74 views | 2 Likes

Jelajahi Fort Marlborough, Saksi Bisu Kekuasaan Inggris di Bengkulu

4 star (from 2 people)
Kota Bengkulu, Bengkulu, Indonesia
Category: Historical Places

Posted on 22 April 2019, 12:06:13
rory
Sightseeing

Fort Marlborough ini dikenal sebagai benteng terbesar di Asia yang merupakan peninggalan Pemerintah Inggris saat jaman penjajahan. Benteng ini...

How to Get There

Sekitar akhir Oktober tahun lalu, aku sempet jalan-jalan ke Bengkulu. Jadi ceritanya throwback dikit ya guys. Sebelum mengunjungi Taman Wisata Bukit Kaba, aku sempet mengunjungi salah satu tempat wisata bersejarah di Bengkulu yaitu Fort Malborough.

Aku pun baru tahu pas lagi di airport mau berangkat ke Bengkulu, salah satu temen nyaranin buat pegri ke benteng ini dulu. Akhirnya aku pun berangkat karena penasaran. 

Fort Malborough ini berada di Kampung Cina. Jadi dari bandara, aku dan teman-teman langsung naik angkot menuju Pasar Panorama dan lanjut menuju Kampung Cina. Angkot yang kami tumpangi berhenti di Monumen Thomas Parr yang lokasinya deket dengan Benteng Marlborough. 




What to Do

Fort Marlborough ini dikenal sebagai benteng terbesar di Asia yang merupakan peninggalan Pemerintah Inggris saat jaman penjajahan. Benteng ini dulunya berfungsi sebagai pertahanan. Lokasi dari benteng ini cukup unik juga guys karena menghadap selatan membelakangi Samudera Hindia. Karena lokaisnya yang deket dengan pantai menjadikannya sebuah perpaduan antara alam dan budaya yang menarik.

Ketika pertama kali masuk, kami bisa langsung merasakan suasana jadul ala abad ke 17. Kami juga langsung disambut dengan prasasti kuno yang sengaja dipindahkan ke bagian dalam pintu masuk sengan tulisan klasik ala British. 

Setelah melewati jembatan menuju pintu masuk tadi, ada tiga makam kuno yang masing-masing merupakan milik Residen Thomas Parr yang tewas dibunuh oleh rakyat Bengkulu sekitar tahun 1807, kemudian milik Charles Murray yang tewas setelah berusaha menyelamatkan Thomas Parr dan terakhir milik Robert Hamilton.

Benteng Marlborough ini berubuh lebih dari tiga abad dan masih terlihat kokoh bangunannya. Setelah melewati kuburan tadi, kami melihat ada parit yang besar banget memisahkan bagian gerbang. Ada juga sebuah jembatan untuk menyebrangi parit yang besar ini, mirip sungai lho besarnya guys.

Setelah melewati gerbang kedua, kami menemukan beberapa ruangan yang dulunya digunakan sebagai keperluan pemerintahan Inggris. Emang sih dulunya benteng ini dibangun untuk pusat pemerintahan Inggris, namanya pun diambil dari nama pahlawan Inggris yaitu John Churchil, Duke of Marlborough I dan dibangun mulai tahun 1713. Dari atas benteng ini, pasukan Inggris bisa langsung menyerang musuh-musuhnya yang berasal dari arah laut ataupun kota Bengkulu. Kemudian di tahun 1825, Inggris menukar Bengkulu dengan Singapura yang waktu itu menjadi wilayah jajahan Belanda. Hingga saat itu, benteng ini dikuasai oleh Belanda.

Beberapa catatan penting dan foto-foto masih tersimpan rapi didalam bangunan benteng ini. Pengunjung juga diperbolehkan untuk naik ke atas. Dari atas sini kami menemukan beberapa meriam yang dulunya digunakan untuk menembak lawan. Katanya sih dulu jumlahnya ada banyak, tapi sekarang hanya tinggal beberapa aja karena udah diambil oleh orang-orang tak bertangung jawab. Padahal kan ini bagian dari sejarah ya guys. Yang paling menarik perhatian adalah sebuah meriam yang ada ditengah dan menghadap ke laut.

Puas berkeliling dan foto-foto, kami pun langsung segera keluar dari kawasan Fort Marlborough ini dan melanjutkan perjalanan. Buat kalian yang hobi berwisata sejarah, ngga ada salahnya buat mampir ke Fort Marlborough ini.

Video by KOMPASTV

Tips and Trick

  • Tiket masuk benteng ini sebesar Rp 5.000,- per orang.
  • Benteng ini buka setiap hari mulai jam 8 pagi sampe jam 6 sore.
  • Jangan lupa bawa kamera yang bagus.
  • Karena lokasinya yang deket pantai, cuaca siang hari terik banget guys. Pastikan kalian bawa topi dan pake sunblock.
  • Jaga kebersihan.
  • Jangan rusak benda-benda bersejarah disini.

Gallery (9)

Comments (1)