115 views | 0 Likes

Bebek Asli Ubud yang Rasanya Bengil Banget

0 star (from 0 people)
Gianyar, Bali, Indonesia
Category: halal

Posted on 31 August 2019, 12:00:00
Zindi_onedani
Sightseeing

Di liburan kali ini, kita sekeluarga lagi-lagi ke Bali dan memutuskan buat ke jalan-jalan ke Ubud untuk pertama kalinya. Setelah puas keliling dan...

Culinary Detail

Di liburan kali ini, kita sekeluarga lagi-lagi ke Bali dan memutuskan buat ke jalan-jalan ke Ubud untuk pertama kalinya. Setelah puas keliling dan belanja di Ubud, memanjakan lidah jadi opsi terbaik. Ngga afdol rasanya kalau ke Ubud tanpa cicipin kuliner otentik disana. Ketika kalian search kuliner khas Ubud pasti akan muncul banyak pilihan dan yang teratas adalah Bebek Bengil. Yups, that's why we choose them at the first place.

Sebelum aku jelasin gimana enaknya si Bebek Bengil ini, aku jelasin dulu suasana ciamik yang akan kalian temui kalau makan di restoran ini. Restoran ini berlokasi di Jalan Hanoman, Padang Tegal, Ubud. Lokasinya sekitar +/- 1km dari Pasar Seni Ubud. So, pas banget buat kalian yang mau isi perut setelah puas belanja oleh-oleh di Pasar Seni Ubud. Buat kalian yang bawa mobil sendiri ngga perlu bingung susahnya cari parkir karena sewaktu dateng pasti langsung disambut sama mas-mas Vallet yang ramah. Dan itu gratis loh. Bisa tenang deh makannya.

Masuk ke restoran, bagian depan akan ada resepsionis yang membantu mencarikan tempat duduk sesuai kebutuhan kalian. Jika di bagian depan, dekorasi serba kayu akan bisa kalian nikmati dengan meja dan kursi lengkap. Masuk lebih dalam ke bagian tengah, kalian bisa dapet tempat duduk lesehan yang ada di dalam gazebo-gazebo kayu. Dan wilayah ini sepertinya yang paling sering penuh. Soalnya aku pas kesana juga ga dapet. Hihihi. 

Yang terakhir adalah bagian belakang yang luaass banget. Hampir sama dengan bagian depan, tapi lebih luas dan kalian akan dimanjakan dengan view sawah langsung di depan mata. Waktu itu aku kebagian yang disini. Kita ambil 1 set meja untuk 4 orang yang menghadap langsung ke sawah. Sawah hijau luas (panas juga) membentang dari ujung yang ga kliatan. Hehe. Dari wilayah tengah ke belakang akses jalannya ditanami pohon kelapa di kanan kiri. Trully instagramable buat mempercantik feed kalian loohh. Di samping sawah itu juga disediakan spot foto yang ada patung bebeknya sebagai khas dari tempat itu. So jangan sampe lupa foto disitu setelah kenyang ya guys. 

Buatku tempatnya bagus banget. Mereka mengangkat tema restoran modern tapi tidak menghilangkan unsur tradisionalnya. Sangat nyaman untuk didatangi bersama rombongan ataupun keluarga.

Setelah bahas tempatnya, kita lanjut ke bagian intinya, yaitu makanannya. Bebek Bengil atau yang kalo dibahasa inggrisnya The Dirty Duck ini menyajikan menu olahan bebek dengan bumbu khas dari Bali. Bebek yang disajikan di restoran ini pastinya berbeda dengan restoran bebek lainnya, jadi semacam punya ciri khas tersendiri gitu.

Sayangnya aku lupa buat fotoin menunya (karena terlalu excited), tapi seingetku mereka menyajikan bebek goreng dan bebek bakar juga. Menu selain bebek ada Nasi Campur khas Bali dan Pepes Ikan. Sebagai pelengkapnya, mereka menyajikan bebek dengan sambal matah khas Bali dan lawar ditempat terpisah. Selain itu, kalau pengunjung ingin mencicipi bebek goreng ditemani dengan kentang tumis dan salah juga bisa. Semua balik lagi ke selera masing-masing.

Aku kemarin pesen sepaket bebek bakar dengan harga sekitar 120 ribuan. Dalam paket itu kita akan dapat bebek goreng yang ukurannya sekitar seperempat bebek utuh. Pelengkapnya juga melimpah. Bebek disajikan dengan nasi putih, 3 macam sambal khas Bali, sayur semacam urap. Rasanya dari bebek bakar ini enak banget dan sama sekali ngga ada bau amis khas bebek pada umumnya. Bumbunya juga terasa sangat meresap hingga ketulang. 

Kalo menurut cerita, bebek yang digunakan ini adalah bebek lokal yang hidup di daerah sekitar Ubud. Jadi sebelum di rebus selama 3 hingga 4 jam, daging bebek ini direndam dengan bumbu khas terlebih dahulu selama 12 jam. Baru deh direbus dan kemudian dibakar atau digoreng. Konon, ini sih yang bikin daging bebek terasa lezat hingga ke tulangnya.

Spesialnya lagi, bumbu-bumbu yang digunakan untuk mengolah bebek disini udah turun termurun lho gengs. Berawal dari resep keluarga pemiliknya untuk hidangan sehari-hari hingga saat ini udah jadi restoran besar dengan banyak outlet di Bali.

Selain makananya yang lezat, aku juga suka konsep restoran ini yang ada di dekat sawah. Jadi pengunjung bisa menikmati hidangan sambil merasakan semilir angin. Jadi memang restoran ini ngga ada pendingin ruangannya karena memang udah semi outdoor. Keren banget deh, pengunjung pun bisa sekalian foto-foto di tepi sawah.

Kesimpulannya, aku merekomendasikan kalian buat mampir ke bebek bengil ini kalo lagi ke Bali. Tempatnya cozy banget, outdoor dengan pemandangan sawah, free valet parking dan pastinya bebeknya enak banget. Yaa meskipun agak sedikit pricey, tapi worth buat dicoba.

Kalo kalian pengen cobain, bisa langsung aja dateng ke Restoran Bebek Tengil Jalan Hanoman, Padang Tegal, Ubud. Restoran ini bisa kalian kunjungi setiap hari mulai jam 10.00 – 22.30 WITA.

Gallery (5)

Comments (0)