Sellie Coffee, Ngopi Santai di Tenangnya Kawasan Prawirotaman

sellie coffee

nur | Sightseeing
Yogyakarta, Yogyakarta, Indonesia | halal
04 Jul 2018


Sellie Coffee, Ngopi Santai di Tenangnya Kawasan Prawirotaman
Bingung cari tempat ngopi asik di Yogyakarta? Mampir aja ke cafe kece yang satu ini. Yap, Sellie Coffee siap memanjakan lidah kalian para pecinta kopi. Tunggu apa lagi, mampir yuk ke Sellie Coffee!

Berbeda dengan kawasan Malioboro yang ramai, kawasan Prawirotaman merupakan kawasan tidak terlalu ramai dan tenang. Minggu lalu, saya juga sempat jalan-jalan ke salah satu kedai hits di kawasan ini, yaitu Sellie Coffee. Coffee shop ini berada di Jalan Gerilya no 822 atau Jalan Prawirotaman II dan memiliki desain menarik yang bertema jadul. Saya sebenernya sering lewat tempat ini, tapi baru kali ini sempat mampir karena penasaran juga sih.

Karena perjalanan kami menuju ke Sellie Coffee tak jauh dari titik awal, kami hanya membutuhkan waktu sekitar 5 menit untuk sampai di Sellie Coffee yang hits ini. Oh iya, kalau kalian kesusahan mencari lokasi tepat dari Sellie Coffee ini, kalian bisa menggunakan bantuan google maps. Tenang aja, Sellie Coffee udah terdaftar di maps dan tempatnya akurat kok. Jadi, nggak perlu khawatir nyasar ya haha. 

Video by Netmediatama

Sellie Coffee sudah buka sejak 2009 dimana kawasan ini masih belum banyak homestay dan kedai kopi. Sekarang sudah banyak banget homestay dan kedai kopi di kawasan ini. Kedai kopi ini mengusung konsep kopi tubruk yang berasal dari Gayo, Toraja, Papua, Flores, Lereng Merapi dan Menoreh. Kopi-kopi yang disajikan pun menggunakan cara tradisional. Kalo udah kayak gini, tentu makin nikmat ya rasanya, tak perlu diragukan lagi sob!

Saya suka banget sama desain kedai ini yang mengusung konsep art space dimana siapaun bisa menampilkan karya, seperti seni lukis, tari maupun musik. Untuk pertunjukan musik biasanya ditampilkan pada Kamis malam. Dinding ruangan di kedai ini terbuat dari anyaman bambu yang diberi cat putih ditambah dengan beberapa lukisan karya seniman Yogyakarta yang menghiasi dindingnya. Artistik banget deh. Bisa banget dijadikan spot foto favorit atau dijadikan objek fotografi yang ciamik!

Untuk menunya, selain kopi tubruk yang saya sebutkan tadi, kedai ini juga menyajikan minuman tradisional seperti wedang uwuh. Untuk camilannya pun ngga kalah tradisional, yaitu pisang bakar, jamur krispi dan singkong goreng yang dipadukan dengan sambal bawang pedas. Menu ini jadi menu favorit saya sekarang dan selalu ingin kembali kesana buat nikmati makanan ini. Buat kalian yang belum pernah kesini, jangan lupa mampir dan mungkin kalian akan ketagihan kayak saya gini hehe. 

Selain memesan singkong goreng, saya juga memesan kopi hitam yang biji kopinya dari Kendari. Rasa kopinya mantap namun ringan. Benar-benar menjadi pilihan yang tepat untuk para pecinta kopi. Sederhana tapi juga nendang banget. Kalau yang satu ini, pecinta kopi tak boleh ketinggalan untuk mencobanya. 

Karena kemarin saya datang berdua dengan seorang teman saya, tapi dia bukan penikmat kopi jadi dia pesen Cheese Milk. Saya pun juga nyobain Cheese Milk nya dia dan rasanya creamy banget. Rasa gurih keju berpadu dengan rasa manis lembut susu, sederhana dan lezat. Bikin kenyang tapi juga ngga eneg. Mantafff!

Untuk harganya sendiri, kedai ini ngga terlalu mahal juga ya. Harga menunya mulai dari Rp 5000 - Rp 20.000. Untuk nongkrong berdua kemarin, kami ngga abis sampe Rp 50.000. Pantesan, kedai ini cukup ramai oleh pengunjung. Ternyata murah dan tempatnya asik!

Ohya, cafe ini juga sempat muncul di salah satu scene film AADC 2. Pantas saja, saya ngerasa ngga asing sama kedai kopi satu ini. Hehehe.. Jadi, kedai ini muncul saat scene Cinta dan Rangga bertemu kembali setelah sekian lama tidak berhubungan. Scene ini juga menjadi banyak meme yang menyebar di media sosial. 

Gimana, tertarik untuk ngopi disini? Yuk, pulang ke Jogja :)

Opening Hours
Selasa - Minggu : 18.00 - 00.00 Senin : Tutup -
SUGGESTED PARADISE
SUGGESTED CULINARY