Zulfa | Traveler
Gresik, Jawa Timur, Indonesia | halal
18 Jan 2020


Kue Rangin dan Kenangan di Masa Kecil
Jajanan masa kecil yang mengkombinasi tepung beras, santan dan kelapa ini tawarkan rasa gurih enak yang tak pernah lekang oleh waktu

Weekend kemarin, setelah menikmati semangkok bubur ayam Cirebon, waktu perjalanan pulang saya melihat penjual kue rangin. Entah sudah berapa lama saya tidak menikmati kue rangin yang sudah ada sejak saya imut. Karena memang penjualnya juga nggak banyak ditempat saya tinggal, Gresik.

Nah, ketika saya melihat penjual kue rangin di kerubutin ibu ibu bersama anak anak, saya jadinya pingin coba juga. Kue rangin ini berada di Jl Sulawesi, pas didepannya Mie Kober Setan yang selalu rame itu. Bapak penjual rangin ini selalu standby disini, jadi nggak jalan kemari. Karena biasanya penjual rangin ini dengan pikulannya nggak berhenti di satu tempat saja. Keliling dan keluar masuk kampung.

kuliner khas surabaya

kuliner khas surabaya


Setelah, melayani beberapa pesanan. Saya pesan dua kue rangin rasa original. Dan juga dua kue rangin rasa coklat.

Dulu ya, kue rangin ini adalah kue kesukaan saya. Kalau ada penjual lewat, saya pastikan selalu beli. Nggak pernah bosan. Dan Saya selalu setia menunggu proses pembuatannya. Saya nggak mau makan kue rangin yang sudah jadi, saya maunya melihat proses pembuatanya dan sungguh menikmati.

Adalah hal yang sangat menarik  bagi saya pribadi melihat proses pembuatan kue rangin ini. Lumeran mentega dengan aroma yang menggeliat. Serta suara cetakan panas yang diguyur adonan kue rangin, terdengar renyah. Kayak suaranya mbak Raisa.

kuliner khas surabaya


Ntah mengapa hingga menginjak dewasa meski telah menikmati banyak cake, kue modern baik dari Indonesia dan juga mancanegara, kue rangin masin tetap di hati. Melihat proses pembuatan kue rangin selalu membawa memori  kenangan ke masa kecil.

Sambil menikmati proses pembuatan dan menunggu adonan matang, jiwa kepo saya membuncah. Biasalah, pastinya pingin tanya tanya resep ke bapaknya.  Karena pastinya setiap penjual memiliki resep tersendiri.

Untuk adonan kue rangin ini terbuat dari tepung beras, santan dan parutan kelapa. Tidak memakai tepung sama sekali. Kelapanya ini diparut memanjang. Dan adonanya terlihat encer, tidak terlalu kental seperti adonan Terang Bulan.

kuliner khas surabaya


Adonan yang encer ini kemudian ditaruh diatas cetakan yang sudah diolesi mentega. Dipastikan setiap lubang terisi adonan. Kemudian ditutup hingga adonan matang.

Setelang matang kue ditaburi gula untuk rasa original. Sedangkan untuk rasa coklat, ditambah dengan susu kental manis rasa coklat.

kuliner khas surabaya

kuliner khas surabaya

kuliner khas surabaya



Rasanya gurih dan empuk. Teksturnya nggak terlalu tebal juga. Dan nggak terlalu keras. Inilah alasan si bapak hanya menggunakan tepung beras saja, agar teksturnya tetap empuk dan nggak mengeras. Kelapanya juga terasa, selain diisi dengan kuantitas yang banyak, kelapanya memang diparut memanjang.

Untuk rasa coklat, saya kurang suka sih, ntah mengapa, bagi saya rasanya terlalu manis. Karena setelah ditaburi gula terus ditambahkan susu kental manis, jadi manisnya dobel dobel. Rasanya sedikit neg.

kuliner khas surabaya


Sejak dulu hingga kini kue rangin ini terbilang murah ya, harganya Rp. 2500 saja baik rasa original maupun coklat. Cocok lah untuk dinikmati sebagai kudapan, berteman dengan teh hangat. Atau seperti saya, sekedar mengingat kenangan dimasa kecil.

Opening Hours
Jam 07.00 - 13.00
SUGGESTED PARADISE
SUGGESTED CULINARY