Berburu Pudak Cap Kuda salah satu Oleh Oleh Khas Kota Gresik

kuliner khas gresik

Zulfa | Traveler
Gresik, Jawa Timur, Indonesia | halal
15 Aug 2019


Berburu Pudak Cap Kuda salah satu Oleh Oleh Khas Kota Gresik
Pudak cap kuda Gresik menjadi salah satu oleh oleh khas Gresik yang banyak diburu warga lokal, wisatawan dan pejabat setempat

 

Selain dijuluki kota Wali, Kota Gresik yang berada di Jawa Timur ini juga dikenal sebagai kota pudak. Nama ini diambil dari salah satu kuliner khasnya yaitu Pudak. Selain otak otak bandeng, pudak menjadi oleh oleh khas kota Gresik.

Di kota Gresik sendiri penjual pudak dapat dengan mudah ditemukan di sekitar Jalan Sindujoyo. Deretan penjual oleh oleh khas Gresik ini menggantung pudak dengan bentuk unik sebagai daya tariknya. Pelepah pohon pinang pembungkus kudapan terbuat dari tepung beras menjadi ciri khas tersendiri.

Diantara penjual pudak di kota santri, ada satu penjual pudak yang terkenal dan melegenda, Pudak Cap kuda namanya. Berjualan sejak tahun 1950. hingga saat ini pudak cap kuda tetap mempertahankan originalitas rasa.

Pendiri pudak cap kuda bernama Tjioe Boen Lay. Beliau memiliki Shio Kuda. Berharap agar usahanya bisa bergerak secepat hewan berkaki empat tersebut, beliau memberi nama pudak cap kuda.

Memasuki toko, aroma gurih santan berpadu dengan manisnya gula menguar menggoda indra penciuman. Penasaran, saya berbincang dengan penjualnya, Ibu Suhartini bersama suaminya pak Subiyanto, beruntung beliau mempersilahkan saya untuk melihat secara langsung proses pembuatan pudak.



Pembuatan pudak berada persis dibelakang toko sekaligus rumahnya. Pudak terbuat dari campuran tepung beras, santan kental, gula dan gula Jawa. Adonan ketiga bahan tersebut kemudian dikukus dalam pelepah pohon pinang yang sudah dibentuk dalam bentuk yang khas. Proses pembuatan pudak membutuhkan waktu yang cukup lama. Sekitar 3 jam.

Pelepah daun pinang inilah yang membuat pudak begitu spesial. Pemilihan umur daun pinang pun menjadi perhatian utama, tidak boleh terlalu tua dan juga tidak terlalu muda. Menurut Ibu Suhartini, generasi ketiga pengelola pudak cap kuda, daun pinang ini tak hanya membuat rasa pudak semakin enak juga memberikan aroma yang bikin nafsu makan membuncah. Benar saja, berada diantara kukusan dan gantungan pudak sukses membuat saya ngiler. Nggak sabar ingin segera melahapnya.

Pelepah pinang memiliki pori pori lembut yang membuat pudak matang sempurna didalamnya. Tak hanya aroma, pelepah daun pinang juga membuat pudak lebih tahan lama. Biasanya pudak tahan hingga 3 hari.


Berbeda dengan penjual lainnya yang memiliki varian rasa original, pandan dan juga coklat. Pudak cap kuda hanya memiliki satu rasa saja, yakni rasa original. Dengan rasa khas gula aren.

Pudak memiliki tekstur kenyal lembut dengan rasa gurih manis tapi tidak neg. Tak ayal, hal ini membuat pudak cap kuda banyak diburu oleh masyarakat umum, wisatawann dan juga pejabat setempat. Biasanya dibawa keluar kota untuk dijadikan oleh oleh.

Harga pudak 3500/biji. Dalam satu ikat pudak berisi 5 biji. Pembeli bisa membeli pudak dengan jumlah kelipatan 5, 10, 15 dan seterusnya




Dalam sehari ratusan pudak terjual dengan omset jutaan. Selain untuk oleh oleh, Ibu Suhartini sering mendapatkan pesanan untuk acara tasyakuran. Tak jarang pembeli datang dan pudak sudah habis terjual.

Pudak Cap kuda tidak membuka cabang. Jika anda tertarik untuk membeli, Pudak cap kuda berada di Jl. AKS Tumbuan, berdekatan dengan alun alun Gresik.  Selain Pudak, juga dijual oleh oleh khas Gresik lainnya

Opening Hours
Toko buka jam 08.00 – 16.000 WIB.
SUGGESTED PARADISE
SUGGESTED CULINARY