96 views | 0 Likes

Keraton Kadriah Pontianak: Mengintip Megahnya Istana Terbesar di Kalimantan Barat

4 star (from 1 people)
Pontianak, Kalimantan Barat, Indonesia
Category: Historical Places

Posted on 12 June 2019, 13:41:30
renitanaka
Tourist

Sedikit mengulik soal wisata sejarah di Pontianak yang sangat menarik..

How to Get There

Mumpung libur lebaran kali ini lumayan panjang, rasanya rugi banget kalo ngga dipake buat jalan-jalan, meskipun cuma disekitaran Pontianak aja. Ehehehe… Karena libur lebaran gini di rumah pada ngumpul keluarga aku yang kebanyakan anak-anak, jadinya aku mau ngajak mereka berwisata sejarah. Jadi sambil berwisata sambil dapet pengetahuan juga. Tujuannya kali ini adalah ke Keraton Kadriah.

Keraton Kadriah atau sering juga disebut sebagai Istana Kadriah ini lokasinya ada di kelurahan Dalam Bugis, Pontianak Timur. Untuk menuju kesini, pengunjung bisa lewat dua jalur, ada jalur darat ada juga jalur air. Kalo kalian memilih lewat jalur sungai bisa naik sampan atau speed boat dari Pelabuhan Senghie.




What to Do

Keraton Kadriah ini dikenal sebagai akar lahirnya kota Pontianak. Keraton yang telah berusia 300 tahunan ini punya kompleks bangunan yang megah dan berdiri di tepi sungai. Bangunan istana ini terdiri dari 3 tingkat dengan ukuran sekitar 30 x 50 meter membuatnya sebagai istana terbesar di Kalimantan Barat. 

Menurut sejarah, Sultan Abdurrahman bertahta hingga tahun 1808 yang kemudian digantikan oleh Sultan Kasim Alkadri hingga tahun 1819. Pada tahun 1944 Jepang menawan Sultan Muhammad Alkadri yang saat itu menjabat tahta, kemudian digantikan oleh Sulktan Thah Alkadri pada tahun 1945. kemudian di tahun 1950 saat sekutu berhasil mengalahkan Jepang, Sultan Hamin II Alkadri yang saat itu menjabat tahta dan juga dikenal sebagai pencipta lambang Garuda Indonesia, dinobatkan sebagai Sultan Pontianak juga menjadi saksi Kerajaan Pontianak telah dilebur namanya menjadi Provinsi Kalimantan Barat.

Di dalam Istana Kadriah ini terdapat banyak sekali benda peninggalan sejarah. Di bagian depan, tengah dan kiri depan istana ada meriam kuno buatan Perancis dan Portugis. Disini kalian juga bisa melihat anjungan, sebuah ruangan yang menjorok ke depan. Ruangan ini dulunya digunakan uleh Sultan untuk beristirahat atau untuk sekedar menikmati keindahan pemandangan Sungai Kapuas dan Sungai Landak.

Masih di ruangan yang sama, kalian juga bisa melihat Genta, sebuah alat yang dulunya digunakan untuk penanda adanya bahaya. Di aula utama istana ini ada cermin antik dari Perancis, masyarakat setempat menyebutnya sebagai Kaca Seribu. Cermin ini disebut dengan Kaca Seribu karena pantulannya mampu memantulkan bayangan kita hingga ribuan kali. Benda-benda bersejarah lainnya yang ada di dalam istana ini cukup banyak, seperti beragam perhiasan yang digunakan secara turun temurun, benda-benda kuno, barang pecah belah, foto keluarga Sultan hingga arca.

Bangunan yang didominasi oleh warna kuning ini juga menyimpan Al-Quran lho guys. Al-Quran yang tersimpan disini berusia lebih dari 2 abad dan merupakan Al-Quran yang ditulis sendiri oleh Sultan Abdurrahman. Ohya, bangunan ini didominasi oleh warna kuning yang dalam tradisi Melayu melambangkan kewibawaan dan ketinggian budi pekerti. 

Di sebelah kanan dan kiri ruang utama tadi kalian bakal nemuin 6 kamar yang ukurannya lumayan gede, dulunya kamar-kamar ini digunakan sebagai kamar Sultan, ruang makan dan juga kamar mandi.

Sekitar 200 meter dari Istana Kadriah ini terdapat Masjid kerjaan yang bernama Masjid Jami’ Sultan Abdurrahman. Masjid ini pertama kali dibangun oleh Sultan Sayyid Syarif Abdurrahman Alkadri yang merupakan Sultan pertama Kerajaan Pontianak.

Gimana? Cukup menarik kan belajar sejarah di Keraton Kadriah ini? Makanya, kalo kalian jalan-jalan ke Pontianak, sempatkan juga untuk mampir ke Keraton Kadriah ini guys. 

Video by Alfalegro Jalan Jalan

Tips and Trick

  • Bawa kamera.
  • Ajak keluarga dan teman-teman.
  • Jaga kebersihan.
  • Jangan rusak benda-benda bersejarah disini.

Gallery (6)

Comments (1)