111 views | 2 Likes

Explore Huta Siallagan: Perkampungan Kanibal di Pulau Samosir

4 star (from 2 people)
Samosir, Sumatera Utara, Indonesia
Category: Historical Places

Posted on 12 March 2019, 11:27:18
luna
Sightseeing

Akhirnya sampe juga di Desa Ambarita. Perjalanan yang lumayan panjang tapi cukup terbayarkan setelah sampe disana. Saat melewati gerbang Huta...

How to Get There

Masih tentang wisata di Pulau Samosir nih guys. Beberapa waktu lalu, gue pergi ke Museum Huta Bolon Simanindo, Minggu lalu gue pergi ke Pulau Samosir lagi nih dengan agenda masih mengunjungi tempat bersejarahnya. Ngga ada bosennya sih gue buat explore wisata sejarah yang ada di pulau cantik ini, soalnya keren-keren sih. Nah, salah satunya adalah Desa Ambarita, Huta Raja Siallagan yang gue kunjungi kemaren. Konon, desa ini terkenal karena tradisi kanibalnya. Serem ya? 

Menuju ke Desa Amarita, dari pusat kota Medan perjalanan dimulai menuju ke Parapat yang merupakan salah satu pintu gerbang Danau Toba. Sampai disana, perjalanan dilanjutkan dengan kapal boat menuju Desa Ambarita. Desa ini emang ngga seterkenal Desa Tomok yang menjadi pusat wisata budaya dan belanja di Pulau Samosir. Turun di Desa Tomok, perjalanan dilanjutkan dengan naik motor menuju Ambarita dan butuh waktu sekitar 40-50 menit. 




What to Do

Akhirnya sampe juga di Desa Ambarita. Perjalanan yang lumayan panjang tapi cukup terbayarkan setelah sampe disana. Saat melewati gerbang Huta Siallagan, gue langsung disambut dengan pemandangan 8 rumah berjajar rapi, rumah-rumah ini disebut sebagai rumah Bolon. Kebetulan gue datengnya ngikut rombongan, jadinya kami disambut dengan tarian khas Batak, kami juga diajak menari bersama patung menari Si Gale-Gale. Tiga hingga empat tarian dimainkan dengan dipande oleh dua orang guide dan satu pemain musik, suara khas gondang batak terdengar oelh seisi kampung Huta Siallagan hingga teriakan Horas tiga kali sebagai penanda berakhirnya tarian.


Selesai penyambutan, gue langsung menuju ke salah satu rumah di Huta Siallagan dimana didepannya terdapat batu berbentuk meja kursi yang disusun melingkar. Meja kursi tersebut adalah Batu Persidangan Huta Siallagan. Dari sini gue diajakin sama guidenya untuk menuju ke tempat duduk panjang yang dikhususkan untuk tamu yang ingin tahu lebih banyak soal sejarah kampung ini. Gue langsung excited donk!

Seperti yang udah gue sebutin sebelumnya, Desa Ambarita Huta Siallagan ini terkenal dengan tradisi kanibalnya. Kalian pasti pernah denger soal ini ada salah satu suku batak yang suka memakan daging manusia, gue pun dengernya agak ngeri guys. Nah, sebagai warga batak, baiknya gue tahu bener sejarah tentang ini biar gue ngga dikira suka makan daging manusia juga. Hehehe..

Jadi, dulunya Raja dan Masyarakat Huta Siallagan memang dikenal sebagai kanibal namun ngga semabrangan makan manusia kalo lagi lapar. Manusia yang dimakan pasti ada alasannya, yaitu terdapat hukum adat yang jatuh pada seseorang yang melakukan tindak kejahatan seperti pemerkosa, pengkhianat juga musuh. Nah, nasib terdakwa tadi akan didiskusikan di batu persidangan yang gue lewatin tadi. Setelah dipastikan bersalah, maka terdakwa akan dikenakan hukuman yang berupa hukum pancung atau hukum pasung.

Proses mengeksekusinya pun harus menunggu hari baik menurut kalender tradisional Batak. Setelah hari baiknya ditentukan, maka terdakwa tadi diharuskan menunggu sambil dipasung disalah satu rumah bolon hingga hari eksekusinya tiba. 

Selanjutnya adalah proses eksekusinya. Nah, proses ini nih yang agak serem guys, soalnya terdakwa bakal disiksa terlebih dahulu dengan dipukul kepalanya dan disayat kulitnya. Kalo ngga berdarah, maka terdakwa itu tadi punya ilmu. Ilmu ini harus dihilangkan dulu dengan menggunakan perasan jeruk nipis di kulitnya yang diiris tadi. Barulah kepalanya dipenggal. Nah bagian badannya ini nantinya akan dipotong menjadi beberapa bagian dan dimakan bersama-sama warga. Sementara kepalanya akan digantung didepan desa agar warga atau musuh merasa takut.

Ngeri banget kan? Apalagi gue yang denger ceritanya langsung dan ngerasa kasihan sama nasib terdakwa tadi. Tapi bagaimana pun dia juga bersalah meskipun harus berakhir tragis.

By the way, setelah bercerita tentang sejarah kanibalisme disini, guide tadi langsung mengantar kami menuju pintu keluar, sebelum keluar gue sempetin buat foto-foto lebih banyak lagi di sekitar kampung ini.

Overall, gue suka banget sama perjalanan wisata sejarah kali ini. Gue jadi tau cerita tentang sejarah suku kanibal di Batak ini. Gue saranin juga buat kalian yang suka wisata sejarah, bisa mampir ke Desa Ambarita.

Video by IndonesiaKaya

Tips and Trick

  • Jangan lupa bawa kamera.
  • Bawa uang cash yang cukup.
  • Beli oleh-oleh khas untuk orang terdekat.
  • Ajak keluarga atau kerabat.
  • Jangan buang sampah sembarangan.

Gallery (6)

Comments (4)