112 views | 0 Likes

Lasem Heritage Walk: Tingkok Kecil Yang Bikin Kesengsem

0 star (from 0 people)
Rembang, Jawa Tengah, Indonesia
Category: Historical Places

Posted on 31 January 2019, 11:30:33
yura
Tourist

Mungkin sebagian dari kalian masih belum familiar dengan Lasem, Lasem ini adalah sebuah kota yang ada di Kabupaten Rembang dan akhir-akhir ini...

How to Get There

Liburan semester kali ini aku mutusin buat solo traveling lagi nih guys. Ngga solo sih sebenernya, soalnya aku ditemenin sama temen disana, tapi tetep dari Surabaya aku pergi sendirian. Anyway, liburan kali ini aku mengunjungi Jawa Tengah, tepatnya Lasem dan berencana akan heritage walk disana.

Untuk menuju Lasem, aku naik kereta dari Surabaya menuju Semarang. Kalian bisa naik transportasi apa aja dari kota asal kalian menuju Semarang. Di Semarang, kebetulan aku dijemput sama temenku yang lagi tinggal disini dan untuk menuju ke Lasem perjalanan harus dilanjutkan dengan perjalanan darat. Kami naik bus dari terminal Terboyo menuju ke Lasem, kalian bisa cari bus jurusan Surabaya dan turun di Masjid Jami Lasem atau Bank BNI Lasem. 

Perjalanan dari Semarang menuju Lasem butuh waktu skeitar 3 jam perjalanan dan kalian bakal melewati kota Demak, Kudus, Pati dan Rembang.




What to Do

Mungkin sebagian dari kalian masih belum familiar dengan Lasem, Lasem ini adalah sebuah kota yang ada di Kabupaten Rembang dan akhir-akhir ini terkenal dengan sektor pariwisatanya. Kota ini juga sering disebut sebagai “Tiongkok Kecil” karena dulunya kota ini adalah pendaratan orang Tionghoa di tanah Jawa dan banyak sekali perkampungan Tionghoa tersebar di kota Lasem. Selain bangunan, ada juga patung hingga klenteng yang hingga saat ini masih terawat, salah satunya adalah Rumah Merah.


Rumah Merah Lasem ternyata dimiliki oleh salah seorang pengusaha elektronik asal Rembang dan berada di daerah Karangturi. Sesuai namanya, rumah ini didominasi warna merah menyala dan temboknya yang tinggi. Di depannya terdapat tulisan Tiongkok Kecil Heritage. Masuk ke dalam rumah, kalian akan disambut dengan dua patung barongsai yang besar. 

Rumah Merah ini juga disewakan kepada wisatawan guys dan kebetulan kita berdua juga mutusin buat nginep disini semalem. Unik banget sih penginapan disini, rumah tua yang bersejarah. Harganya juga ngga mahal-mahal banget kok guys, kisaran 300 ribuan dan kalian bisa menikmati fasilitas kamar untuk 4 orang dengan TV dan AC. Tapi karena aku kemaren cuma dateng berdua, jadinya 2 kasur king size ini kita pake sendiri deh.



Selain Rumah Merah, kalian juga bisa pergi ke Klenteng Cu An Kiong. Klenteng ini pernah menjadi lokasi syuting film Ca bau kan pada tahun 2002 lho guys. Bangunan tua ini punya desain yang unik dengan dua altar, yaitu altar Tina Shang Sheng Mu dan Raden Panji Margono. 

Ohya, mumpung lagi ada di Lasem, aku kemaren juga ngga lupa buat belanja kain batiknya yang khas. Jadi batik ini ngga cuma ada di Pekalongan tapi di Lasem juga da lho! Motif dan teknik pembuatan batik disini masih asli dari dua tokoh yang pertama kali mengajarkan batik kepada penduduk, yaitu Bi Nang Uh dan Na Li Ni. Galeri batik yang paling terkenal bisa kalian temui di desa Karangturi.

Nah, seru banget kan perjalanan ke Lasem ini? Aku suka banget sih jalan-jalan kesini soalnya selain bisa foto-foto dengan latar bangunan-bangunan tua, kalian juga bisa sekalian belajar sejarah dan budaya yang masih terasa di di kota kecil ini. Jadi, kapan kalian ke Lasem?

Video by Netmediatama

Tips and Trick

  • Bawa kamera yang bagus.
  • Untuk menginap di Rumah Merah, kalian bisa cek di Traveloka atau Airbnb.
  • Jangan lupa jaga kebersihan setiap tempat yang kalian kunjungi.
  • Cobain kuliner khas setempat.

Gallery (7)

Comments (1)