197 views | 2 Likes

Pura Luhur Lempuyang, Destinasi Wisata Budaya Wajib di Karangasem Bali

4 star (from 2 people)
Karangasem, Bali, Indonesia
Category: Religious Place

Posted on 28 January 2019, 11:31:36
clarissaputri
Sightseeing

saat berkunjung ke bali pastikan untuk berkunjung ke Pura Luhur Lempuyang.

How to Get There

Kabupaten Karangasem Bali memang menyimpan segudang wisata menarik untuk diulik. Setelah beberapa waktu yang lalu aku sempet mengunjungi beberapa wisatanya seperti Danau Yeh Malet dan Savana Tianyar, kemaren aku sempet pergi ke salah satu wisata budaya yang megah, yaitu Pura Luhur Lempuyang. Kalian pasti udah pernah denger donk ya soal wisata ini, soalnya sempet rame dibahasa di sosial media beberapa waktu lalu dan baru kali ini aku sempet dateng kesana langsung.

Menuju ke Kabupaten Karangasem Bali memang lumayan jauh jaraknya dari kota Denpasar, untungnya kemaren aku ditemeni sama cowokku yang lagi winter break disini dan disetirin juga, jadi ngga capek deh. Hehehe.. Anyway, pura ini berada di Desa Tista, Kecamatan Abang, Karangasem. Butuh waktu sekitar 2 jam untuk menuju Karangasem dari Kota Denpasar. Kalian bisa lewat kawasan wisata Candi Dasa yang melewati Kota Amlapura atau lewat Kecamatan Selat Karangasem kemudian melalui kota Semarapura dan arahkan ke Jalan Besakih. 

Pura Luhur Lempuyang


What to Do

Memasuki area pura, pengunjung yang datang sama sekali ngga dikenakan tiket masuk. Kalian cukup bayar parkir kendaraan aja, kalo bawa mobil cukup bayar Rp 5.000. Pura ini adalah sebuah wisata religi dan merupakan kawasan yang sakral bagi umat Hindu di Pulau Bali. Lokasinya berada di puncak bukit Bisbis dan untuk menuju ke atas kalian harus menaiki sekitar 1750 anak tangga. Cukup melelahkan guys, apalagi buat kalian yang ngga sering olahraga.

Pura Luhur Lempuyang
Pura ini diberi nama Luhur Lempuyang karena diambil dari kata Lempuyang yang berarti lampu atau sinar dan hyang untuk menyebut Ida Shang Hyang Widhi. Dari kata tersbeut, penamaan pura ini berarti sinar suci Ida Shang Hyang Widhi yang bersinar terang.

Pura Luhur Lempuyang

Pura Luhur Lempuyang

Di Pura Luhur Lempuyang juga terdapat Stana Dewa atau pelinggih yang dinamakan Tirta Pingit. Tirta Pingit merupakan air suci yang berasal dari tiga buah rumpun bambu. Jika umat Hindu ingin mendapatkan air suci ini, maka para pemangku akan memotong batang bambu dari rumpun tersebut. Kemudian dari batang bambu tersebut akan keluar air. Air yang keluar itulah yang dinamakan Tirta Pingit. Pelinggih Tirta Pingit ini berada diantara rerumputan bambu yang tumbuh di puncak pada lokasi Pura Luhur Lempuyang.

Pura Luhur Lempuyang

Tak hanya itu saja, pemandangan dari atas sini indah banget guys. Pasalnya, ketika cuaca lagi cerah, kalian bisa melihat Gunung Agung dan bisa menjadikannya sebagai latar foto yang epik. Spot foto ini yang kemarennya rame dibahas di sosial media Instagram. 

Pura Luhur Lempuyang

Menurut aku, mengunjungi Pura Luhur Lempuyang ini memiliki arti tersendiri. Ngga cuma foto-foto, tapi disini aku juga belajar tentang tradisi juga kebudayaan. Menarik banget kan? Kalo kalian ke Bali, jangan lupa buat mampir kesini ya guys!

Video by Bali Go Live

Tips and Trick

Sebelum mengunjungi Pura Luhur Lempuyang, ada beberapa hal yang harus kalian perhatikan. Karena ini adalah tempat suci, ada beberapa pantangan yang tidak boleh dilakukan:

  • Dilarang berbicara kasar saat perjalanan.
  • Sejak awal, perkataan dan pikiran harus disucikan dan diluruskan.
  • Wanita haid, sedang menyusui, anak yang belum tanggal gigi susu, baiknya tidak masuk ke ke pura.
  • Membawa makanan atau makan daging babi saat berada di Pura.
  • Dilarang membawa perhiasan yang terbuat dari emas, konon perhiasan tersebut sering hilang secara misterius.

Nah, saran dari aku buat kalian yang mau jalan-jalan ke Pura ini, jangan lupa tetap terus menaati peraturan yang ada, jangan buang sampah sembarangan dan jangan lupa bawa kamera. Ohya, karena kalian akan menaiki anak tangga, baiknya gunakan juga alas kaki yang nyaman, siapkan juga tenaga yang cukup juga pakai baju yang sopan ya.

Gallery (6)

Comments (2)