Self Grill Meat Ekonomis ala Jepang di Saboten Shokudo

saboten shokudo

serlievidia | Sightseeing
Malang, Jawa Timur, Indonesia | halal
29 Jul 2018


Self Grill Meat Ekonomis ala Jepang di Saboten Shokudo
Akhir-akhir ini sedang happening resto yang menyediakan konsep panggang daging sendiri, tidak terkecuali Resto Saboten Shokudo. Di Malang, restoran ini merupakan salah satu resto yang terkenal dengan berbagai santapan ala Jepangnya.

Awal tahun ini, Saboten Shokudo meluncurkan dua menu self cooking, yaitu Sukiyaki dan Yakiniku. Bagi kalian yang ingin merasakan sensasi memasak makanan Jepang bersama teman-teman dan tidak ingin ribet memikirkan bahan dan peralatannya, tempat ini bisa menjadi salah satu pertimbangan. Untuk menuju resto ini juga cukup mudah karena terletak di pusat kota. Jika dari arah Alun-alun Merdeka Malang ke arah barat menuju Jl. Kawi. Setelah bertemu lampu merah Jl. Ijen, lurus saja sampai memasuk Jl. Kawi Atas kemudian Jl. Terusan Kawi sampai akhirnya Jl. Dieng. Di depan Toko Buku Togamas terdapat papan lalu lintas untuk putar balik ke jalan sisi kanan. Lokasinya tak jauh dari tempat putar balik dan berada di kiri jalan. Alternatif kedua, jika kalian dari arah sekitaran kampus UM, UIN, atau UB, kalian bisa melewati Jl. Bendungan Sutami. Lurus saja sampai Jl. Galunggung. Di ujung Jl. Galunggung terdapat perempatan. Selanjutnya belok kiri memasuki Jl. Dieng. Resto ini terletak di kiri jalan.

Saboten Shokudo, selain menyajikan berbagai menu ala Jepang, desain interiornya juga kental dengan sentuhan Jejepangan. Dari arah depan, sebelum memasuki resto ini, kami disambut dengan lampion-lampion yang bergantungan. Di depan, juga di sediakan meja kursi bagi kalian yang memilih menyantap makanan sambil melihat pemandangan luar.

Resto Tampak Depan

 

Suasana di dalam resto

Saya dan teman-teman sengaja memilih ruang makan yang berada di belakang karena desainnya berupa rumah tradisional jepang. Dengan bangunan yang terbuat dari kayu, meja-meja kayu rendah, kursi bantal, dan lampion yang bergantungan memberi kesan makan langsung di negara asalnya. Terlebih di depannya terdapat taman yang menambah kesan asri dan indah.

 

Tempat makan dengan konsep rumah tradisional Jepang

Interior di bagian dinding seperti ilustrasi keadaan suatu kota di Jepang dengan toko yang berjajar dengan papan nama berupa nama makanan Jepang. Resto ini memfasilitasi stop kontak dengan jumlah banyak dan wifi yang lumayan kencang.

Bagian dalam ruangan tempat kami makan

 

Di depan ruang makan tersebut terdapat taman

Saya dan empat orang teman sengaja datang kemari untuk mencicipi salah satu menu self cooking yaitu Yakiniku. Yakiniku merupakan istilah Jepang yang berasal dari kata “Yaki” artinya dipanggang, dan “Niku” atau “Gyuniku” artinya daging sapi. Karena kami berlima, kami memesan porsi largeseharga Rp. 130.000. Jadi per orangnya Rp. 26.000. Cukup terjangkau kan? Terdapat dua ukuran porsi yang dibedakan berdasarkan jumlah orang, yaitu small dan large. Porsi small diperuntukkan 2-3 orang sedangkan porsi large diperuntukkan 4-5 orang. Namun jika kalian berjumlah lebih dari atau kurang dari jumlah ideal pada masing-masing porsi pun tak masalah. Boleh-boleh saja, namun jumlah nasi yang diberikan dihitung berdasarkan jumlah orangnya (bisa kurang tapi tidak bisa lebih dari batas maksimal ideal jumlah orang).

Satu set Yakiniku (Large)

Untuk minuman, kami memesan, teh tarik seharga Rp. 10.000 dan Green Sky Harajuku seharga Rp. 13.000. Teh tarik merupakan minuman teh yang dicampur dengan susu. Cara pembuatannya adalah dua cangkir berisi teh dan susu dicampur sampai sedikit berbusa. Sekilas tampilannya seperti milkshake. Sedangkan Green Sky Harajuku adalah salah satu jenis mocktail yang memiliki warna unik seperti pelangi. Pada lapisan paling dasar berwarna kuning rasanya asam, kemudian lapisan atasnya berwarna hijau kemudian biru seperti soda dan ditaburi biji selasih.

 

Green Sky Harajuku  (Kiri) dan Teh Tarik (Kanan)

Cara pesannya adalah di pintu masuk kita mengambil buku menu untuk dibawa ke ruang makan, setelah memilih, kita kembali ke temat order untuk memesan makanan. Tak lama kemudian, seorang pramusaji mendatangi kami dengan membawa satu set peralatan memanggang, yaitu kompor, teflon untuk memanggang, capit, dan beberapa piring untuk menuang saus dan daging yang telah dimasak. Kemudian menyusul lima mangkuk nasi, lima pasang sumpit, senampan daging yang akan dimasak.

Isian dari Yakiniku

Isian dari Yakiniku antara lain sosis, daging sapi, dan daging ayam. Selain itu terdapat irisan bawang bombay dan mentega untuk memanggang. Menurut saya pribadi, meski porsi large diperuntukkan 4-5 orang, namun bagi kami berlima masih kurang puas. Saya merekomendasikan porsi large yakiniku dimakan bersama 3 orang. Atau alternatif lain, cukup dengan membayar Rp.15.000 untuk setiap menu, tambahan, kalian bisa memesan isian tambahan, baik itu sosis, daging ayam, atau daging sapi.

Isian Yakiniku dipanggang

Kami memilih memasak setengah dari seluruh isian agar dapat langsung disantap hangat-hangat. Pengalaman dari teman, ia  memanggang seluruh isian Yakiniku , baru kemudian memakannya sehingga sebagian sudah dingin sehingga kenikmatan sedikit berkurang.

Cara memakan Yakiniku yang benar adalah kalian harus menuangkan campuran shoyu manis, shoyu asin, dan cabe bubuk di mangkuk yang memang disediakan. Shoyu artinya kecap. Shoyu asin berarti kecap asin dan shoyu manis berarti kecap manis. Terdapat juga cabe bubuk ini dijadikan saus celup daging yang sudah masak dan memakannya berbarengan dengan nasi, bukan untuk dituang saat memanggang. Jadi dapat menyesuaikan selera, jika masih kurang manis, kalian bisa menambahkan shoyu manis. Selain itu, jika kurang asin, bisa ditambahkan shoyu asin dan jika kurang pedas maka dapat ditambahkancabe bubuk.

 

Beberapa bumbu saus tambahan yang diberikan

Terdapat juga menu self cooking yang lain, yaitu Sukiyaki. Berbeda dengan Yakiniku yang dipanggang, Sukiyaki dimasak dengan panci panas. Isian dari Sukiyaki adalah olahan seafood seperti udang dan kepiting, sawi putih, pokcay, jamur kuping, jamur es, fish tofu, chikuwa ayam dll. Cocok juga dimakan di tengah dinginnya hawa Malang. Sama seperti Yakiniku, Sukiyaki terdiri dari dua pilihan porsi. Harga Yakiniku large Rp. 130.000, small 80.000 Sedangkan Sukiyaki large Rp. 120.000, small Rp. 70.000. Bagi kalian yang ingin mencoba keduanya, lebih baik mengambil paket keduanya karena lebih hemat, yaitu seharga Rp. 225.000 untuk porsi large dan Rp. 120.000 untuk porsi small.

Selain self cooking menu, Resto Saboten Shokudo juga menyediakan menu lain seperti aneka katsu, bento, ramen, chicken donburi, beef donburi, dan sushi. Selain main dishes, tersedia juga dessert seperti kakigori dan berbagai macam snack. Minuman yang disediakan adalah berbagai mocktail, frappe, dan tea. Harga makanan mulai dari Rp. 19.000 dan harga minuman mulai dari Rp. 4000. Tenang saja, meski makanan yang disediakan adalah makanan Jepang, namun kehalalannya terjamin.

Berikut adalah daftar menu di Resto Saboten Shokudo.

 

 

Lengkap sekali bukan? Overall, saya cukup puas dengan pelayanan dan rasa yang diberikan. Dari segi harga pun terbilang terjangkau apalagi jika menu yang dipesan adalah menu ramean sehingga ditanggung ramai-ramai. Apalagi desain ruangannya tak tanggung-tanggung dibuat sedemikian miripnya dengan rumah makan ala Jepang. Tertarik ke sini?

 

Opening Hours
Buka tiap hari pukul 10.00-22.00 WIB Hari Jumat (13.00-22.00 WIB)
SUGGESTED PARADISE
SUGGESTED CULINARY