JiwaJawi Jogja : Wisata Kuliner yang Tersembunyi di Yogyakarta

Jiwa Jawi Jogya

vidya94 | Sightseeing
Bantul, Yogyakarta, Indonesia | halal
30 May 2020


JiwaJawi Jogja : Wisata Kuliner yang Tersembunyi di Yogyakarta
Kalian ingin berwisata kuliner dengan suasana alam yang asri dan jauh dari hiruk pikuk kota? Mungkin review ini akan membantu menambah referensi kalian ketika berlibur ke Yogyakarta.

Kata orang, Jogja terbuat dari rindu. Banyak orang yang pernah bertandang ke kota ini, akan merasakan kangen ingin kembali ke sana. Selain kaya akan tempat wisata yang kental dengan budaya Jawa, Jogja juga dapat menjadi destinasi untuk wisata kuliner. Liburan tahun lalu,  saya ingin berkunjung ke tempat-tempat yang antimainstreamJogja namun masih kental dengan rasa jawanya. Setelah mencari berbagai referensi, akhirnya saya dan tiga teman saya memutuskan melipir ke daerah Kasihan, Bantul untuk mengunjungi kafe Jiwa Jawi Jogja. Apa kalian pernah mendengarnya? Fyi, kafe ini baru beroperasi sekitar awal 2019, dan ketika saya ke sana, saat itu sedang cukup ramai dibicarakan khalayak instagram. 

Untuk ke sana, kami mengendarai motor dan membutuhkan waktu sekitar 45 menitan dari pusat kota. Jarak yang ditempuh memang sedikit jauh, namun terbayar dengan arsitektur, rasa makanan, dan suasana yang disuguhkan. Apalagi  kafe ini terletak di Jalan Bangunjiwo Podo Asih, Salakan, Bangunjiwo, Kasihan, Bantul--daerah yang masih sangat asri khas pegunungan. Di sepanjang perjalanan menuju kafe ini, kami melihat perkampungan yang menjual berbagai patung ukiran dari batu. Bisa banget kalau ingin membeli oleh-oleh sepulang dari kafe.

Di pintu masuk kafe, saya dan teman-teman disambut oleh gerbang besar dan tinggi yang bentuknya unik. Untuk menuju gerbang, kami harus melewati jembatan yang tidak terlalu besar, dan kanan kirinya adalah kolam. Di sebelah kanan kiri pintu masuknya terbuat dari batu bertumpuk -memberi kesan seperti masuk ke kawasan situs sejarah.

Jiwa jawi JogyaPintu Masuk Jiwa Jawi Jogja

Ketika memasuki pintu masuk, kami harus melewati halaman luas yang teduh karena banyak pohon ditanami di sana, sehingga memberi kesan suasana di desa. Pada bagian depan, terlihat rumah khas Joglo tradisional yang eksentrik. Kalau menurut saya, suasana kafe tersebut sangat hangat seperti rumah nenek di desa. Kafe ini cukup luas karena terdiri dari tiga bagian utama, bagian depan berupa pendopo, bagian tengah yang berupa halaman pendopo berkonsep outdoor, dan bagian underground yang terdiri dari taman dan gedung berkonsep modern.

Bangunan pada bagian depan ini semi outdoor karena bersangga kayu-kayu, mungkin lebih tepat disebut sebagai pendopo. Meja dan kursinya juga terbuat dari kayu dengan berbagai model dan ukuran. Ada yang memanjang, ada yang biasa, sehingga tempat ini juga cocok digunakan untuk gathering dalam jumlah orang yang cukup banyak. Selain itu, beberapa hiasan dan ukiran yang terlihat menggantung semakin menunjang tatanan kafe ini.

wisata kuliner jogya
Tampak Depan Pendopo Joglo

Rekomendasi wisata kuliner di jogyaBagian Dalam Pendopo Joglo

Jika kalian ingin menjajal konsep outdoor, di bagian belakang disediakan halaman dengan meja kursi yang terbuat batu dan kayu. Meskipun berkonsep outdoor, namun tetap teduh karena ditanami banyak pohon rindang dan di sekililing area tersebut dihiasi oleh pot-pot bunga. Untuk akses ke bagian underground, terdapat tangga yang menghubungkan antara halaman belakang pendopo dengan bagian underground.  Terdapat beberapa meja dan kursi batu juga di luar, sehingga kalian bisa memilih indoor atau outdoor. Kalian juga diperbolehkan menggelar tikar jika ingin berasa piknik di tengah hutan. Di sekeliling bagian underground ini adalah pepohonan tinggi yang rindang, sehingga pengunjung seperti berada di hutan yang asri. Selain itu, juga terdapat bagian indoor, seperti kafe bergaya eropa yang bernuansa putih gading. Di dalamnya nuansa putih dengan meja kursi terbuat dari anyaman, dindingnya digantungi oleh lukisan kontemporer. Jadi, Jiwa Jawi Jogja mencoba menyuguhkan perpaduan antara konsep jawa tradisional yang dipadukan oleh konsep bergaya modern. Seru, ya. pengunjung dapat mendapatkan dua suasana sekaligus ketika berkunjung ke kafe ini.

Jiwa Jawi Jogja ini juga sering dijadikan tempat untuk menggelar acara literasi atau diskusi oleh para kawula muda Jogja. Tidak jarang, orang-orang penting-seperti penyair Joko Pinurbo pernah bertandang ke sini. Jiwa Jawi juga menghadirkan sejumlah produk seperti buku, seni pahat, dan beberapa lukisan yang dapat dilihat pada bagian interior gedung indoor. Dengan keselarasan budaya dan alam, tempat ini memang cocok dijadikan tempat berkreasi. Banyak juga lho pasangan pengantin yang menyewa tempat ini untuk merayakan pernikahan mereka-dengan konsep garden party. Biasanya mereka menggelar pesta di bagian underground. 

kuliner jogya

Bagian outdoor belakang pendopo 

 

Jiwa Jawi Jogya

Interior kafe indoor di bagian underground (sumber: instagram @jiwajawijogja)

Kafe ini menyediakan beragam menu nusantara baik camilan atau makanan utama. Camilan yang tersedia seperti bakwan jagung, pempek, tahu gejrot, pisang goreng, dan lainnya. Untuk makanan utama terdapat aneka ayam, nasi sayur asem, rawon, iga bumbu rujak, pepes ikan kemangi dan sebagainya. Minumannya ada wedang uwuh khas jogja, kelapa muda, teh, dan banyak lagi. Bagi pecinta kopi juga ada banyak macam kekopian, seperti espresso, cappucino, black coffe, dll. Untuk harganya berkisar antara Rp.10.000 ke atas. Awalnya saya merasa harganya cukup pricey, namun setelah memesan makanan dan minuman di sana, kami paham bahwa harga yang dibayar sebanding dengan yang disuguhkan.  Berikut daftar menu makanan dan minuman yang tersedia (sumber foto menu : instagram @jiwajawijogja).

rekomendasi kuliner jogya
Kuliner Jogya
Kuliner Jogya
Daftar menu di Kafe Jiwa Jawi Jogja

Karena kami sudah cukup kenyang, kami hanya memesan beberapa camilan dan minuman. Untuk camilan, kami memesan bakwan jagung, kentang goreng sambal matah, dan pisang goreng. Sedangkan untuk minumannya kami memesan wedang uwuh, kelapa muda, dan kopi kelambir. Meskipun menu yang kami pesan cukup umum dijual dan mudah dibuat sendiri, rasa dan penyajiannya premium. Kami jadi paham mengapa harga yang dibandrol untuk tiap menu sedikit pricey. 

Bakwan jagung seporsi berisi empat bakwan yang ukurannya bisa dibilang jumbo. Kami cocol dengan sambal kecap. Jadi menurut kami masih worth it untuk harga Rp. 15.000. Makanan kedua adalah kentang goreng sambal matah. Biasanya kentang goreng dicocol dengan saus dan mayonais, namun kentang goreng ala Jiwa Jawi dicocol pakai sambal matah. Aroma bawang merah yang dicampur dengan irisan cabai segar memberikan sensasi lain. Kentang goreng sambal matah ini seharga Rp. 20.000. Makanan ketiga adalah pisang goreng. Eits, meski namanya pisang goreng, namun pisang goreng ala Jiwa Jawi tidak mungkin biasa saja. Jadi, pisang goreng ini ditaburi oleh palm nectar powder dan bubuk kayu manis, serta disajikan bersama es krim. Rasanya enak dan ukuran pisangnya cukup jumbo. Harga untuk seporsi pisang goreng ini adalah Rp. 20.000. 

 

wisata kuliner jogyaPisang Goreng

wisata kuliner jogya
Bakwan Jagung (Kiri) dan Kentang Goreng Sambal Matah (Kanan)

Minuman pertama adalah kelapa muda. Kami memesan 2 porsi. Sedotannya terbuat dari kayu sehingga selain mendukung pengurangan penggunaan plastik, juga memberi kesan back to nature. Harga seporsi kelapa muda ini adalah Rp. 25.000. Minuman kedua adalah Kawista. Kawista sendiri berasal dari nama buah India dan masih berkerabat dekat dengan maja. Buah ini termasuk jenis jeruk-jerukan.Namun sayang, buah ini sudah cukup langka dan sulit dijumpai. Buah ini dapat diolah menjadi sirup yang dicampur dengan soda, lemon, dan batang serai. Minuman ini diklaim dapat memberikan berbagai manfaat yaitu melepas dahaga dan menambah stamina. Harga seporsi kawista ini adalah Rp. 25.000. Minuman ketiga adalah Kelambir Latte yang merupakan spro kopi dengan susu santan yang creamy dicampur dengan gula aren. Harga seporsinya adalah Rp. 35.000.

wisata kuliner jogyaMakanan dan Minuman yang Kami Pesan

Secara keseluruhan, kafe ini layak menjadi rekomendasi bagi teman teman yang ingin berwisata kuliner Jogja tapi tidak yang itu-itu aja. Dengan beragamnya menu dan harga yang sebanding dengan rasa yang disuguhkan inilah, yang membuat tempat ini cukup ramai dikunjungi. Namun, meski ramai, tapi masih cukup lega karena area kafe ini terbilang luas. Karena selain rasa makanan dan minumannya yang enak, suasana dan fasilitas juga lengkap karena kafe ini juga sudah dilengkapi dengan toilet dan musala. Spot-spot untuk foto juga instagrammable karena baik dari segi desain, ornamen, dan arsitektur lengkap memadukan budaya jawa dan modern. Untuk sekadar nongkrong oke, untuk gelar acara diskusi bareng teman atau kolega juga gak kalah oke. Karena tempatnya yang agak terpencil sehingga di sana masih asri dan hening itu juga cocok bagi kalian yang ingin dari dari kejenuhan lalu lalang dan ramainya kota. Atau barangkali ingin merayakan upacara pernikahan berkonsep garden party di sini? Why not? :))

Opening Hours
setiap hari pukul 08.00-21.00
SUGGESTED PARADISE
No data.
SUGGESTED CULINARY
No data.