Warung Jadul Mbah Cokro, Sensasi makan di Warung Tempoe Doeloe di tengah Kota Surabaya

angkringan mbah cokro

lingling | Sightseeing
Surabaya, Jawa Timur, Indonesia | halal
25 May 2018


Warung Jadul Mbah Cokro, Sensasi makan di Warung Tempoe Doeloe di tengah Kota Surabaya
Bosan menjelajah café-café hits di Kota Surabaya? Datang saja ke Angkringan Mbah Cokro!

Bosan menjelajah café-café hits di Kota Surabaya? Datang saja ke Angkringan Mbah Cokro. Angkringan ini lebih mirip warung jadul yang terletak di modernnya kota Surabaya. Angkiran ini sejenis Warung Jadul dengan suasana yang sangat khas. Angkringan Mbah Cokro ini terletak di Jalan Raya Prapen No 22 Surabaya. Ngga susah buat nyari lokasinya karena bisa kalian temukan di google maps. Atau kalian bisa order ojek online aja buat anterin kalian kesini. Hehehe..

Kemarin aku kesini bareng temen-temen kampus setelah tugas kelompok di malam hari. Begitu masuk, terlihat sekali suasana tempoe doloe yang kental, dimana dinding-dindingnya terbuat dari anyaman bamboo, tertempel poster-poster film zama dulu, piringan hitam, kamera layer tancap, radio kuno dan juga mesin jahit dipadu dengan bendera seperti menggambarkan suasana saat Ibu Fatmawati sedang menjahit bendera merah putih. Rata-rata pengunjung disini dipenuhi anak muda terutama mahasiswa yang tinggal di Surabaya dan beberapa orang dewasa.

Tulisan yang menempel pada warung juga menggunakan ejaan lama, seperti tulisan Panggoeng Rakjat, Klonthong, Waroeng Rakjat dan lain sebagainya. Berada disini jadi benar-benar terasa seperti berada di warung zaman sebelum kemerdekaan.

Untuk menambah kesan Tempoe Doeloe nya, angkringan ini juga memutarkan music era 70 hingga 80an, seperti lagu milik almarhum Gombloh, Tommy J Pisa, Koes Plus dan masih banyak lagi. Ditambah lagi, pelayannya mengenakan pakaian unik, seperti pakaian seragam hansip dengan nama Semaun, Alimin serta tokoh-tokoh pergerakan nasional di zaman pra kemerdekaan. Nama dari angkringan ini pun diambil dari nama tokoh pejuang nasional HOS Cokroaminoto.

Oh ya guys, selain digunakan sebagai tempat nongkrong, angkringan ini juga digunakan sebagai tempat diskusi foto, pemutaran film, ilmu pengetahuan dengan mendatangkan narasumber dari luar kota. Keren banget kan?

Karena konsep angkringan ini yang jadul, jadi kalian jangan hara pada wifi ya. Hal ini ditekankan dilakukan agar pengunjung lebih focus saling berbicara dengan sesame, bukan sibuk dengan gadget. Selain itu, kalian juga bisa bermain remi atau poker sampai pagi disini, karena angkringan ini buka tiap hari mulai dari jam 08.00 pagi sampai jam 04.00 subuh, kecuali hari Minggu, angkringan ini buka mulai jam 17.00 Sore. Cocok banget nih buat begadang.

Untuk menu makanannya sendiri, terbilang sederhana sekali. Seperti angkringan pada umumnya, disini menyediakan makanan seperti nasi kucing yang dibungkus dengan daun pisang, beragam sate-satean, kopi dan juga wedang jahe. Semua makanan ini kita langsung ambil dan kemudian langsung dibayar. Yang bikin aku seneng itu, harga murah banget lho guys. Mulai dari 2000an untuk harga sate per tusuknya. Murah banget kan? Pokoknya bikin kenyang dan bahagia deh.

Sayangnya, buat kalian yang pengen nongkrong disini sampe pagi, saran aku jangan lupa bawa lotion nyamuk biar ngga digigitin nyamuk. Kenapa? Karena disini lumayan banyak nyamuknya guys kalo malem. Jadi jaga-jaga aja yaa buat bawa lotion nyamuk.

Overall, aku suka sih sama tempat ini. Lumayan jadi penyelamat ketika pengen nongkrong di tanggal tua. Selain itu, konsepnya juga unik dan pelayanannya ramah. Aku suka banget pokoknya, yahh meskipun harus bertarung sama nyamuk sih. Tapi, boleh lah dikunjungi buat kalian yang kangen pengen nongkrong-nongkrong di angkringan ala-ala Jogja gitu. Dijamin, bisa bikin kalian kenyang tapi juga ngga bikin kantong bolong.

Video by Budiono Sukses

SUGGESTED PARADISE
SUGGESTED CULINARY