Makanan Rasa Nano-Nano! Rujak Disiram Kuah Ikan?

rujak kuah pindang

clarissaputri | Sightseeing
Denpasar, Bali, Indonesia | vegetarian
12 Jul 2018


Makanan Rasa Nano-Nano! Rujak Disiram Kuah Ikan?
rujak khas Bali yang aku suka, tapi rujak kuah pindang ini yang paling aku suka!!!!

Siapa nih yang suka banget sama rujak? Aku sih pecinta rujak banget dan selalu suka macam rujak dari berbagai daerah. Nah, karena aku stay di Bali, aku mau kasih tau kalian salah satu rujak khas Bali yang aku suka banget, yaitu Rujak Kuah Pindang. Sebenernya sih, ada banyak macam rujak khas Bali yang aku suka, tapi rujak kuah pindang ini yang paling aku suka. Kemarin, aku sempetin buat nyobain salah satu food street ini. Banyak banget penjual rujak kuah pindang di Kota Denpasar ini, tapi yang paling aku suka itu Rujak Kuah Pindang Bo Hwa yang berada di Jalan Abumanyu No 2, Banjar Tampak Gangsul, Denpasar.

Video by Netmediatama

Warung ini menempati sebuah ruangan di bagian rumah pemilik. Ngga terlalu besar sih guys. Di dalam warung terdapat meja besar tempat menyiapkan rujak dan di sudut lainnya terdapat menja panjang dan kursi tempat pembeli menikmati makanan pesanannya. Ternyata, Bo Hwa sudah berjualan rujak kuah pindang sejak tahun 1981, lho!

Rujak kuah pindang merupakan salah satu makanan yang paling di incar oleh wisatawan dan juga warga lokal. Makanan ini dinamakan rujak kuah pindang karena rujak ini menggunakan kuah dari proses pembuatan pindang ikan dalam bumbunya. Mungkin banyak orang akan mengira kalo rasa rujak ini akan amis banget, karena diberi campuran ikan didalamnya.

Rujak kuah pindah ini disajikan diatas ingke atau piring lidi yang diberi alas kertas bungkus makan dan daun pisang. Rujak ini terdiri dari beragam buah-buahan segar seperti jambu, kedondong, nanas, salak, mentimun, mangga muda, apel dan bengkoang. Buah-buah tersebut dikupas dan diserut. Untuk bumbunya pun sangat sederhana, yaitu terdiri dari terasi, cabai dan kuah pindang. Kalo kalian ngga terlalu suka asin, kalian bisa request untuk menambahkan gula merah.

Nah, kuah inilah yang membuat citarasa ruja ini cenderung asin. Tapi, menurut aku sih ngga terlalu asin ya, tapi lebih ke segar. Kuah yang encer ini yang menjadikan rujak ini bercitarasa segar. Sebelum dituang ke cobek, kuah pindang dimasak dahulu. Nah, dalam proses ini kuah pindang juga diberi bumbu bawang putih.

Setelah aku cobain, ternyata ngga amis sama sekali lho guys, meskipun rasa ikannya terasa sekali. Ikan yang digunakan pun ikan tuna atau ikan sarden dan diberi daun salam dan serai dalam perebusan kuahnya. Ngga heran deh kalo rasa kuah rujak ini seger banget dan ngga ada amis-amisnya. Campuran buah-buahannya juga mendukung sih menurut aku, karena rasa rujak ini jadi ngga terlalu asin, namun lebih ke segar karena rasa buahnya yang mendominasi. 

Perpaduannya sih cocok banget ya. Rasa gurih, pedas, segar dan asam bisa aku rasain di saat yang bersamaan dan terasa luar biasa di mulut. Tentu saja, makanan ini juga bisa bikin ketagihan siapapun yang mencobanya. Terutama kalian yang suka banget sama rujak. Rujak kuah pindang ini cocok banget kalo dinikmati siang hari saat udara Bali sedang panas-panasnya. Harga seporsi Rujak Kuah pindang ini Rp 7000 saja.

Untuk melengkapi rujak kuah pindangnya, aku kemarin juga nyobain kolak pisangnya. Kolak pisang nya ini juga cocok banget sih kalo dinikmati untuk menemani rujak kuah pindang. Jadi, setelah kepedesan makan rujak, kolak pisang ini bisa menjadi penawarnya. Seger banget lah rasanya.

Ohya, perlu kalian inget nih guys, kalo kalian mau datang ke warung Rujak Bo Hwa ini sebaiknya telpon dulu, soalnya sih kadang bukanya ngga menentu. Tapi, normalnya warung ini buka setiap hari Selasa - Minggu mulai pukul 11.00 - 17.00 WITA. Warung ini tutup pada hari Senin, hari raya Imlek , Galungan, Kuningan dan Nyepi. Untuk nomer telpon yang bisa dihubungi adalah 081338756724.

Jadi, kapan kalian ke Bali buat nyobain Rujak Kuah Pindang?

SUGGESTED PARADISE
SUGGESTED CULINARY