Rumah Makan Inggil: Nikmatnya Sajian Kuliner Lokal Sambil Berwisata Sejarah

rumah makan inggil

tedy | Sightseeing
Malang, Jawa Timur, Indonesia | halal
14 Aug 2018


Rumah Makan Inggil: Nikmatnya Sajian Kuliner Lokal Sambil Berwisata Sejarah
Rumah Makan Inggil cukup unik karena selain menyajikan menu makanan lokal yang sangat lezat, rumah makan ini juga berfungsi sebagai museum yang menampilkan koleksi benda-benda kuno.

Masih seputar kuliner kota Malang nih guys. Aku memang masih stay disini sampai akhir bulan ini karena urusan pekerjaan di kantor cabang Malang. Dan Senin kemarin, aku ada acara dengan beberapa teman kantor yang sekaligus kedatangan tamu dari kantor cabang kami di Singapura. Pertemuan itu sebenernya agak santai jadinya aku memutuskan untuk mengajak mereka makan siang sekalian sambil memperkenalkan beberapa makanan lokal khas Indonesia yang ada di Malang.

Akhirnya, kami mutusin buat makan di salah satu restoran lokal yang mengusung konsep sejarah yaitu Rumah Makan Inggil. Rumah Makan Inggil ini berada di Jalan Gajah Mada no 4, Malang atau kalo kalian bingung bisa cari Museum Malang Tempoe Doloe. Nah, rumah makan ini ada disampingnya. Aksesnya cukup mudah kok karena ada di pusat kota Malang, kalian bisa naik kendaraan umum ataupun kendaraan pribadi kalo mau kesini tapi tempat parkirnya ngga terlalu luas.

Rumah Makan Inggil cukup unik karena selain menyajikan menu makanan lokal yang sangat lezat, rumah makan ini juga berfungsi sebagai museum yang menampilkan koleksi benda-benda kuno yang akan membawa kalian travel time ke masa lalu. Saat pertama memasuki rumah makan ini, kalian akan disambut dengan alunan musik Jawa yang khas. Kalian langsung melihat berbagai foto-foto Malang tempo dulu yang menampilkan wajah asli Malang jaman dulu yang sangat asri dan cantik. Koleksi benda-benda antik juga jelas ada dimana-mana, mulai dari telpon jadul, alat piringan hitam, mesin ketik, mesin jahit dan radio. Ditambah lagi dengan poster-poster iklan jadul yang jumlahnya cukup banyak.


Sesekali aku harus menjelaskan kepada beberapa kolega kami dari Singapura yang bertanya tentang barang-barang unik tersebut. Kebanyakan dari mereka juga sangat kagum dengan konsep yang ditawarkan di Rumah Makan Inggil ini. Tak heran, aku melihat banyak sekali wisatawan asing yang makan disini.

Kami pun segera duduk ditempat yang sudah dipesan sebelumnya, karena jumlah kami lumayan banyak, sekitar 10 orang, jadi aku reservasi tempat dulu biar ngga perlu ngantri pas udah sampe disana. Setelah duduk, para pramusaji pun langsung menghampiri kami. mereka menggunakan pakaian daerah dan cukup ramah. Aku langsung membaca buku menu dan rata-rata semua makanannya adalah makanan tempo doeloe seperti nasi jagung, rawon buntut, aneka penyetan, sate ayam, nasi goreng, ikan dan ayam bakar. 


Ohya, di restoran ini ada panggung kecilnya juga lho guys, kebetulan kemarin aku dan teman-teman duduk di meja yang ada di depan panggung sambil menonton pertunjukan tari topeng yang kebetulan juga lagi digelar. Pertunjukan yang diadakan di restoran ini beragam lho guys, tergantung dari jadwalnya aja. Jadi selain tari topeng, juga ada live musik khas Jawa gitu.

Tak selang beberapa lama, makanan pesanan kami pun datang. Kebanyakan dari menu pesanan kita adalah penyetan, karena teman-temanku dari Singapura itu penasaran dengan rasa sambal pencit yang disajikan di restoran ini. Anyway, menu yang kita pesan adalah ayam penyet, tempe tahu penyet plus telor, sawi oseng ayam, sambel pencit dan nasi. Minumannya juga khas lho guys, jadi minuman lokal Indonesia gitu, seperti teh, kopi, dan wedang. 

Rasanya? Sudah pasti enak banget. Potongan ayam penyetnya lumayan gede plus tekstur dagingnya lembut dan matangnya pas. Apalagi dimakan pakai sambal pencitnya yang pedes-pedes asem yang bikin nagih. Ngga heran temen-temen aku lainnya juga pada doyan sambel ini. Untuk sayuran sawi oseng ayamnya juga enak dan porsinya cukup besar, bisa buat tiga orang. Ohya, harga makanan disini cukup murah juga lho, kisaran antara 1000 - 45.000 per orangnya.

Pastinya, restoran ini rekomended banget buat kalian yang doyan makanan khas plus menikmati suasana Malang Tempo doeloe. Sudah pasti, next time kalo ke Malang lagi, aku bakal balik ke restoran ini, tentu aja rame-rame bareng keluarga dan temen-temen. Yuk, jadwalkan liburan ke Malang dan cicipi kuliner khas di Rumah Makan Inggil.

Video by Official NET News

Opening Hours
Buka setiap hari jam 10.00 - 22.00 WIB
SUGGESTED PARADISE
SUGGESTED CULINARY