254 views | 2 Likes

Desa Adat Todo: Memasuki Kampung Tradisional Penuh Sejarah yang Indah

5 star (from 2 people)
Manggarai, Nusa Tenggara Timur, Indonesia
Category: Meet Locals

Posted on 06 December 2018, 13:18:09
Sophia
Tourist

Bisa dibilang perjalanan menuju ke Desa Adat Todo ini memang cukup panjang dan melelahkan tapi semua itu terbayar sudah saat sudah sampe di Desa Adat...

How to Get There

Sepulangnya dari liburan di Belitung dan mengunjungi Museum Kata Andrea Hirata, minggu lalu aku mutusin buat traveling lagi. Kebetulan traveling kali ini dalam rangka acara liburan kantor dan ngga pergi yang terlalu jauh juga dari Kupang. Sebenernya udah lama banget aku dan temen-temen kantor bikin rencana liburan ini karena udah penasaran banget pengen ke salah satu Desa Adat yang ada di Flores, yaitu Desa Adat Todo. Mungkin kebanyakan orang cuma tau Desa Wae Rebo di Flores, tapi ternyata juga ada desa adat lainnya dan kabarnya desa adat Todo ini punya keunikannya sendiri. 

Desa Adat Todo berada di Kecamatan Satarmase, Manggarai, Nusa Tenggara Timur. Untuk menuju kesini aku naik pesawat dari Kupang menuju Ruteng. Kebetulan cuma ada satu flight aja guys dari Kupang ke Ruteng, yaitu naek TransNusa yang berangkat pagi banget jam 06.00 dan sampe di Ruteng sekitar jam 07.00. Sebenernya ada beberapa pilihan rute yang bisa kalian ambil kalo mau ke Ruteng ini, kalian bisa dari Labuan Bajo trus dilanjut pake kendaraan darat menuju ke Ruteng dan butuh waktu sekitar 3 jam perjalanan. Tapi karena rumah aku di Kupang dan aku cuma butuh sejam perjalanan udara aja menuju Ruteng.

Dari Ruteng, ada dua pilihan jalur yaitu menuju ke arah selatan menyusuri jalan provinsi di tengah Hutan Wisata BKSDA atau ke arah barat lewat ruas jalan nasional Ruteng-Labuan Bajo. Sesampainya di Pela, Kecamatan Lelak kemudian putar haluan ke selatan untuk sampai ke Todo.




What to Do

Bisa dibilang perjalanan menuju ke Desa Adat Todo ini memang cukup panjang dan melelahkan tapi semua itu terbayar sudah saat sudah sampe di Desa Adat Todo. Saat kendaraan mulai memasuki kawasan desa adat ini kami disambut dengan rumah-rumah dengan atas ijuk yang unik. Tak hanya rumah, disini juga ada Gereja yang atapnya juga dari ijuk. Sesampainya di Desa Todo, kami pun disambut dengan ramah oleh penduduk penjaga Rumah Adat Todo dan disuguhi secangkir kopi Manggarai yang nikmat banget. Biasanya wisatawan dikenakan biaya perawatan rumah adat sekitar 20 ribu sampe 30 ribu lalu kita diminta buat pake kain khas Todo sebelum memasuki area rumah.

Rumah Adat Manggarai ini katanya adalah rumah adat tertua di Manggarai. Bentuknya kerucut dengan atap ijuk dan rangka kayu juga bambu. Pintu rumah ini juga hanya setinggi bahu orang dewasa, jadi kalo mau masuk harus nunduk, menurut orang Manggarai sih untuk menghormati pemilik rumah atau tetua adat mereka. Bedanya rumah adat Manggarai dengan Rumah adat Todo lainnya adalah adanya gendang yang sangat bersejarah. 

Sedikit mengulik tentang sejarahnya sih guys, katanya sih gendang ini terbuat dari kulit manusia. Dulunya pada masa Kerajaan Todo, ada seorang perempuan yang sangat cantik dan sakti yang diperebutkan oleh dua pangeran sampe terjadi perpecahan diantara keduanya. Lalu, untuk menyelesaikan masalah itu dikorbankanlah perempuan cantik tersebut dan kulitnya dibuat gendang. Ngeri juga ya guys!

Anyway, dibalik sejarahnya yang menarik ini, pemandangan di sekitar desa adat ini keren banget guys. Hawa pegunungan yang sejuk dan pemandangan alam yang indah sangat memanjakan mata. Ngga cuma itu, keramahan penduduknya dan budayanya yang kental pastinya membuat siapapun merasa betah berlama-lama ada disini.




Tips and Trick

  • Jangan lupa bawa kamera yang bagus.
  • Kalo kalian dateng dari Labuan Bajo, kalian bisa sewa travel untuk menuju ke Ruteng.
  • Gunakan alas kaki yang nyaman.
  • Pake topi.
  • Jaga kebersihan desa ini.

Video by Indonesia Tourism

Gallery (6)

Comments (2)