Sensasi Tenang dan Sejuknya Pemandian Mata Air Fotuno Rete di Muna

pemandian mata air fotuno rete

pribadiganda | Tourist
Muna, Sulawesi Tenggara, Indonesia | Family Trip
17 Apr 2020


Sensasi Tenang dan Sejuknya Pemandian Mata Air Fotuno Rete di Muna
Di saat hari libur, pemandian mata air Fotuno Rete di Muna pasti ramai oleh pengunjung. Akan tetapi, ada sensasi berbeda dari destinasi wisata ini dibanding tempat wisata lainnya.

How to Get There

Ada istilah bagi para wisatawan yang pernah menginjakkan kaki di Raha, kabupaten Muna. Mereka sepakat bahwa, bila seseorang berwisata di Muna tidak akan terasa lengkap bila tidak berkunjung dan merasakan nikmatnya pemandian mata air Fotuno Rete.

Alasannya, karena selain pemandian ini memang sangat terkenal di Muna, ada sensasi berbeda yang dapat dinikmati bagi setiap wisatawan yang berkunjung di tempat satu ini.

Pemandian ini juga biasa disebut mata air Wakumoro oleh warga sekitar, karena terletak di Desa Wakumoro, Kecamatan Parigi, Kabupaten Muna. Bila ditempuh dari Raha, ibukota kabupaten Muna, hanya berjarak sekitar 60 kilometer atau sekitar 1,5 jam. Nanti setelah tiba di perempatan jalan pasar Desa Wakumoro, harus masuk lagi sekitar 800 meter untuk bisa menemukan lokasinya tersebut.

pemandian mata air fotuno rete

 

What to Do

Oleh warga sekitar, Fotuno Rete ini memiliki beberapa hal yang menarik untuk diketahui oleh wisatawan yang berkunjung. Mulai dari arti namanya, sampai hal-hal yang bersifat mistis. Misalnya, nama pemandian ini berasal dari kata Fotuno yang berarti Kepala, dan Rete yang berarti Tanah.

Saat tiba di tepi jalan lokasi pemandian, aliran air pemandian dapat terlihat dengan sangat jelas. Dikelilingi oleh pepohonan yang tinggi, warna air jelas tampak bening kebiruan. Pepohonan yang tumbuh di sekitar pemandian ini ternyata sudah hidup puluhan tahun dan seakan menjadi penjaga pemandian ini sejak dulu.

Konon katanya, sebelum lokasi pemandian ini dibuka untuk umum, hutan di Wakumoro menjadi daerah pembinaan teritorial untuk persembunyian masyarakat dari gangguan keamanan luar. Karena itu masih sangat banyak pohon-pohon tua yang dibiarkan tumbuh. Pohon-pohon itu juga mungkin pernah menjadi saksi bersejarah bagi keberlangsungan hidup masyarakat sekitar.

pemandian mata air fotuno rete
pemandian mata air fotuno rete
Di tepi pemandian, ujung dari jalan masuk, didirikan satu tiang sebagai tempat untuk terjun atau meloncat ke dalam pemandian. Selain digunakan sebagai tempat loncat, dari tempat itu wisatawan bisa menyaksikan seluruh pemandangan cantik pemandian ini.

Air yang jernih, dengan ditumbuhi rumput-rumput di dasarnya, dapat disaksikan dengan jelas dari atas tiang setinggi 6 meter ini. Tidak salah kalau puncak tiang ini menjadi tempat berfoto yang pas untuk mengabadikan momen wisata di sini.

pemandian mata air fotuno rete
pemandian mata air fotuno rete
pemandian mata air fotuno rete
Semilir angin yang tertiup setiap saat dan atmosfer udara yang sangat sejuk, membuat sensasi berada di pemandian sangat berbeda. Bahkan di saat hari libur dengan jumlah pengunjung hingga ratusan orang, nuansa tenang dan sejuk masih tetap terasa. Daun-daun yang gemirisik dan suara jangkrik yang saling beradu, begitu kental terdengar di telinga.

Bila sempat, cobalah rasakan nikmatnya loncat dan terjun ke dalam pemandian. Airnya terasa cukup dingin. Ini disebabkan karena intensitas sinar matahari yang masuk tidak begitu banyak karena terhalang oleh pepohonan di sekitar pemandian. Ditambah lagi akar pepohonan yang berada di sepanjang tepi pemandian, membuat suhu air tetap terjaga rendah.

pemandian mata air fotuno rete
pemandian mata air fotuno rete
Lokasi wisata mata air Fotuno Rete tidak hanya menjadi destinasi wisata pemandian. Ini karena adanya beberapa situs makam yang tampak di seberang pemandian. Di antaranya makan mantan Bupati ketiga Muna, Laode Rasyid (masa jabatan 1965-1970). Laode Rasyid adalah kakak dari mantan Gubernur ketujuh Sulawesi Tenggara, Laode Kaimoeddin.

Yang paling terkenal adalah makam dari Raja terakhir Muna, Laode Dika. Dia dikenal sebagai raja dengan gelar Kimasigino. Meskipun eksotis dengan semua keindahannya, tempat wisata ini kadang terasa mistis dengan adanya makam-makam tersebut.

Ada juga beredar dongeng dari masyarakat, bahwa dulu mata air Fotuno Rete menjadi pemandian bagi tujuh bidadari khayangan. Benar atau tidak, namun dari dongeng ini diharap agar masyarakat dan wisatawan yang berkunjung tidak melakukan hal-hal yang melanggar etika dan norma selama berada di tempat ini. Mengucapkan kata-kata yang tidak baik adalah pantangan utamanya.

pemandian mata air fotuno rete
Saat ini Fotuno Rete memang telah menjadi wisata pemandian favorit di Muna. Jejeran penjual makanan dan jajanan di pinggir jalan, menunjukkan betapa tempat wisata satu ini tidak pernah sepi dari pengunjung. Jadi, bila jalan-jalan ke Muna, mengunjungi pemandian mata air Fotuno Rete adalah salah satu agenda yang harus kamu lakukan di sana.

Tips and Trick
  1. Berkendara dengan sepeda motor lebih asyik bila ingin mengunjungi tempat ini.

  2. Menjaga sikap dan tutur kata selama berkunjung.

  3. Membawa bekal sendiri atau uang yang cukup untuk mengisi perut.

  4. Tetap menjaga kebersihan dan tidak membuang sampah sembarangan.

  5. Bawalah pakaian ganti bila berencana untuk menikmati segarnya mata air pemandian ini.
Where to Stay
Di dekat tempat wisata, ada penginapan yang biasanya disewa oleh sopir-sopir mobil angkutan antar daerah. Namun sebaiknya agenda wisata ke pemandian Fotune Rete ini dilakukan dalam perjalanan satu hari agar lebih hemat.
SUGGESTED PARADISE
SUGGESTED CULINARY