Wisata

17 Foto Taman Nasional Baluran Indahnya Seperti Afrika

Indonesia adalah negara tropis yang terkenal akan hutan hujan tropis. Namun siapa sangka ternyata Indonesia juga memiliki padang rumput sabana seperti yang ada di Afrika dimana hewan-hewan bebas berkeliaran dan berlarian ke sana kemari.

Lokasi padang sabana ini pun ternyata berada di Pulau Jawa, pulau yang padat penduduknya. Padang sabana ini berada di dalam kawasan Taman Nasional Baluran, Taman Nasional yang lokasinya berada di wilayah dua kecamatan yaitu Kecamatan Banyuputih, Kabupaten Situbondo dan Kecamatan Wongsorejo, Kabupaten Banyuwangi.

Taman Nasional Baluran itu sendiri bisa dibilang merupakan taman nasional dengan tipe vegetasi yang cukup lengkap misalnya saja ada padang sabana, hutan rawa, hutan hujan tropis, dan hutan bakau. Belum lagi keanekaragaman satwa yang ada di dalamnya.

Makanya taman nasional ini sangat direkomendasikan untuk dikunjungi demi mengenal keanekaragaman hayati di sana. Sebelum mengetahui apa saja yang ada di Taman Nasional Baluran dan bagaimana cara menuju ke sana, ada baiknya kita mengetahui dahulu bagaimana sejarah dari taman nasional ini.

 

Sejarah singkat Taman Nasional Baluran

goodnewsfromindonesia.id

Nama Taman Nasional Baluran baru dipublikasikan pada tahun 1980. Sebelumnya taman nasional ini lebih dikenal sebagai Suaka Margasatwa Baluran. Suaka Margasatwa Baluran dibentuk pada tahun 1937 dan disahkan oleh Gubernur Jenderal Hindia Belanda yang kala itu merupakan pimpinan tertinggi Indonesia. Sebelum dijadikan suaka margasatwa memang wilayah Baluran sudah dikenal sebagai habitat alami dari banyak makhluk hidup. Itu sebabnya K.W. Dammerman menyarankan agar wilayah Baluran dijadikan sebagai hutan lindung pada tahun 1930.

 

Lokasi Taman Nasional Baluran

Lokasi Taman Nasional Baluran masuk di wilayah Kecamatan Banyuputih, Kabupaten Situbondo dan Kecamatan Wongsorejo, Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur. Luas wilayah Taman Nasional Baluran kira-kira 29.000 hektar.

Taman nasional ini berbatasan dengan dua selat pada wilayah utara yaitu dengan Selat Madura dan pada wilayah timur yaitu dengan Selat Bali serta diapit oleh dua gunung yaitu Gunung Ijen dan Gunung Semeru. Nama Baluran itu sendiri juga berasal dari nama gunung yaitu Gunung Baluran yang berada tepat di tengah Taman Nasional Baluran.

 

Keanekaragaman hayati Taman Nasional Baluran

goodnewsfromindonesia.id

Taman nasional yang memiliki luas kurang lebih 29.000 hektar ini terbagi atas dua wilayah yaitu wilayah daratan seluas kurang lebih 26000 hektar dan wilayah luas kurang lebih 3000 hektar. Wilayah-wilayah ini masih dibagi-bagi lagi menjadi beberapa zona dengan Zona Inti yang menjadi pusat perhatian. Zona Inti ini merupakan zona tempat perlindungan flora dan fauna langka yang ada di dalam taman. Zona inti ini bukanlah wilayah yang bisa sembarangan dikunjungi turis demi menjaga kelestarian dan kealamian habitat flora dan fauna langka.

Pada tahun 2012 Taman Nasional Baluran menjadi tempat tinggal dari 26 jenis hewan mamalia, 234 jenis burung dan 475 jenis tumbuhan. Dari 26 hewan mamalia yang ada di dalam Taman Nasional Baluran hewan-hewan ini merupakan hewan yang paling terkenal dan sering dijadikan ikonnya taman yaitu banteng Jawa (Bos javanicus), macan tutul (Panthera pardus melas), anjing hutan atau ajag (Cuon alpinus javanicus), rusa (Rusa timorensis), dan merak hijau (Pavo muticus).

Sayangnya populasi banteng Jawa kian hari semakin berkurang akibat dari semakin bertambahnya hewan predator, perburuan liar, berkurangnya suplai air di padang sabana, dan juga invasi pohon akasia di padang sabana. Padahal banteng Jawa ini merupakan maskot dari Taman Nasional Baluran.

Spesies burung yang hidup dalam Taman Nasional Burung mengalami kenaikan jumlah spesies dari 155 jenis menjadi 234 jenis spesies. Meski mengalami kenaikan jumlah spesies ternyata tetap ada 30 spesies burung yang punah dari muka bumi.

Begitu juga dari 234 jenis spesies burung yang ada sampai sekarang di Taman Nasional Baluran terdapat 65 spesies burung yang dilindungi dengan 15 jenis spesies di antaranya terancam punah. Spesies burung yang jumlahnya sangat kritis yaitu burung Rangkok Badak (Buceros rhinoceros silvetris) yang merupakan burung endemik Pulau Jawa. Burung ini diketahui hanya berjumlah kurang dari 10 ekor dalam Taman Nasional Baluran. Merak hijau, burung yang menjadi objek favorit fotografi para pengunjung, juga termasuk burung yang terancam punah.

Diketahui jumlah burung Merak Hijau di Taman Nasional Baluran saat ini kurang dari 1500 ekor padahal populasi di Taman Nasional Baluran ini merupakan salah satu populasi terbesar merak hijau di dunia.

Keanekaragaman flora yang terdiri dari 475 spesies tumbuhan ini hidup dalam berbagai ekosistem yang ada di Taman Nasional Baluran yaitu hutan bakau, sabana, hutan pantai, hutan kering pegunungan, hutan musim, hutan jati, dan hutan riparian.

 

Objek wisata Taman Nasional Baluran

 

Taman Nasional Baluran sangat luas. Tentu saja banyak objek wisata yang bisa dikunjungi, dinikmati serta dikagumi di taman nasional ini. Berikut ini objek wisata yang wajib Anda kunjungi ketika Anda berkesempatan datang ke sana.

 

1. Goa Jepang

balurannationalpark.web.id

Tak jauh dari pintu masuk Taman Nasional Baluran terdapat Goa Jepang. Goa ini merupakan tempat persembunyian serta pertahanan para tentara Jepang pada masa perang kemerdekaan. Goa ini dibangun di bawah tanah dengan luas hanya 12 meter persegi saja. Jika Anda ingin tahu bagaimana para tentara Jepang dahulu bersembunyi, Anda bisa mampir sebentar ke Goa Jepang ini sebelum beranjak masuk lebih dalam ke area taman.

 

2. Jalur Batangan

bromotravelindo.com

Jalur Batangan merupakan jalur jalan mulai dari pintu masuk taman nasional hingga ke Pantai Bama. Mulai dari awal jalur saja Anda sudah bisa menjumpai berbagai hewan liar yang ada di taman seperti monyet, rusa, tupai, merak, ayam hutan, dan sesekali Anda bisa melihat banteng yang menjadi ikon taman. Selain hewan-hewan liar ini, pemandangan yang ada di sekitar jalur juga tidak kalah menawannya. Anda bisa berhenti sejenak untuk berfoto-foto tapi tetap harus ingat untuk tidak merusak tumbuhan serta mengganggu hewan-hewan yang berkeliaran di sana.

 

3. Sabana Bekol

TripAdvisor.co.za

Sabana Bekol bisa dibilang the highlight dari Taman Nasional Baluran. Sabana Bekol inilah yang membuat Taman Nasional Baluran disebut sebagai Afrikanya Indonesia. Padang sabana Bekol merupakan lahan makanan berbagai hewan di taman ini tapi hewan-hewan ini jarang muncul di sabana ketika musim hujan karena mereka lebih senang berburu makanan di pedalaman hutan yang tak diganggu oleh manusia.

Hewan-hewan baru muncul di padang sabana ini ketika musim kemarau di saat tanaman-tanaman dalam hutam mulai habis dan mengering barulah mereka beralih ke sabana. Itu sebabnya kalau Anda ingin bertemu hewan-hewan di padang sabana seperti halnya di Serengeti Afrika, datanglah pada musim kemarau sekitar bulan Maret sampai Agustus. Di padang sabana Bekol ini juga tersedia penginapan serta lahan kemah bagi Anda yang ingin menikmati malam di alam terbuka.

 

4. Pantai Bama

KSMTour.com

Tidak hanya area dataran saja yang menarik dari Taman Nasional Baluran, tapi area lautannya pun menarik untuk dilihat. Anda bisa melakukan kegiatan diving atau snorkeling di Pantai Bama untuk melihat keanekaragaman hayati bawah laut. Pantai Bama ini cenderung sepi pada hari-hari biasa sehingga Anda bisa bebas menikmati keindahan pemandangan pantai dan laut tanpa terganggu keramaian orang.

 

5. Hutan mangrove Bama

aini-hanifa.blogspot.com

Hutan mangrove Bama letaknya tidak jauh dari Pantai Bama. Di dalam hutan ini terdapat pohon bakau yang digadang-gadang sebagai bakau terbesar se-Asia. Anda bisa berjalan-jalan menembus rerimbunan mangrove melalui jalan setapak yang memang sudah disediakan. Di ujung jalan setapak terdapat dermaga kayu dimana Anda bisa menikmati pemandangan laut bebas. Dermaga kayu ini merupakan tempat mangkal favorit para pasangan yang datang ke Taman Nasional Baluran karena suasananya yang tenang, sejuk dan romantis.

 

6. Pantai Kajang

Phinemo.com

Pantai Kajang letaknya menyempil di kedalaman Taman Nasional. Untuk bisa datang ke sini, Anda harus minta izin terlebih dahulu pada petugas atau pemilik penginapan karena hanya mereka lah yang bisa memberitahukan arah menuju Pantai Kajang.

Jika Pantai Bama cenderung sepi pada hari biasa maka di Pantai Kajang ini Anda bisa merasakan bagaimana pantai privat itu sebenarnya karena pengunjungnya sangat sedikit, bisa dihitung jari. Karena jarang dikunjungi kelestarian pantai ini masih sangat terjaga. Anda pasti akan lupa bagaimana repotnya menembus hutan belantara untuk menuju ke Pantai Kajang ini.

Berikut ini 17 foto Taman Nasional Baluran indahnya seperti Afrika.

 

Cara menuju Taman Nasional Baluran

muhdhito.me

Taman Nasional Baluran bisa ditempuh dari arah utara yaitu dari Surabaya dan dari arah timur yaitu dari Bali. Jika Anda naik kendaraan pribadi dari arah Surabaya, Anda bisa mengambil jalur jalan yang menyusuri pantai utara dan pantai timur melewati kota-kota seperti Pasuruan, Probolinggo , Situbondo, dan Banyuputih. Jika sudah sampai di Banyuputih, carilah jalan yang menuju Desa Bilik lalu Desa Wongsorejo. Sebelum sampai Desa Wongsorejo ada jalan yang belok kiri yang menuju ke pusat pengunjung Taman Nasional Baluran.

Jika Anda ingin naik kendaraan umum dari Surabaya naiklah bus jurusan Banyuwangi yang melewati Situbondo. Mintalah turun di pintu masuk taman nasional. Jika Anda dari arah timur naik kendaraan pribadi, Anda bisa mengambil jalur jalan Banyuwangi – Batangan – Bekol. Jalur menuju Taman Nasional Baluran sudah rapi dan diaspal jadi Anda tidak akan menemui kendala yang berarti.

 

Biaya-biaya Taman Nasional Baluran

Klikhotel.com

Taman Nasional Baluran mengenakan biaya tiket masuk untuk setiap pengunjung dan juga biaya masuk kendaraan. Harga tiket masuk per orang yaitu sebesar 5 ribu Rupiah saja sedangkan motor dikenakan biaya 5 ribu dan mobil 10 ribu Rupiah. Ini adalah harga tiket untuk hari biasa. Untuk akhir pekan harga tiket naik menjadi 7500 Rupiah per kepala sedangkan motor jadi 7500 dan mobil jadi 15000 Rupiah. Tiket masuk wisatawan asing jauh lebih mahal yaitu 150 ribu Rupiah untuk hari biasa dan 225 ribu Rupiah untuk akhir pekan.

Di dalam Taman Nasional Baluran tersedia wisma penginapan dengan kamar-kamar yang bisa menampung banyak orang. Biaya menginap per orang mulai dari 35 ribu Rupiah. Jika Anda ingin menyewa kamar secara privat, biaya sewa kamar per unitnya mulai dari 250 ribu Rupiah.

Taman Nasional Baluran merupakan taman nasional tempat berlindungnya aneka satwa dan flora. Daripada Anda terbang jauh ke Afrika, Anda cukup datang ke Taman Nasional Baluran untuk bisa menikmati panorama padang sabana.

One Response

  1. Andi Fitriani July 5, 2018

Join The Discussion