Gudeg Sagan - Wisata Kuliner Tersembunyi di Yogyakarta

|
Yogyakarta, Yogyakarta, Indonesia | halal
19 Jul 2018


Gudeg Sagan - Wisata Kuliner Tersembunyi di Yogyakarta

Buat yang pernah nyoba nyari target wisata kuliner di kota Yogyakarta ini pasti tahu kalo hasil pencarian dari mbah google kebanyakan cuma menunjukkan 1 resto gudeg. Sepertinya aneh banget kan untuk sebuah kota yang dijuluki Kota Gudeg? Setelah menelusuri hampir semua link hasil pencarian google satu per satu, akhirnya saya menemukan referensi tentang restoran gudeg yang sepertinya belum banyak diekspos tapi mendapat nilai cukup tinggi dari si pemberi ulasan, yaitu Gudeg Sagan di jalan Prof Dr. Herman Yohanes No. 53, Yogyakarta.

Begitu sampai di Yogyakarta dengan kereta api sancaka, saya langsung jalan kaki ke Mall Malioboro. Selain karena memang belum pernah ke sana jadi ingin tahu, sekaligus juga untuk mendapat lokasi yang aman untuk memesan ojek online karena biasanya ojek online dilarang beroperasi di area stasiun kereta api.

Lokasi Gudeg Sagan ternyata cukup dekat dari mall malioboro karena saat itu saya cuma dikenakan tarif 5 ribu rupiah naik grab bike.

Penampakan bangunan nya seperti ini:

Daftar menu dibagi jadi 2 jenis, 1 untuk makan di tempat, 1 untuk yang take away (dibungkus).

Penampakan menu makan di tempat:



Penampakan menu untuk Take Away (bungkus):

Ukuran ruangan restoran nya cukup luas, jumlah meja dan kursi nya cukup banyak. Saat saya sampai di sana sudah hampir jam 2 siang, jadi suasana restoran nya cukup sepi.

Saya pesan untuk makan di tempat 1 nasi gudeg dengan lauk paha ayam (ceker). Pertama sempet bingung juga kenapa ada ceker nya, karena saya biasanya makan di surabaya kalau paha ya paha, tidak pakai ceker. Tapi ternyata di sini mungkin untuk memperjelas bahwa bagian paha yang diberikan adalah paha bawah yang menempel dengan cekernya, bukan paha atas seperti di K*C. Lalu untuk minumannya, saya diberi tahu bahwa saat itu hanya ada teh dan jeruk. Saya lupa menanyakan kenapa bisa begitu padahal seharusnya restoran ini sudah buka dari pagi dan baru tutup jam 12 malam nanti. Akhirnya saya pilih teh hangat manis saja.

Dari gigitan pertama, ayamnya empuknya passs banget.. tekstur daging nya cukup solid sekaligus empuk dan lembut, tidak hancur seperti kuah obat namun tidak sekeras ayam goreng. Sehingga orang yang masih muda maupun orang yang sudah lanjut usia juga bisa menikmatinya dengan nyaman.

Rasa sayur gudeg dan bumbu nya pun juga passs banget.. kombinasi yang seimbang antara manis dan gurih gak bikin eneg samasekali.

Porsi nya juga cukup pas untuk makan siang 1 orang.

Minus nya cuma dari pribadi saya sendiri tidak suka makan ceker apalagi begitu lihat ukuran cekernya sebesar itu jadi ngeri. Cabe nya juga super besar seperti itu bikin takut kalau dimakan malah bikin sakit perut sealed

Overall saya beri skor 8.8/10. Recommended deh buat target wisata kuliner.

Opening Hours
Menurut google sih dari jam 9 pagi sampai jam 12 malam.
SUGGESTED PARADISE
No data.
SUGGESTED CULINARY
No data.