84 views | 1 Likes

Nuansa Keindahan Alam di Bukit Lawang Sumatera Utara

3 star (from 1 people)
Langkat, Sumatera Utara, Indonesia
Category: City Trip

Posted on 15 June 2019, 19:38:04
Kakarin
Sightseeing

Apakah kamu menikmati masa liburan selama Lebaran lalu ? Kemana saja langkah kamu singgah ? Apakah dari hari ke hari yang kamu singgahi Pintu satu ke pintu seterusnya, melihat banyaknya warna minuman disetiap rumah ?

Apakah kamu ingin cerita lain di H

How to Get There




Masyarakat khususnya Sumatera Utara tidak asing dengan Desa Bukit Lawang. Berada di Kabupaten Langkat yang mana memiliki banyak destinasi Alam yang menarik untuk dikunjungi. Desa Bukit Lawang jika disebut saja yang terlintas adalah Air Sungai, Hutan dan Orang Utan nya. Ketiga Ikon ini adalah alasan besar pengunjung berlibur disana. 

Masyarakat Indonesia seharusnya lebih menggebu menghampiri Alam. Karena di Bukit Lawang kita akan melihat banyaknya Turis Mancanegara yang lebih tertarik berlibur disana. 

Saya adalah warga Medan. Dan perjalanan ini akan bersikan Liburan Singkat saya ke Bukit Lawang beserta panduan keberangkatan dan balik selama di perjalanan. Semoga membantu teman-teman.

Dari Medan, perjalanan ini akan terasa letih. Karena untuk sampai ke Stasiun Bus nya saja sudah berada di Ujung Perbatasan antar Kota Medan dan Deli Serdang. Tepatnya depan Toko Roti yang terkenal di Simpang Kampung Lalang pada Jalan Pinang Baris, ada Bus Orange Tujuan Medan - Bukit Lawang berbaris menunggu penumpang. Jangan terkecoh dengan menaiki bus orange lainnya. Karena warna Bus bisa sama namun tujuan desanya berbeda. 

Jarak tempuh dari Medan - Bukit lawang menghabiskan waktu 3 Jam perjalanan. Dan tarif bus yang harus dibayarkan adalah Rp. 25.000,- disaat libur Lebaran. Karena dari Info si Supir, hari biasa tarif hanya Rp. 20.000,- saja per orangnya. Perjalanan jauh dengan pemandangan perumahan warga dan hamparan perkebunan Sawit akan menemani perjalanan anda. Sesekali badan akan terguncang dengan besarnya lubang di jalanan yang membuat supir harus melambatkan laju kendaraan dan extra hati-hati. Dikarenakan saya dan rekan saya duduk di bangku dua terakhir dari belakang, saat ada lubang yang dihantam, maka kami akan sedikit melompat dari tempat duduk. Kejadian itu malah membuat kami tertawa terbahak-bahak. Walau akhirnya perut dan pinggang terasa sakit. 

Sampai di stasiun Bukit Lawang, kamu harus menaiki Becak Motor yang sudah berbaris rapi. Tidak perlu takut, mereka para supir becak akan tahu bahwa kamu akan menuju Lokasi Wisata. Mengenai tarif, supir sepakat, baik turis ataupun warga sekitar, tarif sama. Saat itu, kami berdua membayar Rp. 10.000,-.

 

What to Do

Sampai di Lokasi wisata, kami terlebih dahulu singgah di salah satu cafe. Tempat yang menurut saya sangat rekomendasi. Dengan citarasa, varian menu, kenyamanan cafe dan pelayanannya membuat saya akan kembali kesana lagi suatu saat. Dan, harganya sangat murah. Biasanya lokasi wisata menyuguhkan makanan dengan harga yang amat sangat fantastis mahalnya. Soal cafe lainnya tentu bagus juga. Karena pedagang harus menjaga kwalitasnya demi menjaga citarasa Masakan Indonesia untuk Turis Mancanegara. 







Lokasi tujuan perjalanan kami pertama adalah Jembatan yang selalu ikon pertanda pernah berkunjung ke Bukit Lawang. Kami memang tidak menyebranginya. Karena tinggi dan lemahnya lutut ini tidak sanggup walau masih di ujung jembatan. Pemandangan dari ujung jembatan sangat indah. Melihat kebahagiaan anak-anak yang sedang mandi di sungai, dengan harmonisnya keluarga yang duduk sambil bersantap makanan ringan di pedepokannya. 


Ada Mini Cave atau Goa di belakang pondok pondok penjaja Cendramata. Tidak terlalu gelap dan hanya beberapa meter saja. Namun ini adalah pertama kalinya saya melihat Goa dan masuk kedalam nya. Tidak perlu takut. Karena di ujung Goa akan langsung disambut oleh sebuah cafe. Dan ramai pengunjungnya juga. Goa ini bisa menjadi shortcut untuk kamu ke lokasi lain. 




Sepanjang pinggir sungai disebelah kanan, kamu akan melewati pondok penjual cendramata. Ada kain yang ala pantai, kaos dengan tulisan Bukit Lawang, Gantungan Kunci atapun pernak pernik lainnya. Harga yang diberikan  juga terjangkau dan masih bisa ditawar. 




Ingin menjelajah lebih banyak, kami memutuskan untuk memberanikan diri melintasi jembatan lainnya. Tidak terlalu tinggi. Namun tetap mengguncang nyali. Jika Ikon jembatan yang tadi terbuat dari Besi Baja, maka jembatan yang pertama kali kami lintasi terbuat dari susunan papan kayu. Selangkah demi selangkah, dng cengkraman kuat ke pegangan jembatan akhirnya bisa kami sampai diseberang. 



Selanjutnya kami melihat Cottage di Bukitnya. Suara gemercik air sungai dan serangga hutan membuat rileks nya beristirahat sejenak. Para pemilik Home Stay atau Cottage cukup kreatif dengan memberikan tema bangunan berbahan kayu atau bambu sebagai Pengingat sedang berada di Alam. Diperjalanan kami, sempat bertemu dengan Turis Mancanegara yang ingin berswafoto bersama dengan kami. 

Waktu cukup terbatas untuk berlibur disana bagi kami pengunjung yang harus pulang hari. Kami harus kembali ke daratan seberang. Bersyukur jembatan yang akan kami lewati ini berbahan besi. Namun tetap saja, ada rambu pembatasan jumlah pelintasnya. 

Ditepi sungai yang khusus untuk tempat bersantainya keluarga, kami singgah sebentar sambil menikmati kue lebaran yang kami bawa dari rumah. Memperhatikan kegembiraan dan cerianya setiap orang yang berlibur disana. Ada yang menbawa tungku pemanggangan. Atau rantangan nasi dan lauk pauknya. Liburan ini tentu menghangatkan hati mereka lagi. 

Kami sempatkan untuk bercerita singkat tentang hidup kami. Suasana dan lokasi ini sangat tepat untuk kembali mengingat apa yang ingin kita capai dan siapa kita. 

Namun, waktu kembali mengingatkan kami untuk kembali ke Pulang ke Medan. Di pintu masuk wisata akan ditemui banyak abang becak. Tarif yang sama untuk becak serta bus, mengantarkan kami kembali ke Kota yang dipenuhi akan Gedung itu.

Info untuk kamu ketahui, disana kamu bisa bermain Arum Jeram. Sungai disana memang sangat tepat untuk bermain Arum Jeram. Ada juga pengunjung yang mengunjungi Pemandian Gajah dan Hutan Alam Leuser di Tangkahan. Dibukit Lawang dan sekitar nya juga banyak Orang Utan. Pengalaman seru akan kamu dapatkan jika banyak menjelajah dan waktu berlibur disana. 

Tips and Trick

Di Bus :

1. Harap berangkat pagi agar mempunyai banyak waktu berlibur disana. 

2. Mintalah atau usahakan duduk di di barisan paling belakang atau maximal 3 dari belakang demi kenyaman diperjalanan. Karena bangku dibelakang supir akan double penumpangnya dan sangat sesak. Tentu ini sangat mengganggu apalagi perjalanan sangat jauh. 

 

Dilokasi Wisata :

1. Perhatikan Cafe yang akan kamu kunjungi. Apalagi yang beragama Muslim, perhatikan apakah di cafe tersebut tersedia makanan atau minuman yang Non Halal. 

2. Sebaiknya pantau harga cendramata di berbagai toko dulu untuk mengetahui dimana yang memberikan harga termurah. 

3. Walau tergolong daerah ramah dan aman untuk berwisata, tetap berhati-hati dengan barang berharga yang anda bawa. Terutama Handphone. Karna kejahatan kadang muncul karena adanya peluang. 

4. Bawa Obat-obatan yang sepertinya diperlukan jika berlibur di Alam. Dan berhati hati saat berkeliling di pinggiran sungai. 

5. Perhatikan cuaca dan debit air. Karena sungai bisa saja meluap saat cuaca cerah. Kita tidak tahu mungkin daerah yang terlebih dahulu dilintasi air mengalami hujan deras. 

6. Bawa pakaian ganti, power bank, tongsis,  kamera dan perintilan pendukung lainnya agar liburan kamu lebih seru. 

Where to Stay

Bagi kamu yang akan menginap disana, tidak perlu takut akan Home Stay. Cukup banyak tersedia dng variasi harga dan bentuk bangunan.

Gallery (9)

Comments (2)