5 star (from 1 people)
51 views | 1 Likes
Lawang Sewu: Pesona Gedung Tua Penuh Sejarah. Beneran Angker?
Semarang, Jawa Tengah, Indonesia
Category: Historical Places


Posted on 15 May 2019, 10:22:12
gizeline
Tourist
Location on Google Maps
Lawang Sewu
Jl. Pemuda, Sekayu, Kec. Semarang Tengah, Kota Semarang, Jawa Tengah 50132, Indonesia
How to Get There

Kalo main ke Semarang, rasanya emang belum lengkap ya kalo belum menjejakkan kaki ke tempat ikonik yang satu ini, yaitu Lawang Sewu. Masih soal liburanku ke Semarang beberapa waktu lalu, setelah pergi ke Masjid Agung Jawa Tengah, aku melanjutkan perjalanan menuju Lawang Sewu yang dikenak mistis itu.

Lawang Sewu lokasinya ada di tengah kota guys, kebetulan kemaren aku jalan kaki dari Simpang Lima menuju Lawang Sewu ini dan rutenya cuma lurus aja, ngga jauh kok. Lokasinya deket banget sama Balai Kota Semarang. Kalo kalian ngga mau ribet, kalian bisa naik ojek online aja kesananya.

Kalo denger kata Lawang Sewu, yang ada dipikiran pasti soal serem-serem ya guys. Emang sih, soalnya Lawang Sewu ini dikenal sebagai salah satu bangunan paling angker di Indonesia. Eits, tapi jangan salah lho guys, sekarang Lawang Sewu udah dipugar dan ngga seseram kelihatannya. Ngga percaya? Simak ceritaku yuk!




What to Do

Kalo menurut sejarah, Lawang Sewu ini dulunya didirikan oleh Belanda, hal ini terlihat dari arsitektur bangunannya yang bergaya Eropa Klasik yang masih terlihat megah hingga saat ini. Katanya sih, bahan-bahan bangunannya juga didatangkan langsung dari Eropa lho. 

Nama Lawang Sewu sendiri berasal dari bahasa Jawa, yaitu Lawang yang berarti Pintu dan Sewu yang berarti Seribu. Kalo diartikan, Lawang Sewu adalah Gedung dengan Seribu Pintu. Tapi guys, kalo dihitung jumlah pintu yang ada di bangunan Lawang Sewu ini jumlahnya ngga sampe 1000, tapi cuma ada 324 pintu. Pintu-pintu yang ada di bangunan ini dulunya digunakan untuk mempermudah komunikasi antar setiap ruang. Kalo sekarang sih bisa dijadikan spot foto yang instagramable.

Arsitektur Lawang Sewu adalah orang Belanda yang dengan pintarnya mendesain bangunan ini dengan banyak pintu karena jaman dulu masih belum ada AC. Jadi, arsiteknya mendesain bangunan ini sedemikian rupa agar tanpa AC pun bangunan ini tetap terasa sejuk. Emang iya sih, aku masih bisa ngerasain angin yang sejuk meskipun udah berjalan-jalan ke sekitar bangunan ini, padahal tahu sendiri kalo udara Kota Semarang cukup panas. 

Dulunya, Lawang Sewu ini berfungsi sebagai markas perkeretaapian. Hal ini dikarenakan agar Belanda bisa mengelola segala keperluan kereta api sekaligus menjadikan tempat ini sebagai gudang yang menyimpan arsip-arsip kereta api. Buktinya, Lawang Sewu masih menyimpan koleksi lokomotif peninggalan Belanda yang ditampilkan saat pertama kali masuk halaman Gedung. Selain itu juga, Lawang Sewu ada ruangan khusus yang dijadikan sebagai museum kereta api. Di museum ini, pengunjung bisa melihat-lihat berbagai gambar dan tulisan tentang sejarah kereta api Indonesia.

 


Bangunan tua ini juga pernah menjadi saksi pertempuran antara Angkatan Pemuka Kereta Api melawan penjajah Jepang lho guys. Pertempuran ini terjadi karena pemuda AMKA ingin mengambil alih kereta api. Lalu, jenazah para pemuda yang dulu gugur pernah dimakamkan di halaman Lawang Sewu ini sebelum akhirnya dipindahkan ke Makam Pahlawan. 

Aku pun ngerasa ngga mistis-mistis banget pas berkunjung ke Lawang Sewu ini, ngga seperti yang dibicarakan orang-orang kebanyakan. Entah ya, mungkin karna banyak orang berkunjung waktu itu, jadi hawa mistisnya ngga terlalu berasa. Tapi emang bangunan ini gede banget jadi butuh waktu yang lumayan lama untuk menjelajahi setiap sudutnya. Banyak pintu yang harus dimasuki. Sayangnya, waktuku waktu itu ngga terlalu banyak soalnya harus segera ngejar flight. Next time, kalo ke Semarang lagi, aku bakal explore lebih jauh soal Lawang Sewu ini.

Video by Atta Halilintar

 

Tips and Trick
  1. Lawang Sewu ini buka setiap hari mulai jam 7 pagi sampe jam 9 malam.
  2. Tiket masuk yang dikenakan per orangnya Rp 10.000.
  3. Bawa kamera yang bagus.
  4. Jangan buang sampah sembarangan.
  5. Jangan rusak benda-benda bersejarah disini.
  6. Pake alas kaki yang nyaman.
  7. Siapkan waktu yang banyak buat explore setiap sudutnya.
Gallery (11)
Comments (1)