5 star (from 1 people)
141 views | 1 Likes
Menjelajahi Desa Bena, Desa Tertua di Nusa Tenggara Timur
Ngada, Nusa Tenggara Timur, Indonesia
Category: City Trip


Posted on 29 November 2018, 14:59:36
Sightseeing
Location on Google Maps
Bena Traditional Village
Unnamed Rd, Nusa Tenggara Tim., Tiworiwu, Jerebuu, Kabupaten Ngada, Nusa Tenggara Tim., Indonesia
How to Get There

Nusa Tenggara Timur, pulau yang cukup meyimpan banyak keindahan dan wisata alam. Alhamdulillah nih dapet kesempatan buat mengunjungi tempat yang cukup jauh dari Pulau Jawa ini. Perjalanan atau tujuan pertama adalah menuju ke Desa Bena, kawasan yang merupakan desa tertua di Flores, Nusa Tenggara Timur. Kalau di Lombok, kalian bisa menemukan Desa Sade, tapi kalau di Flores, Desa Bena ini tujuannya.

Lokasi dari Desa Bena berjarak sekitar 19 kilometer dari Kota Bajawa. Untuk kendaraannya masih sangat bebas, kalian bisa datang dengan menggunakan kendaraan roda dua maupun roda empat, aksesnyapun cukup mudah. Jalanan menuju ke Desa Bena ini udah beraspal dan halus, tapi kalau untuk berkelok dan nanjaknya tetep ya hehe, jadi kalian wajib waspada dan berhati hati saat berkendara.

Kalau kalian datang dari Bandara Soa Kupang, kalian bisa melanjutkan perjalanan dengan menggunakan travel untuk menuju ke Kota Bajawa. Setelah tiba di Kota Bajawa, kalian bisa menggunakan ojek atau kendaraan lainnya untuk sampai di Desa Bena ini. Dari Kota Bajawa, waktu perjalanan yang perlu ditempuh sekitar satu setengah jam perjalanan.

What to Do

 


Untuk masuk ke Desa Bena ini, kalian nggak perlu mengeluarkan banyak biaya lho. Hanya dengan memberikan donasi seikhlasnya saat masuk dan mengisi buku tamu, pengunjung juga bisa berpartisipasi membangun desa ini dengan cara membeli beberapa barang yang dijual didalam Desa Bena.

Lokasi Desa Bena yang berada di bawah kaki gunung Inerie juga menjadikan keindahan Desa Bena ini makin bertambah. Pasalnya, kalian tak hanya bisa menikmati keindahan bangunan dan tradisinya yang unik, kalian juga akan disuguhkan dengan pemandangan indah dan udara yang cukup segar.

Desa Bena memiliki sekitar kurang lebih 40 rumah yang saling berhadapan. Desa Bena ini bentuknya memanjang dari utara ke selatan. Tiap rumah yang ada disini memiliki keunikan tersendiri. Di tiap rumah yang ada di Desa Bena trdapat tengkorak kerbau yang tersusun rapi di depan rumah. Nah kalau di Desa Bena ini ada yang unik nih, tengkorak kerbau yang ada di depan rumah itu adalah hasil dari upacara adat yang diadakan oleh pemilik rumah. Jadi, kalau misal didepan rumah ada banyak tengkorak kerbau yang tersusun rapi, itu tandanya rumah tersebut memiliki derajat atau status sosial yang tinggi. Asik banget jalan jalan ke tempat yang adatnya masih kentel kayak gini.

Wisatawan yang datang ke Desa Bena ini nggak hanya dari Indonesia lho. Tak jarang pengunjung datang dari luar negeri seperti Belanda, Jepang, Belgia, dan negara lainnya. Mata pencaharian penduduk disini juga masih sangat tradisional. Untuk perempuan, mereka rata rata menenun kain untuk dijajakan kepada wisatawan. Dan untuk yang laki laki adalah berladang.

Kain kain tenun yang ada di Desa Bena dijual dengan harga 400 atau 500 ribuan gitu per lembar. Kalau lihat harganya tampa tahu prosesnya emang cukup mahal, apalagi hanya untuk satu lembar kain. Tapi proses yang dilalui adalah membuat benang dan menenunnya hingga menjadi kain. Nah kalo kalian udah nyobain bikin benang dan menenun dijamin ngga akan bilang mahal deh..

Liburan ke tempat ini rasanya agak kembali ke jaman dulu dan memutar mesin waktu gitu ya haha. Kalau disini, kalian akan seneng dan rasanya mata tuh puas banget. Bangunan dan tradisinya yang unik bakal susah ditemui di kota besar seperti Jakarta dan Surabaya. Penduduknya yang ramah juga bikin betah..

Coba deh sekali kali mampir ke Desa Bena kalau ke Nusa Tenggara. Keren!

 

Tips and Trick
  • Jangan lupa bawa camera untuk abadikan momen kalian
  • Cobalah hal hal yang bisa dicoba seperti menenun atau membuat benang

Masih pensaran? Ada video dari youtube Netmediatama nih..

Gallery (6)
Comments (1)