85 views | 1 Likes

Klenteng Boen Tek Bio: Jejak Sejarah Tionghoa Tertua di Tangerang

3 star (from 1 people)
Tangerang, Banten, Indonesia
Category: Religious Place

Posted on 03 June 2019, 14:17:35
xiaoying
Sightseeing

Tangerang ternyata punya peninggalan Tionghoa yang tertua..

How to Get There

Mumpung libur panjang lebaran, kebetulan aku dan keluarga ngga traveling ke luar kota ataupun luar negeri. Sebenernya kami ada rencana buat liburan ke tempat yang ngga jauh-jauh dari Jakarta, seperti ke Puncak ataupun ke Bandung, tapi kami pikir kayaknya jalanan bakal macet banget pastinya. Nah, daripada ngga kemana-mana, akhirnya kakakku ngajakin buat pergi ke Tangerang untuk mengunjungi Boen Tek Bio Temple. 

Boen Tek Bio Temple ini berlokasi di Jalan Bakti Saham, Kelurahan Sukasari, Tangerang. Untuk menuju kesini kalian bisa naik kendaraan pribadi ataupun kendaraan umum. Kalo naik kendaraan umum, kalian bisa pilih KRL atau bus kota. Rutenya kalo kalian berangkat dari BSD Serpong, bisa naik angkutan umum dengan kode 03 ke Pasar Anyar dan turun di lampu merah jembatan UNIS. Lalu dilanjutkan dengan jalan kaki.

Tapi kalo kalian ngga mau ribet, bisa langsung order taxi online aja guys.




What to Do

Buat kalian yang masih belum tahu, jadi Boen Tek Bio yang ada di Tangerang ini adalah sebuah rumah duka dimana biasanya warga yang pernah menggunakan bangunan ini menyebutnya sebagai Rumah Duka Tanah Gocap. Di Tangerang sebenernya ada beberapa klenteng, tapi Boen Tek Bio ini adalah salah satu yang tertua. Umur dari klenteng ini sekitar 3 abad lho guys.

Di depan klenteng ini, kalian akan melihat sebuah patung yang diberi nama Bi Lek atau Mi Le Fo yang kalo diartikan dalam bahasan Sansekerta adalah Yang Maha Pengasih dan Penolong. Bi Lek Hud ini dikenal sebagai salah satu dari Dewa yang sangat dihormati oleh komunitas Tiongkok.

Penganut Budha Mahayana memuja Bie Lek Hud, mereka percaya dapat memperoleh kekayaan dan kebahagiaan di dalam kehidupannya. Mereka sering datang ke klenteng ini selain menjadi rumah duka juga sebagai rumah ibadah.

Youtube by TANGERANG RAYA

Keberadaan tempat ini awalnya ngga lepas dari sejarah orang Tionghoa dimana dulu ada rombongan Tjen Tjie Lung yang terdiri dari tujuh kepala keluarga dan sembilan orang gadis yang terdampar di suatu daera. Daerah tersebut dikenal sebagai Kampung Teluk Naga sekarang. Katanya sih, salah satu penguasa itu ada yang jatuh cinta kepada gadis-gadis tersebut, lalu semua gadis tersebut dinikahi sehingga rombongan tersebut mendapat hadiah dari sang penguasa berupa sebidang tanah.

Emang sih, banyak yang bilang kalo klenteng ini berasa angket dan mistis, tapi terlepas dari itu semua, klenteng ini punya banyak sekali spot untuk foto-foto, apalagi kalo kalian dateng pas Imlek, pasti rame banget karena ada banyak sekali perayaan disini. Kalian cukup persiapkan kamera yang bagus aja buat foto-foto di bangunan yang didominasi oleh warna merah ini.

Klenteng ini buka setiap hari selama 24 jam alias ngga pernah tutup guys, jadi kalian bebas mau dateng jam berapa aja tanpa dikenakan biaya tiket masuk. Kalian cukup bayar biaya parkir kendaraan aja kalo kalian kesininya bawa kendaraan pribadi. Ngga heran sih kalo klenteng ini kerap dikunjungi oleh rombongan-rombongan dari luar kota. Kalian bisa masuk kesini kapanpun, dengan catatan saat tempat ini lagi ngga dipake guys.

Menurut aku sih, klenteng ini bisa jadi alternatif wisata religi yang menarik bagi kalian yang biasa beribadah di klenteng. Selain itu, tempat ini juga punya banyak spot foto keren yang bisa membuatmu seolah sedang berada di Tiongkok. 




Tips and Trick

  • Pakai baju yang sopan.
  • Bawa kamera yang bagus.
  • Jaga ketertiban.
  • Jangan buang sampah sembarangan.

Gallery (7)

Comments (1)