89 views | 2 Likes

Desa Tenganan Pegringsingan: Desa Kuno Dengan Tradisi Unik

4 star (from 2 people)
Karangasem, Bali, Indonesia
Category: Meet Locals

Posted on 13 February 2019, 11:29:21
biosel
Tourist

Desa Tenganan Pegringsingan ini tentunya punya keunikan yang berbeda dengan Desa Trunyan. Disini kalian akan menemukan bangunan-bangunan unik yang...

How to Get There

Pulau Bali selain terkenal dengan keindahan alamnya yang berupa pantai dan perbukitannya yang asri juga terkenal dengan adat istiadatnya yang kental dan masih terjaga hingga saat ini. Meskipun saat ini jaman udah berubah menjadi lebih modern, tapi banyak beberapa desa di Bali yang masih memegang teguh adat istiadat dan budayanya dengan baik. Desa-desa yang masyarakatnya masih berpedoman pada peraturan dan adat istiadat peninggalan leluhur dari jaman Majapahit disebut juga sebagai Bali Aga dan ada tiga Desa, yaitu Desa Trunyan, Desa Sembiran dan Desa Tenganan Pegringsingan. 

Beberapa waktu lalu, aku udah pernah explore Desa Trunyan yang bikin ngeri, nah kali ini aku mengunjungi Desa Tenganan Pegringsingan yang berlokasi di Karangasem. Terakhir kali aku ke Karangasem, aku mengunjungi Tirta Gangga yang sejuk itu, nah kali aku ke Karangasem lagi nih. Udah lama juga ngga kesini. 

Lokasi Desa Tenganan Pegringsingan deket banget sama Wisata Candidasa. Jaraknya sekitar 70 kilometer dari bandara Ngurah Rai dan butuh waktu sekitar satu setengah jam naik mobil, tapi kalo macet ya bisa lebih lama lagi.



What to Do

Desa Tenganan Pegringsingan ini tentunya punya keunikan yang berbeda dengan Desa Trunyan. Disini kalian akan menemukan bangunan-bangunan unik yang digunakan sebagai tempat tinggal masyarakat sekitar ataupun sebagai bangunan adat. Setiap bangunan adat mempunyai tempat dan fungsi yang berbeda-beda, biasanya digunakan untuk kegiatan adat.

Bangunan adat atau bale-bale tersebut dibangun berjejer mulai dari arah selatan hingga utara. Bale-bale tersebut juga masing-masing punya nama lho, dari paling selatan ada Bale Agung, Bale Kulkul, Bale Jineng Petemu Kelod, Bale Petemu Kelod, Bale Gambang, Bale Banjar, Bale Jineng Nungnungan, Bale Jineng Petemu Tengah, Bale Petemu Tengah, Bale Blebeg, Bale Jineng Petemu Kaje, Bale Petemu Kaje, Wantilan, Balai Lantang, Bale Ayung dan Bale Banjar.

Mayoritas masyarakat desa ini bermata pencaharian sebagai petani, namun ada juga sebagian yang menjadi pengrajin. Kerajinan yang dibuat oleh penduduk sekitar antara lain ukir-uliran, anyaman bambu, lukisan daun lontar hingga kain tenun. Kain tenun yang dihasilkan penduduk setempat udah terkenal banget bahkan udah mendunia. Kain tenun ini dikenal dengan nama Kain Gringsing dan pengerjaannya menggunakan teknik dobel ikat dan diketahui sebagai teknik tenun satu-satunya di Indonesia.

Namanya juga desa adat, pastinya Desa Tenganan juga punya acara adat yang menarik, tapi sayangnya kemaren pas aku kesana acara ini lagi ngga ada. Jadi di desa ini setiap tahunnya ada sebuah tradisi yang bernama Mageret Pandan. Tradisi ini unik banget soalnya sepasang pemuda desa akan saling memukul dengan menggunakan duri yang ada di daun pandan. Daun-daun pandan berduri ini dipukulkan diatas punggung mereka hingga berdarah. 

Photo by http://bali-travelnews.com/2017/12/08/makare-kare-penghormatan-terhadap-dewa-perang/

Biasanya setelah ‘perang’ selesai, luka-luka tersebut langsung diobati dengan obat tradisional yang berasal dari bahan umbi-umbian. Tradisi ini dilakukan dengan tujuan untuk melatih fisik dan mental warga desa. Ngeri banget sih guys! Ohya, kalo kalian mau nonton tradisi ini, kalian bisa dateng di sekitar bulan Juli pertengahan.

Desa Tenganan Pegringsingan ini memang unik banget ya guys? Aku saranin banget buat kalian yang mau liburan ke Bali, jangan lupa buat mampir kesini. Selain sebagai destinasi wisata, berkunjung keisni juga bisa menjadi sarana edukasi bagi pengunjung akan kebudayaan yang harus selalu dijaga dan dilestarikan.

Video by Official NET News

Tips and Trick

  • Agar lebih memudahkan untuk menuju ke desa ini, baiknya kalian sewa kendaraan dari pusat kota Denpasar.
  • Jangan lupa bawa kamera.
  • Jangan buang sampah sembarangan.
  • Ajak keluarga dan orang terdekat kalian.

Gallery (7)

Comments (4)