Martabak Telur Tegal Enaknya Ugal Ugalan

martabak telur tegal

Zulfa | Traveler
Gresik, Jawa Timur, Indonesia | halal
14 Jan 2020


Martabak Telur Tegal Enaknya Ugal Ugalan
Martabak telur Tegal tawarkan rasa daging dengan bumbu yang tebal berpadu serasi dengan gurihnya telur bebek bikin nggak berhenti ngunyah.

Malam minggu jalan jalan kulineran. Niatnya refreshing sebentar karena semingguan kemarin sibuk dengan ujian akhir semester anak. Saya ajakin dia keluar, eh dia malah pilih main game dirumah. Maklum, sudah lama off nggak main game. Cuman dia minta dibawain makanan dari luar. Baik.

Saya memilih Martabak telur kesukaan dia. Di Gresik sendiri sebenarnya banyak sekali penjual martabak telur yang rasanya enak banget. Mulai Martabak Alim hingga martabak Holland. Ntah kenapa malam itu saya ingin merasakan martabak yang berbeda dari biasanya.

Saat jalan jalan melintas Jl. Jawa saya lihat ada Martabak Tegal. Gerobaknya berada di pelataran Alfamart. Karena ramai pembeli, saya tergoda untuk merasakannya, seenak apa sih sampai ramai gini?

Martabak Telur Tegal ini harganya bervariasi. Tergantung dengan banyaknya telur. Martabak biasa mulai harga Rp. 25.000 dengan dua telur saja. Yang paling mahal ada Martabak telur super dengan 5 telur. Saya memilih martabak Istimewa dengan 4 butir telur.

martabak telur tegal


Nah ini yang saya suka, telur yang digunakan telur Bebek. Martabak telur ini memang lebih mantep dengan telur bebek ketimbang telur ayam. Meski kolesterolnya dobel dobel, toh rasa tetaplah yang utama. Kalau badan mulai cekot cekot akibat kolesterol tinggi, tinggal nenggak obat. Hehehe

Sama seperti penjual martabak pada umumnya, adonan dalam cangkir almunium besar dicampur daging, telur bebek, irisan daun prei dan garam. Dikocok hingga tercampur rata. kemudian si mas melebarkan adonan kulit martabak.

Sambil mempersiapkan untuk menggoreng marbatak, dengan penjualnya yang asli tegal. Iseng saya tanya, berapa lama jualan. “Sudah 5 tahun mbak” jawab nya sambil meletakkan kulit adonan diatas pengorengan yang lebar.

Dengan rasa penasaran, saya bertanya dengan antusias apa bedanya dengan martabak lain dengan martabak Tegal? Dia bilang sama sih, bedanya ada pada racikan dagingnya saja. Mata saya otomatis melirik ke arah adonan daging. Bisa dilihat daging dalam baluran bumbu yang tebal dan berwarna lebih gelap. Bisa dipastikan rasa bumbunya pasti mantap.

martabak telur tegal


martabak telur tegal

martabak telur tegal



Dari penggorengan menguar aroma yang bikin liur netes. Nggak betah rasanya dah pingin mengigitnya.

Setelah selesai menggoreng, martabak dipotong dan dimasukkan kedalam kardus. Sebagai pendamping ada acar timun dan cabe. Juga ada tambahan saos cabe.

Dekat gerobak martabak tersedia beberapa kursi kayu. Saya dr untuk menikmati hangtanya martabak telur.

Hangat hangat saya gigit martabak. Kulit luarnya juga terasa kriuk banget. Nggak terlalu berminyak.

Untuk bagian dalam, benar saja, rasa bumbunya kuat. Gurih membuncah. Dagingnya juga nggak pelit, ada disetiap gigitan. Rasa asinnya pas, nggak terlalu micin. Enak dan nggak nek. Digigit dengan cabe hijau, letupan rasa maratabak terasa lebih mantap.

martabak telur tegal

martabak telur tegal

martabak telur tegal




Acarnya biasa saja, terasa kurang masam kalau menurut saya. jadi terasa kurang segar. Saya paling suka dengan acar yang sedikit asam, bisa ngimbangin rasa gurih martabak.

Saya juga mecoba mengoleh martabak dengan saos cabe. Enak juga sih. Matching. Tapi lebih suka menikmati martabak hangat dengan sensasi gigitan cabe, lebih nampol.

Duh saking enaknya, kunyah kunyah terus sampai lupa sama yang dirumah sudah nungguin….. hehehe. Untung belum habis, jadi bisa bawain buat yang dirumah.

Selain Martabak telor, mereka juga menjual terang bulan. Pingin sih cobain juga, karena saya lagi kangen rasa terang bulan Pak Muchtar yang sudah legendaris itu, saya coba in terang bulan lain kali saja ya.

Opening Hours
Jam 17.00 - habis (sekitar jam 22.00)
SUGGESTED PARADISE
SUGGESTED CULINARY