (0)